modul IPS
Minggu, 09 Desember 2012
IPS Kelas XII
STRUKTUR SOSIAL MASYARAKAT
· Pengertian
Dalam sosiologi berbicara mengenai struktur social maka sesungguhnya kita berbicara mengenai sesuatu yang saling bergantung dan membentuk suatu pola tertentu yang terdiri atas pola perilaku individu , institusi maupun masyarakat secara luas.
1. George C. Hombas Menyatakan struktur social dengan perilaku social elementer dalam kehidupan sehari-hari.
2. Gerhard Lenshi berbicara mengenai struktur masyarakat yang diarahkan oleh kecendrungan panjang yang menandai sejarah
3. Talcorr Parcons, menyatakan bahwa struktur social adalah keterkaitan antar manusia
4. Korablum, menekankan konsep struktur social pada pol perilaku individu dan kelompok, yaitu pola prilaku berulang-ulang yang menciptakan hubungan antar individu dan antar kelompok dalam masyarakat
Dari beberapa pendapat di atas , dapat disampaikan bahwa struktur social adalah cara bagaimana suatu masyarakat terorganisasi dalam hubungan-hubungan yang dapat diperbaiki melalui pola perilaku berulang-ulang antar individu dan antar kelompok dalam masyarakat sebagai berikut struktur social melalui 4 elemen dasar yaitu :
a. Status social
Status social merupakan kedudukan atau posisi social seseorang dalam kelompok masyarakat, meliputi keseluruhan posisi social yang terdapat dalam suatu kelompok besar masyarakat , dari yang paling rendah hingga yang paling tinggi.
Status social terdiri dari :
ü Ascribed Status , status yang diberikan kepada seseorang oleh masyarakat tanpa memandang bakat dan karakteristik umur orang tersebut.
ü Achieved status, status yang didapat melalui usaha-usaha sendiri seperti bersekolah , mempelajari keterampilan, berteman , menciptakan sesuatu.
ü Assigned Status , status yang di berikan karena telah berjasa melakukan sesuatu untuk masyarakat.
b. Peran social
Peran social merupakan komponen penting dalam struktur social. Peran memberikan sumbangan pada stabilitas masyarakat dengan cara memampukan tindakan-tindakan mereka sendiri.
c. Kelompok
Kelompok merupakan sejumlah orang-orang yang memiliki norma-norma, nilai-nilai dan harapan yang sama , serta secara sadar dan teratur saling berinteraksi. Kelompok memainkan peran yang sangat penting dalama struktur social masyarakat karena sebagian besar interaksi social kita berlangsung dalam kelompok dan dipengaruhi norma-norma dan sanksi yang ada dalam kelompok.
d. Institusi
Institusi dibentuk untuk memenuhi kebutuhan tertentu melalui institusi social, terlihat struktur dalam masyarakat institusi social seperti keluarga , agama , penyuluh merupakan aspek fundamental dari struktur social.
· Fungsi Struktur Social
a) Struktur social sebagi pengawas social , yakni sebagai penekan kemungkinan-kemungkinan pelanggaran terhadap norma , nilai dan peraturan kelompok atau masyarakat
b) Struktur social sebagai dasar untuk menanamkan suatu displin social kelompok atau masyarakat. Hal ini disebabkan oleh struktur social memang berasal dari kelompok atau masyarakat itu sendiri.
c) Struktur social sebuah proses pembiasaan.
Bentuk struktur social
1. Intersected social struktur : Dikatakan intersected apabila keanggotaan dalam kelompok-kelompok social yang da bersifat menyilang. Artinya keanggotaan dalam kelompok social tersebut memiliki latar belakang ras, suku bangsa , ataupun agama yang berbeda-beda.
2. Consolidated social struktur : Dikatakan consolidated jika terjadi tumpang tindih parameter dan mengakibatkan penguatan identitas keanggotaan dalam sebuah kelompok social.
KONFLIK SOSIAL
1. PENGERTIAN KONFLIK
Penegrtian konflik yang paling sederhana adalah “salaing memukul”. Tetapi definisi yang sedrhana itu tentu belum memadai , karena konflik tidak saja tamapk sebagai pertentangan fisik semata. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses social antara dua rang atau lebih yang erusaha menyingkirkan pihak lain dengan jalan menghancurkan atau membuatnya tidak berdaya.
2. Factor-faktor atau akar-akar penyebab suatu konflik social
Jenis konflik cukup banyak, mulai dari perang terbuka , revoluis , pemogokan buruh , kerusuhan rasial , sampai dengan perkelahian antarinidvidu. Para sosiolog samapi sekarang masih menacari penyebab-penyebab konflik secar umum, pola-pola eskalasinya, cara penyelasaiannya dan berbagai konsekuensi yang ditimbulkan.
Factor-faktor yang dapat memicu terjadinya konflik antara lain :
a. Perbedaan individu
Setiap manusia adalah individu yang unik. Artinya setiap orang memiliki pendirian dan perasaan yang berbeda-beda satu dengan yang lainnya. Perbedaan pendirian dan perasaan akan sesuatu hal atau lingkungan yang nyata ini dapat menjadi factor penyebab konflik social, sebab dalam menjalani hubungan social , seseorang tidak selalu berjalan dengan kelompoknya.
b. Perbedaan latar belakang kebudayaan
Tentu kamu masih ingat bahwa dalam menjalani hubungan sosialnya , seseoang akan dipengaruhi oleh pola-pola pemikiran kelompoknya. Orang dibesarkan dalam lingkungan kebudayaan yang berbeda-beda. Ada yang diasuh dengan pola latihan kemandirian yang akn mendorong seseorang menjadi berani dalam mengambil tindakan, bertanggung jawab , kritis tetapi agak individualis. Ada pula yang diasuh dalam lingkungan kebudayaan yang menerapkan pola ketergantungan. Dalam hal ini , seseorang akan cenderung bersifat kurang mandiri , menghargai orang lain , bersahabat dan tidak inidividualis.
c. Perbedaan kepentingan
Manusia memiliki perasaan , pendirian , maupun latar belakang kebudayaan yang berbeda-beda. Oleh karena itu dlam waktu yang bersamaan , masing-masing orang atau kelompok memiliki kepentingan yang berda-beda. Kadang-kadang orang dpaat melakukan hal yang sama , tetapi untuk tujuan yang berbeda-beda.
d. Perubahan-perubahan nilai yang cepat
Sebagaimana telah diketahui bahwa perubahan nilai terjadi disetiap masyarakat. Artinya nilai-nilai social , baik nilai kebenaran , kesopanan , maupun nilai material dari suatu benda mengalami perubahan. Perubahan adalah sesuatu yang lazim dan wajar terjadi, tetapi jika perubahan itu berkangsung cepat atau bahkan mendadak, akan menyebabkan konflik social , misalnya pada masyarakat pedesaan yang mengalami proses industrialisasi yang mendadak akan memunculkan konflik social sebab nilai-nilai lama pada masyrakat tradisional yang biasanya bercorak pertanian cesara cepat berubah menjadi nilai-nilai masyaraklat industry.
Menurut De Moor, dalam suatu system social hanya dapat dikatakan terdapat konflik jika para penghuni system tersebut membiarkan dirinya dibimbing oleh tujuan-tujuan yang bertentangan dan terjadi secara besar-besaran. Mengenai pembagian konflik social dalam masyarakat , Dahrendorf membedakan konflik menjadi empat macam , yaitu sebagi berikut :
a. Konflik antara atau dalam peran social , misalnya antara peranan-peranan dalam keluarga atau profesi
b. Konflik antara kelompok-kelompok social
c. Konflik antara kelompok-kelompok yang terorganisisr dan tidak terorganisir
d. Konflik antara satuan nasional , misalnya antara partai politik , antara negar-negara atau antara organisasi-organisasi internasional
Situasi-situasi oemicu konflik. Konflik yang terjadi di antara individu dalam menjalankan interaksinya banyak dibahs dalam studi psikolog social. Saalh satunya dikemukakan oleh Ursula Lehr. Menurut ilmuwan ini , kemungkinan-kemungkinan situasi yang dapat menimbulkan konflik adalah sebagai berikut :
a. Konflik dengan orang tua sendiri
b. Konflik dengan anak-anak sendiri
c. Konflik dengan sanak keluarga
d. Konflik dengan orang lain
e. Konflik dengan suami atau istri
f. Konflik di sekolah
g. Konflik dalam pemilihan pekerjaan
h. Konflik agama
i. Konflik pribadi
Suatu konflik tidak selalu mendatangkan sisi negatif , tetapi kadang-kadang mendatangkan sesuatu yang positif. Segi positif dari suatu konflik adalah sebagai berikut :
a. Memperjelas aspek-aspek kehidupan yang belum jelas
b. Memungkinkan adanya penyesuaian kembali norma-norma dan nilai-nilai serta hubungan social dalam kelompok bersangkutan sesuai kebutuhan individu atau kelompok
c. Merupakan jalan untuk mengurangi ketergantungan antarindividu atau kelompok
d. Dapat membantu menghidupkan kembali norma-norma lama dan menciptakan norma-norma yang baru
e. Dapat berfungsi sebagi saran untuk mencapai keseimbangan antara kekuatan-kekuatan dalam masyarakat
Hasil atau akibat-akibat dari suatu konflik social adalah sebagai berikut :
a. Meningkatkan solidaritas sesama anggota kelompok yang sedang mengalami konflik dengan kelompok lain
b. Keretakan hubungan antarindividu
c. Perubahan kepribadian individu
d. Kerusakan harta benda dan bahkan hilangnya nyawa manusia
e. Akomodasi, dominasi bahkan penaklukan salah satu pihak yang terlibat dalam pertikaian
BENTUK-BENTUK KONFLIK
1. BERDASARKAN SIFATNYA
a. Konflik destruktif , merupakan konflik yang mengakibatkan benturan fisik yang membawa kerugian jiwa dan harta benda. Konflik ini muncul karena rasa benci satu kelompok terhadap kelompok lain.
b. Konflik fungsional, merupakan konflik yang menghasilkan perubahan atau consensus baru yang bermuara pada perbaikan. Konflik jenis ini berasal dari perbedaan antara dua kelompok tentang suatu masalah yang sama-sama mereka hadapi.
2. BERDASARKAN AKAR PERMASALAHANNYA
a. Konflik agama
Salah satu factor utama pemicu konflik di masyarakat adalah masalah agama arau prinsip keagamaan.
b. Konflik ideology
Ideology sebagai sebuah produk pemikiran social dapat digunakan sebagai alat pendorong sekumpulan manusia untuk mencapai cita-citanya. Namun sering kali istilah ideology ditafsirkan sebagai sesuatu yang negative karena mengandung unsure kefanatikan buta.
c. Konflik politik
Konflik politik sebagai sesuatu yang menarik untuk dibahas karena permasalahan ini sebagai hal yang paling komplek di antara jenis-jenis yang lain.
d. Konflik ekonomi
Perubahan-perubahan besar dalam sejarah peradaban umat manusia, terutama setelah munculnya jaman renaissance di Eropa, selalu menunjukkan pengaruh factor ekonomi. Karenannya , berbagai peristiwa besar yang menggerakkkan manusia dalam jumlah besar tidak pernah lepas dari persoalan kepentingan ekonomi. Imperialisme dan kolonialisme dari bangsa-bangsa eropa factor pendorong utamnya adalah alasan ekonomi.
e. Konflik SARA
Sebagai gejala konflik , konflik akan selalu muncul pada setiap masyarakat karena antagonism atau perbedaan yang menjadi cirri dan penunjang terbentuknya masyarakat. Perbedaan-perbedaan social tidak mungkin dihindari karena adanya kelompok lapisan atas disebabkan terdapatnya fakta adanya lapisan bawah.
FAKTOR-FAKTOR TERJADINYA KERUSUHAN SOCIAL YANG DISEBABKAN OLEH SARA ADALAH :
1. Dinamika social ,ekonomi , budaya dan politik suatu daerah mempunyai potensi bagi terjadinya ketegangan social atau konflik
2. Perimbangan kekuatan-kekuatan social seperti suku , agama , ras dan antargolongan yang hampir sama merupakan akar utama penyebab terjadinya kerusuhan
3. Daerah dengan perimbangan antara penduduk asli dan pendatang yang timpang dilihat dari penguasaan aset ekonomi maupun politik, akan berpotensi munculnya konflik SARA
4. Pola pemukiman penduduk yang heterogen dapat menjadi sumber konflik
5. Adanya factor-faktor akselerator terjadinya konflik
f. Konflik Sumber Daya Alam
Dalam beberapa tahhun terakhir ini fenomenna konflik sumber daya alam mencuat ke permukaan secara terbuka. Konflik itu tidak hanya terjadi dalam kegiatan ekspolitasi sumber daya alam yang tergolong “tidak dapat diperbaharui” seperti minyak dan mineral , tetapi juga yang tergolong “dapat diperbaharui”. Konflik sumber daya alam yang selama ini terjadi telah menimbulkan kerusakan fisik , merugikan materi dan menyisakan tuntutab yang tidak mudah dipenuhi , seperti permintaan agar kawasan eksploitasi sumber daya alam dikembalikan kepada masyarakat.
g. Konflik lingkungan hidup
Salah satu aset yang lazim ditempatkan sebagai bagian penting daam proses pembangunan adalah modal alam. Akumulasi aset ini ditambah dengan modal fisik bangunan , modal manusia , dan modal social sangat menentukan dampak jangka panjang terhadap peningkatan kesejahtraan masyarakat. Upaya melindungi fungsi sumber sangat diperlukan karena memiliki kntribusi yang berharga bagi kehidupan masyarakat. Kerusakan fungsi sumber tentu saja akan menjadi malapetaka bagi kehidupan. Lingkungan yang tak terkontrol bukan saja berbahaya bagi kesehatan , tetapi juga akan mengganggu berbagai macam aktivitas social.
MOBILITAS SOSIAL
Mobilitas Sosial adalah perubahan , pergeseran , peningkatan, ataupun penurunan status dan peran anggotanya. Menurut Horton , mobilitas social adalah suatu gerak perpin dahan dari satu kelas social ke kelas social yang lainnya atau gerak pindah dari strata yang lainnya. Semenatra menurut Kimball Young dan Raymond W.Mack , mobilitas social adalah suatu gerak dalam struktur social yaitu pola-pola tertentu yang mnegatur organisasi suatu kelompok social. Struktur social mencakup sifat hubungan antara individu dalam kelompok dan hubungan antara individu dengan kelompoknya.
1. Cara untuk melakukan mobilitas social
Secara umum , cara orang untuk melakukan mobilitas social ke atas adalah sangat beragam, diantaranya adalah sebagi berikut :
a. Perubahan standar hidup
Kenaikan penghasilan tidak menaikkan status secara otomatis, melainkan akan merefleksikan suatu standar hidup yang lebih tinggi. Ini akan mempengaruhi peningkatan status.
b. Perkawinan
Perkawinan pada umumnya bertujuan untuk memnuj=hi kebutuhan seksual dan melanjutkan keturunan. Namun secara sosiologis pada umunya perkawinan juga bertujuan untuk meningkatkan status social yang lebih tinggi dari mannusia yang bersangkutan, namun demikian tidak smeua individu memiliki pandangan tersebut.
c. Perubahan tempat tinggal
Untuk meningkatkan status social, seseorang dapat berpindah tempat tinggal dari tempat tinggal yang lama ke tempat tinggal yang baru. Atau dengan cara merekonstruksi tempat tinggal nya yang lama menjadi lebih megah , indah dan mewah.
d. Perubahan tingkah laku
Untuk mendapatkan status social yang tinggi , orang berusaha menaikkan status sosialnya dan mempraktekkan bentuk-bentuk tingkah laku kleas yang lebih tinggi yang diaspirasikan sebagai kelas. Bukan hanya tingkah laku , tetpai juga pakaian, ucapan , minat , dan sebagainya.
e. Perubahan nama
Dalam suatu masyrakat, sebuah nama diidentifikasikan pada posisi social tertentu. Gerak ke atas dapat dilaksanakan dengan mengubah nama yang menunjukkan posisi social yang lebih tinggi.
2. Factor penghambat mobilitas social
Ada beberapa factor penting yang justru menghambat mobilitas social . Factor-faktor penghambat itu antara lain sebagai berikut :
a. Perbedaan kelas rasial
Seperti yang terjadi di Afrika Selatan di masa lalu, dimana ras berkulit uputih berkuasa dan tidak member kesempatan kepada mereka yang berkulit hitam untuk dapat duduk bersama-sama di pemerintahan sebagai penguasa. System ini disebut Apharteid dan dianggap berakhir ketika Nelson Mandela, seorang kulit hitam terpilih menjadi presiden Afrika Selatan.
b. Agama
Seperti yang terjadi di india yang mneggunakan system kasta, menjadikan agama sebagai penghambat terjadinya mobilitas social. Hal ini dikarenakan tidak diperkenankannya terjadi interaksi antara manusia yang berbeda kasta.
c. Diskriminasi kelas
Diskriminasi dalam system kelas terbuka dapat menghalangi mobilitas ke atas, hal ini terbukti dengan adanay pembatasan suatu organisasi tertentu dengan berbagai syarat dan ketentuan, sehingga hanya sedikit orang yang mampu mendapatkannya.
d. Kemiskinan
Kemiskinan bilamana keluarga tidak dapat memenuhi kebutuhan pkok warga Negara dalam jumlah sukuo dan memadai , dapat membatasi kesempatan bagi seseorang untuk berkembang dan mencapai suatu social tertentu.
e. Perbedaan jenis kelamin
Perbedaan jenis kelamin dalam masyrakat juga berpengaruh terhadap prestasi , kekuasaan , status social, dan kesempatan-kesempatan untuk meningkatkan status sosialnya.
3. Beberapa bentuk mobilitas social
a. Mobilitas social horizontal
Mobilitas horizontal merupakan peralihan individu atau obyek-obyek social lainnya dari suatu kelompok social ke kelompok social lainnya yang sederajat. Tidak terjadi perubahan dalam derajat kedudukan seseorang dalam mobilitas sosialnya.
b. Mobilitas social vertical
Mobilitas social vertical adalah perpindahan individu atau obyek-obyek social dari suatu kedudukan social ke kedudukan social lainnya yang tidak sederajat. Sesuai dengan arahnya, mobilitas social vertical dapat dibagi menjadi dua, mobilitas vertical ke atas dan mobilitas social vertical ke bawah
A, Mobilitas vertical ke atas ( Sosial Climbing)
Mobilitas vertical ke atas mempunyai dua bentuk yang utama, yaitu (1) Masuk ke dalam kedudukan yang lebih tinggi , yaitu masuknya individu-individu yang mempunyai kedudukan rendah kedalam kedudukan yang lebih tinggi, dimana kedudukan tersebut telah ada sebelumnya. (2) Membentuk kelompok baru yaitu pembentukan suatu kelompok baru yang memungkinkan individu untuk meningkatkan status sosialnya , misalnya dengan mengangkat diri menjadi ketua organisasi.
B. Mobilitas vertical ke bawah ( Sosial Sinking)
Mobilitas vertical ke bawah mempunyai dua bentuk utama yaitu turunnya kedudukan dan turunnya derajat kelompok. Turunnya kedudukan bilamana kedudukan individu turun ke kedudukan yang derajatnya lebih rendah. Turunnya derajat kelompok. Derajat sekelompok individu menjadi turun yang berupa disintegrasi kelompok sebagai kesatuan.
c. Mobilitas antargenerasi
Mobilitas antar generasi umunya berarti mobilitas dua generasi atau lebih, misalnya generasi ayah-ibu,generasi anak,generasi cucu dan seterusnya. Mobilitas ini ditandai dengan perkembangan taraf hidup,baik naik maupun turun dalam suatu generasi. Penekannya bukan pada perkembangan keturunan itu sendiri, melainkan pada perpindahan status social suatu generasi ke generasi lainnya.
d. Mobilitas intra generasi
Mobilitas intra generasi adalah mobilitas yang terjadi didalam satu kelompok generasi yang sama. Contoh : pak Amin adalah seotang buruh. Ia memiliki anak yang bernama Endra yang menjadi tukang becak . KEmudian istrinya melahirkan anak yang kedua yang diberi nama Riki yang awalnya menjadi tukang becak juga. Tetapi Riki lebih beruntung sehingga bisa mengubah statusnya menjadi seorang pengusaha becak , sementara Endra tetap menjadi tukang becak . perbedaan status social antara ENdra dengan adiknya disebut mobilitas intragenerasi.
e. Gerak social geografis
Gerak social ini adalah perpindahan individu atau kelompok dari satu daerah ke daerah yang lain seperti transmigrasi , urbanisasi,dan migrasi.
4. Faktor-faktor yang mempengaruhi mobilitas social
Mobilitas social dipengaruhi oleh factor-faktor berikut :
a. Perubahan kondisi social
Struktur kasta dan kelas dapat berubah dengan sendirinya karena adanya perubahan dari dalam dan dari luar masyarakat . Misalnya kemajuan teknolohi membuka kemungkinan timbulnya mobilitas ke atas. Perubahan ideology dapat menimbulkan stratifikasi baru
b. Ekspansi territorial dan gerak populasi
Ekspansi territorial dan perpindahan penduduk yang cepat membuktikan cirri fleksibilitas struktur stratifikasi dan mobilitas social , misalnya perkembangan kota , transmigrasi , bertambahnya dan berkurangnya penduduk.
c. Komunikasi yang bebas
Situasi-situasi yang menbatasi komunikasi antar strata yang beraneka ragam memperkokoh garis pembatas diantara strata yang ada dalam pertukaran pengertahuan dan pengalaman di antara mereka dan akan menghalangi mobilitas social. Sebaliknya , pendidikan dan komunikasi yang bebas serta efektif akan memudarkan semua batas garis dari strata social yang ada dan merangsang mobilitas sekaligus menerobos rintangan yang menghadang.
d. Pembagian kerja
Besarnya kemungkinan bagi terjadinya mobilitas dipengaruhi oleh tingkat pembagian kerja yang ada. Jika tingkat pembagian kerja tinggi dan sangat dispesialisasikan , maka mobilitas akan menjadi lemah dan menyulitkan orang bergerak dari satu strata ke strata yang lain kare spesialisasi pekerjaan menuntut keterampilan khusus. Kondisi ini memacu anggota masyarakatnya untuk lebih kuat berusaha agar dpaat menempati staus social.
5. Saluran-saluran mobilitas social
a. Angkatan bersenjata
Angkatan bersenjata apapun namanya di suatu Negara merupakan salah satu saluran mobilitas social. Angkatan bersenjata merupakan organisasi yang dapat digunakan untuk saluran mobilitas vertical ke atas mellaui tahapan yang disebut kenaikan pangkat.
b. Lembaga-lembaga keagamaan
Lembaga-lembaga keagamaan dapat mengangkat staus social seseorang, misalnya yang berjasa dalam perkembangan Agama seperti Kyai, Santri , Uztad , Biksu , Pendeta dan lain sebagainya
c. Lembaga pendidikan
Lembaga-lembaga pendidikan pada umumnya merupakan saluran yang konkrit dari mobilitas vertical ke atas, bahkan dianggap sebagai social elevator yang bergerak dari kedudukan yang rendah ke kedudukan yang lebih tinggi. Pendidikan memberikan kesempatan pada setiap orang untuk mendapatkan kedudukan yang lebih tinggi.
d. Organisasi politik
Seperti angkatan bersenjata organisasi politik memungkinkan anggotanya yang loyal dan berdedikasi tinggi untuk menempati jabatan yang lebih tinggi , sehingga status sosialnya meningkat.
e. Organisasi ekonomi
Organisasi ekonomi dapat meningkatkan tingkat pendapatan sseorang. Semakin besar prestasinya , maka semakin besar jabatannya. Karena jabatannya tinggi akibatnya pendapatannya bertambah. Karena pendapatannya bertambah akibatnya kekayaannya bertambah pula. Dan karena kekayaannya bertambah , status sosialnya di masyarakat meningkat.
f. Organisasi keahlian
Orang yang rajin menulis dan menyumbangkan pengetahuan kepada kelompok pasti statusnya akan dianggap lebih tinggi daripada pengguna biasa. Keterlibatan seseorang dalam suatu kelompok organisasi profesi atau keahlian mendorong yang bersangkutan mengalami perubahan social.
g. Perkawinan
Sebuah perkawinan dapat menaikkan status seseorang. Seseorang yang menikah dengan orang yang memiliki status terpandang akan dihormati karena pengaruh pasangannya. Demikian halnya bila sebaliknya. Oleh karena itu , banyak ditemukan dlama masyarakat perkawinan yang tidak didasarkan rasa cinta kedua belah pihak tetapi didasakan upaya peningktan status social masing-masing pihak.
6. Dampak mobilitas social
Gejala naik turunnya status social tentu memberikan konsekuensi-konsekuensi tertentu terhadap struktur social masyrakat. Konsekuensi-konsekuensi itu kemudian mendatangkan berbagai reaksi. Reaksi ini data berbentuk konflik. Ada berbagai macam konflik yang bisa muncul dalam masyarakat sebagai akibat terjadinya mobilitas :
a. Konflik antar kelas
Dalam masyarakat , terdapat lapisan-lapisan social karena ukuran-ukuran seperti kekayaan,kekuasaan dan pendidikan. Kelompok dalam lapisan-lapisan tadi disebut kelas social, apabila terjadi perbedaan kepentingan antar kelas-kelas social yang ada di masyarakat dalam mobilitas social maka akan muncul konflik antarkelas. Contohnya demostrasi buruh yang menuntut kenaikan upah, menggambarkan konflik antar kelas buruh dengan pengusaha
b. Konflik antarkelompok social
Di dlaam masyarakat terdapat pula kelompok social yang beraneka ragam. Diantaranya kelompok social berdasarkan ideology, profesi , agama , suku , dan ras. Bila salah satu kelompok berusaha untuk menguasai kelompok lain , maka akan timbul konflik. Contohnya tawuran pelajar, perang antar kampong , perang antar suku , perang antar geng dan lainnya.
c. Konflik antar generasi
Konflik antargenerasi terjadi antara generasi tua yang mempertahankan nilai-nilai lama dan generasi muda yang ingin mengadakan perubahan. Contoh : Pergaulan bebas yang saat ini banyak dilakukan kaum muda di Indonesia sangat bertentangan dengan nilai-nilai yang dianut generasi tua.
d. Penyesuaian kembali
Setiap konflik pada dasarnya ingin menguasai atau mengalahkan lawan. Bagi pihak-pihak yang berkonflik bila menyadari bahwa konflik itu lebih banyak merugikan kelompoknya, maka akn timbul penyelesaian kembali yang didasari oleh adanya rasa toleransi kembali yang didasari oleh adanya rasa toleransi atau rasa saling menghargai. Penyesuaian semacam ini disebut akomodasi.
e. Orang-orang akan berusaha untuk berprestasi atau berusaha untuk maju karena adanya kesempatan untuk pindah strata. Kesempatan ini mendorong orang untuk mau bersaing, dan bekerja keras agar dapat naik ke strata atas. Contohnya seorang anak miskin berusaha belajar dengan giat, agar mendapatkan kekayaan dimasa depan.
f. Mobilitas social akan lebih mempercepat tingkat perubahan social masyarakat kearah yang lebih baik.Moilitas social yang terjadi pada masyarakat bisa mengakibatkan munculnya perubahan menuju yang lebih baik pada masyarakat.
BAGIAN 2
Materi IPS Kelas XII
POLA PENYELESAIAN KONFLIK
Konflik dapat berpengaruh positif atau negative dan selalu ada dalam kehidupan. Oleh karena itu konflik hendaknya tidak serta merta harus di tiadakan. Persoalannya . bagaimana konflik itu bias di management sedemikian rupa sehingga tidak menimbulkan disentregrasi social. Cribbin (1985) , mengelaborasi tegadap tiga hal , yaitu mulai yang cara yang tidak efektif , yang efektif , dan yang paling efektif. Menurutnya , strategi yang di pandang paling tidak efektif , misalnya di tempuh cara :
1. Dengan paksaan strategi ini umumnya tidak disukai oleh kebnyakan orang . dengan paksaan , mungkin konflik bias di selesaikan dengan cepat , namun bias menimbulkan reaksi kemarahan atau reaksi negative lainnya.
2. Dengan penundaan. Cara ini bisa berakibat penyelesaian konflik sampai belarut-larut .
3. Dengan bujukan . bisa berakibat pisikologis , orang akan kebal dengan bujukan sehingga perselihan akan semakin tajam
4. Dengan koalisi yaitu suatu bentuk persekutuan untuk mengendalikan konflik . akan tetapi strategi ini bisa memaksakan orang untuk memihak , yang pada gilirannya bisa menambah kadar konflik-konflik sebuah “perang”
5. Dengan tawar-menawar distribusi. Strategi ini sering tidak menyelesaikan masalah karena masing-masing pihak saling melepaskan beberapa penting yang menjadi haknya , dan jika terjadi konflik mereka merasa menjadi korban konflik.
Strategi yang dipandang lebih efektif , dalam pengelolaan konflik meliputi :
1. Koesitensi damai yaitu mengendalikan konflik dengan cara tidak saling mengganggu dan saling merugikan denga n menetapkan peraturan yang mengacu pada perdamaian serta di tetapkan secara tetap dan konsekuen.
2. Dengan mediasi (perantaraa) . jika penyelesaian konflik menemukan jalan buntu , masing-masing pihak bisa menunjuk pihak ketiga untuk mnejadi perantara yang berperan secara jujur dan adil serta tidak memihak.
Sedangkan strategi yang dipandang efektif antara lain :
1. Tujuan sekutu besar , yaitu dengan melibatkan pihak-pihak yang terlibat konflik kearah tujuan yang lebih besar dan konflek. Misalnya dengan cara membangun sebuah kesadaran nasional yang lebih mantap ,
2. 2. Tawar menawar integrative , yaitu dengan mengiring pihak-pihak yang berkonflik , untuk lebih berkonsentrasi pada kepentingan yang luas dan tidak hanya berkisar pada kepentingan sempit , misalnya kepentingan individu , kelompok , golongan atau suku bangsa tertentu.
3. Pengendalian konflik dengan cara konsiliasi , terwujud melalui lembaga-lembaga tertentu yang memungkinkan tumbuhnya pola diskusi dan pengambilan keputusan di antara pihak-pihak yang berkonflik.
Lembaga yang dimaksud diharapkan berfungsi secara efektif , yang sedikitnya memenuhi empat hal yaitu :
1. Harus mampu mengambil keputusan secara otonom , tanpa campur tangan dari badan-badan lain.
2. 2. Lembaga harus bersifat monopolistis, dalam arti hanya lembaga itulah yang berfungsi demikian.
3. Lembaga harus mampu mengikat kepentingan bagi pihak-pihak yang berkonflik,
4. Lembaga tersebut harus bersifat demokratis
Pola penyelesaian konflik juga bisa dilakukan dengan menggunakan strategi seperti berikut :
1. Gunakan persaingan dalam penyelesaian konflik, bila tindakan cepat dan tegas itu pital, mengenai isu penting dimana tindakan tidak popular perlu dilaksanakan.
2. Gunakan kolaborasi untuk menemukan pemecahan masalah integrative bila kedua perangkat kepentingan terlalu penting untuk dikompromikan.
3. Gunakan penghindaran bila ada isyu sepele, atau ada isu lebih penting yang mendesak. Bila kita tidak adanya peluang bagi terpuaskannya kepentingan anda.
4. Gunakan akomodasi bila diketahui kita keliru dan untuk memungkinkan pendirian yang lebih baik didengar untuk belajar, dan untuk menunjukan kewajaran.
5. Gunakan kompromis bila tujuan penting, tetepi tidak layak mendapatkan upaya pendekatan-pendekatan yang lebih jelas disertai kemungkinan gangguan.
. Macam-macam pola pengelolaan konflik
Menurut penelitian Vliert dan Euwema , peneliatian-penelitian mengenai cara-cara penyelesaian konflik menggunakan klasifikasi yang berbeda.
Berpijak dari perbedaan budaya , nilai maupun adat kebiasaan , Ury , Brett , dan Goldberg mengajukan tiga model pengelolaan konflik , sebagai berikut :
1. Differing to status power
Individu dengan status yang lebih tinggi memiliki kekuasaan untuk mmebuat dan memaksakan solusi yang di tawarkan . Status social memegang peranan dalam menentukan aktivitas yang di lakukan .
2. Applying Regulations
Model I ni di tekankan oleh asumsi bahwa interaksi social di atur oleh hokum universal. Peraturan diterapkan secara merata pada seluruh anggota. Peraturan di bakukan untuk menggambarkan hukuman dan penghargaan yang di berikan berdasarkan perilaku yang di lakukan , bukan berdasarkan orang ya ng terlibat.
3. Integrating Interest
Model ini menekankan pada perhatian pihak yang terlibat , untuk membuat hasilnya lebih bermanfaat bagi mereka daripada tidak mendapatkan kesepakatan satupun .
Pola penyelesaian konflik bila di pandang dari sudut menang-kalah pada masing-masing pihak , maka ada empat bentuk pengelolaan konflik , yaitu :
1. Bentuk kalah-kalah(menghindari konflik )
Bentuk pertama ini menjelaskan cara mengatasi konflik dengan menghindari konflik dan mengabaikan masalh yang timbul. Atau bias berarti bahwa kedua blah pihak tidak sepakat untuk menyelesaikan konflik atau menemukan kesepakatan untuk mengatasi konflik tersebut.
2. Bentuk menang-kalah (persaingan)
Bentuk kedua ini memastikan bahwa satu pihak memenangkan konflik dan pihak lain kalah. Biasanya kekuasaan atau pengaruh digunakan untuk memastikan bahwa dalam konflik tersebut individu tersebut yang keluar sebagai pemenangnya.
3. Bentuk kalah-menang (mengakomodasi)
Agak berbeda dengan bentuk kedua, bentuk ketiga ini yaitu individu kalah-pihak lain menang ini berarti individu berada dalam posisi mengalah atau mengakomodasi kepentingan pihak lain. Gaya ini digunakan untuk menghindari kesulitan atau masalah yang lebih besar.
4. Bentuk menang-menang (kolaborasi)
Bentuk keempat ini disebut dengan gaya pengelolaan konflik kolaborasi. Tujuannya adalah mengatasi konflik dengan menciptakan penyelesaian melalui consensus atau kesepakatan bersama yang mengikat semua pihak yang bertikai.
Berbeda dengan pendapat di atas Hendricks (2001) mengemukakan lima gaya pengelolaan konflik yang diorientasikan dalam organisasi maupun perusahaan. Lima gaya yang dimaksud adalah:
1. Integrating (menyatukan,menggabungkan)
Individu yang memilih gaya ini melakukan tukar menukar informasi. Disini ada keinginan untuk mengamati perbedaan dan mencari solusi yank dapat diterima semua kelompok. Cara ini mendorong berfikr kreatif serta mengembangkan alternative memecahkan masalah.
2. Obliging (saling membantu)
Disebut juga karena kerelaan membantu . cara ini menempatkan nilai yang tinggi untuk orang lain smentara dirinya dinilai rendah. Kekuasaan diberikan pada orang lain.
3. Dominating (menguasai)
Tekanan gaya ini adalah pada diri sendiri. Kewajiban bias saja diabaikan demi kepentingan pribadi. Gaya ini meremehkan kepentingan orang lain. Biasanya berorientasi pada kekuasaaan dan penyelesaiannya cenderung dengan menggunakan kekuasaan .
4. Avoiding (menghindar)
Individu yang menggunakan gaya ini tidak mennempatkan nilai pada diri sendiri atau orang lain. Ini adalah gaya menghindar dari persoalan, termasuk didalamnya menghindar dari tanggung jawab.
5. C ‘o’ mpromising (kompromi)
Perhatian dalam diri sendiri atau orang lain berada dalam tingkat sedang.
Lebih lanjut Johnson & Johnson (1991) mengajukan beberapa gaya atau strategi dasar pengelolaan konflik yaitu :
1. Withdrawing (menarik diri). Individu yang menggunakan stratgi ini percaya bahwa lebih mudah menarik diri dari konflik dari pada menghadapinya. Mereka cenderung menarik diri untuk menghindari konflik.
2. Forcing (memaksa). Individu berusaha memaksa lawannya menerima solusi konflik yang ditawarkannya. Tujuan pribadinya dianggap sangat penting. Mereka menggunakan segala cara untuk mencapai tujuannya. Mereka tidak peduli akan kebutuhan dan minat orang lain, serta apakah orang lain itu menerima solusi mereka atau tidak .
3. Smoothing (melunak). Individu yang menggunakan strategi ini berpendapat bahwa pempertahankan hubungan dengan orang lain jauh lebih penting dibandingkan dengan pencapaian tujuan pribadi. Mereka ingin diterima dan dicintai. Mereka merasa bahwa konflik harus dihindari demi keharmonisan dan bahwa orang tidak akan dapat membicarakan konflik tanpa mengakibatkan rusaknya hubungan.
4. Compromising (kompromi). Strategi ini digunakan individu yang menaruh perhatian baik terhapat pribadinya sendiri maupun hubungan dengan orang lain. Mereka berusaha berkompromi, mengorbankan tujuannya sendiri dan mempengaruhi pihak lain untuk mengorbankan sebagian tujuannya juga.
5. Confronting (konfrontasi). Individu dengan tipe ini menaruh perhatian sangat tinggi terhadap tujuan pribadi maupun kelangsungan hubungan dengan orang lain. Mereka memandang konflik sebagai masalah yang harus dipecahkan dan solusi terhadap konflik haruslah mencapai tujuan pribadinya sendiri maupun tujuan orang lain.
Factor-faktor yang mempengaruhi pola penyelesaian konflik
Johnson & Johnson (1991) menyatakan beberapa hal yang harus diperhatikan bilamana seseorang terlibat dalam suatu konflik dan akibatnya menentukan bagaimana seseorang menyelesaikan konflik, sebagai berikut :
1. Tercapainya persetujuan yang dapat memuaskan kebutuhan serta tujuannya. Tiap orang memiliki tujuan pribadi yani ingin dicapai. Konflik bias terjadi karena tujuan dan kepentingan individuntuk menghalangi tujuan dan kepentingan individu lain.
2. Seberapa penting hubungan atau interaksi itu untuk dipertahankan. Dalam situasi social, yang didalamnya terdapat keterikatan interaksi, individu harus hidup bersama dengan orang lain dalam periode tertentu. Oleh karena itu diperlukan interaksi yang efektif selama beberapa waktu.
Factor-faktor lain yang berpengaruh terhadap pengelolaan konflik, seperti berikut ini :
1. Kepribadian individu yang terlibat konflik
Stenberg dan Soriono berpendapat bahwa gaya pengelolaan konflik seorang individu dapat diprediksi dari karakteristik intelektual dan kepribadiannya. Mereka menemukan bahwa subjek dengan skor itelektual yang rendah cenderung menggunakan aksi fisik dalam mengatasi konflik. Dari karakteristik kepribadian dapat diprediksi bahwa sujek dengan skor tinggi pda need for deference ( kebutuhan untuk mengikuti dan mendukung seseorang), need for abasement (kebutuhan untuk menyerah atau tunduk) dan need for order (kebutuha untuk membuat teratur) cenderung untuk memilih gaya-gaya pengelolaan konflik yang membuat konflik melunak. Sebaliknya subjek dengan skor tinggi pada need for autotomi (kebutuhan un tuk bebas dan lepas dari tekanan ) dan need for change (kebutuhan untuk membuat perubahan) memiliki kecenderungan untuk memilih paling tidak satu gaya pengelolaan konflik yang membuat konflik semakin intensif.
2. Situasional
Aspek situasi yang penting antara lain adalah perbedaan struktur kekuasaan, riwayat hubungan, lingkungan social, dan pihak ketiga. Apabila satu pihak memiliki kekuasaan lebih besar terhadap situasi konflik, maka besar kemungkinana akan diselesaikan dengan cara dominasi oleh pihak yang lebih kuat posisinya. Riwayat hubungan menunjuk pada pengalaman sebelumnya dengan pihak lain, skap dan kenyakinan terhadap pihak lain tersebut. Termasuk dalam aspek lingkingan social adalah norma-norma social dalam menghadapi konflik dan iklim social yang mendukung melunaknya konflik atau justru mempertajam konflik.
3. Interaksi
Digunakannya pendekatan disposisional saja dalam mencari pemahaman akan perilaku social dianggap mempunyai manfaat yang terbatas. Pendekatan yang lebih dominan dalam menerangkan perilaku social adalah interaksi dan saling mempengaruhinya determinan situasional dan disposisional.
4. Isu konflik
Tipe isu tertentu kurang mendukung rsolusi konflik yang konstruksif dibandingkan dengan isu yang lain. Tipe isu seperti ini meng
Rahkan partisipan konflik untuk memandang konflik sebagai permainan kalah-menang. Isu yang berhubungan dengan kekuasaan,status, kemenangan , dan kekalahan , pemilikan akan sesuatu tidak tersedia substitusinya, adalah termasuk tipe-tipe isu yang cenderung diselesaikan dengan hasil mennag kalah.
DAMPAK KONFLIK SOSIAL
DAMPAK POSITIF
1. Merperjelas batas-batas diri
Setiap orang dalam kehidupan bermasyarakat , memiliki tanggung jawab atas hak dan kewajiban yang mereka miliki. Hak adalah sesuatu yang menjadi milik seseorang. Misalnya hak-hak mereka memperoleh pekerjaan yang layak bagi ke manusia, hak untuk hidup , hak untuk berserikat dan berkumpul dan juga hak untuk mencintai dan dicintai.
Sedangkan kewajiban adalah sesuatu yang harus dilakukan oleh seseorang sebagai warga masyarakat.
Sopan berlalu lintas adalah wujud kebebasan yang dibatasi oleh kebebasan orang lain berlalu lintas. Dapat dikatakan secara sederhana jangan orang lain mengerem karena tindakan kita. Jika dalam berlalu lintas orang lain mengerem karena kendaraan kita berarti kita telah melanggar kebebasan orang lain dan itu berarti kita mengambil hak orang lain untuk kebebasan kita , tindakan demikian tidaklah benar.
2. Menguatnya solidaritas kelompok
Salah satu upaya menguatkan solidaritas dalam kelompok adalah membuat musuh bersama bagi kelompoknya. Misalnya dalam memperjuangkan kemerdekaan bagi bangsa Indonesia, pemimpin bangsa ini menjadikan penjajah Belanda sebagai musuh bangsa Indonesia.
3. Hikmah di balik konflik
Kata yang sering kita dengar “ambillah hikmah dibalik peristiwa yang terjadi” . adalah ungkapan yang sangat tepat untuk menjelaskan adanya hikmah dibalik konflik yang terjadi. Misalnya konflik Suku dayak dan Madura di Sampit akan memberikan hikmah bagi kedua belah pihak untuk lebih berjati-hati dalam hubungan social dalam kehidupan bermasyarakat.
EKSES KONFLIK ( DAMPAK NEGATIF)
Ekses konflik akibat negative yang terjadi dengan adanya konflik. Ekses ini dapat di kategorikan menjadi beberapa hal berikut ini :
1. Perpecahan
Akibat negative dari konflik adalah terjadinya perpecahan dalam banyak hal dan peristiwa.
2. Permusuhan
Konflik yang tidak terselesaikan dengan baik dapat berakses bagi terjadinya permusuhan. Dendam selama ini ada akan tetap tersimpaan dan tdendam tersebut sebagai biang keladi bagi terjadinya permusuhan. Ungkapan hutang darah dibayar darah , hutang nyawa dibayar nyawa , adalah ungkapan permusuhan yang ditimbulkan oleh konflik yang tidak terselesaikan dengan baik.
Konflik dapat terjadi antar individu dengan individu ; individu dengan kelompok maupun kelompok dengan kelompok, demikian juga halnya permusuhan tersebut dapat terjadi antar individu yang lain , misalnya berebut gadis antara kedua remaja laki-laki, dapat berakhir dengan perkelahian dan bahkan sampai terjadi pembunuhan diantara mereka yang berebut seorang gadis.
3. Balas dendam
Dendam merupakan gejala yang banyak kita dpaatkan dari konflik yang terjadi , mereka berharap suatu saat dapat membalas kekalahan yang dia alami. Balas dendam biasanya menungggu kesempatan dimana lawan konflik dalam keadaan lengah atau tidak berdaya . Di beberapa masyarakat balas dendam sering merupakan kewajiban bagi keturunan dan bahkan di anggap sebagai keharusan dalam menghormati orang tua atau leluhurnya , mana kala keluarga atau kelompoknya pernah dipermaluka. Siriik misalnya di suatu masyarakat adalah suatu kewajiban balas dendam yang harus dilakukan sebagai kewajiban manakala keluarga ada anggota yang di bunuh atau dipermalukan di depan umum.
4. Kekerasan
Kekerasan merupakan tindakan fisik dan non fisik yang ditujukan kepada orang lain yang lebih lemah keberadaannya. Mereka yang lebih kuat lebih berkuasa melakukan tindakan kekerasan pada pihak lain yang lebih lemah atau berada di bawah kekuasaannya. Kekerasan dapat terjadi di lingkungan mana saja seperti kekerasan rumah tangga atau keluarga, kekerasan dalam tempat kerja maupun di lembaga pendidikan smei militer dan militer.
5. Perubahan kepribadian
Perubahan dimungkinkan terjadi akibat konflik yang ada , hal ini terkait dengan keseimbangan psikologis dan sisiologis dari yang bersangkutan. Secara psikologis apakah terdapat kekecewaan, tekanan bathin dan stress maupun perasaan bersalah yang berkepanjangan. Secara sisiologis apakah hubungan social diantara mereka terganggu atau tidak. Misalnya perceraian orang tua akan berdampak buruk kepada anak-anaknya, figure orang tua sanagt penting kepada anak-anak.
6. Jatuhnya korban
Korban berjatuhan dapat dimungkinkan sebagai akibat dari konflik yang ada. Anak-anak menjadi kkorban perceraian ayah dan ibu . konflik antar suku banyak yang meninggal dun ia karena terkena senjata tajam pada waktu konflik terbuka terjadi. Jatuhnya korban tidak selamanya berupa nyawa, akan tetapi juga bisa berupa barang, kekayaan harta benda dan berbagai sarana prasarana yang ada yang menjadi sasaran tindak pengrusakan yang terjadi pada waktu konflik tersebut terbuka.
7. Dominasi yang kuat atas yang lemah
Hasil dari konflik yang ada adalah kemenangan atau kekalaha n bagi salah satu pihak yang berkonflik. Kenyataan demikian membuat mereka yang menang akan menguasai kelompok yang kalah dan kelompok yang kalah akan berada di bawah kekuasaan yang menang
Materi IPS Kelas XI
PERKEMBANGAN KOLONIALISME DAN IMPERALISME
BARAT SERTA PENGARUH YANG DI TIMBULKAN DI BERBAGAI DAERAH
1. Masuknya kekuatan –kekuatan asing di Indonesia
Berkembangnay pengaruh paham – paham bangsa eropa di dunia timur termasuk Indonesia, tidak terlepas dari keadaan eropa saat itu. Kedatangan bangsa eropa ke dunia timur salah satu penyebabnya asalah karena ada rempah-rempah.Salah satu bangsa yang merupakan sumber pengahasil rempah-rempah adalah Indonesia. Disamping itu , kedatangan bangsa eropa ke dunia timur termasuk Indonesia juga tidak terlepas dari kondisi sebagai akibat dari revolusi prancis, revolusi industry dan merkantilisme yang berdampak pada dunia internasional.
1. Revolusi Perancis ( 14 Juli 1789 ) , merupakan revolusi social dan politik akibat tindakan absolutism ( tindakan semena-mena raja terhadap rakyat ) yang ditandai dengan penyerangan penjara Bastile. Semboyan Revolusi Perancis adalah Liberte(kebebasan) , Egolite (Persamaan) , dan fraterinte (Persaudaraan). Revoluis perancis sangat berpengaruh terhadap berbagai bidang kehidupan baik bagi perancis maupun dunia Internasional
Dampak revolusi perancis bagi dunia internasional adalah :
1. Bidang politik
o Tersebarnya paham liberalism
o Meluasnya perkembangan paham demokrasi
o Meluasnya perkembangan paham nasionalisme
o Berkembangnya ide aksi revolusioner
2. Bidang ekonomi
o Timbulnya industry-industri di Eropa
o Kehidupan perdagangan beralih dari pantai ke daerah pedalaman
o Inggris kehilangan pasar di eropa karena Perancis menjalankan Politik continental
3. Bidang social
o Penghapusan Feodalisme
o Pendidikan dan pengajaran merata di semua lapisan masyarakat
o Berkembangnya hak Asasi Manusia di dunia
2. Revolusi Industri , merupakan suatu istilah yang menandai perubahan yang radikal dan cepat terhadap perkembangan kemampuan manusia dalam menciptakan peralatan kerja untuk meningkatkan hasil produksi. Revolusi industry mula-mula berkembang di Inggris kemudian berkembang ke daratan Eropa dan menyebar ke seluruh penjuru dunia.
Akibat dari revolusi industry adalah :
ü Munculnya industry secara besar-besaran
ü Timbulnya imperialism modern , Negara penjajah mencari gtanah jajahan karena terdorong oleh kepentingan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan industry yaitu mencari bahan mentah dan memasarkan hasil industry.
3. Merkantilisme , merupakan cara untuk mengatur kegiatan ekonomi dalam pertumbuhan kapitalisme pada awal zaman modern di eropa dengan cara
ü Berusaha memiliki logam mulia sebanyak-banyaknya
ü Menggalakan perdagangan luar negeri
ü Menggalakan kegiatan industry dengan mengubah bahan baku menjadi bahan jadi
ü Menggalakan pertambahan penduduk
ü Negara mengawasi perkembangan ekonomi
Kekuatan-kekuatan asing yang masuk ke Indonesia adalah ekspidisi pelayaran yang dilakukan oleh bangsa barat yaitu Perancis , Spanyol , Belanda dan Inggris sejak akhir abad 15-16 masa ini id sebut Abad Penjelajahan Samudra.
Beberapa factor pendorong penjelajahan bangsa Eropa adalah ;
a. Kisah perjalanan Marcopolo ( 1254-1324) seorang pedagang dari Venesia , Italia ke Cina yang dituangkan dalam buku “Book Of Various Experience” mengisahkan tentang keajaiban dunia atau Imago Mundi
b. Jatuhnya Konstatinopel , ibukota Romawi Timur ke tanagn Kesultanan Turki tahun 1453 menyebabkan terputusnya hubungan dagang ke dunia timur. Bangsa barat berusaha mencari jalan sendiri ke pusat rempah-rempah di Asia
c. Adanya semangat penaklukan terhadap orang-orang yang beragama Islam serta membuat daerah-daerah kekkuasaan yang dimiliki kerajaan-kerajaan islam tersebut.
d. Berkembangnya teknik pelayaran dan penemuan kompas. Kompas dapat berfungsi menentukan arah dan posisi laut. Mereka menciptakan kapal yang lebih mudah dan lebih cepat digerakkan dengan memperbaiki konstruksi kapal serta memadukan layar yang berbentuk segi tiga dengan tali temali persegi
e. Penemuan Copernicus yang didukung oleh Galileo-galileo menyatakan bahwa bumi ini bulat. Pendapat ini memperkuat keberanian para pelaut karena orang yang berlayar ke dunia timur tidak kan tersesat.
f. Adanya keinginan untuk mengetahui lebih jauh mengenai rahasia alam semesta , keadaan geografi , dan banngsa-bangsa yang tinggal di belahan bumi yang lain.
g. Ingin memperoleh keuntungan/kekayan sebanyak-banyaknya.
PENJELAJAHAN BANGSA-BANGSA EROPA SEJAK AKHIR ABAD 15
a. Penjelajahan bangsa portugis
Pelopor penjelajahan bangsa portugis adalah Pangeran Henry “Pelaut” (1294-1460) yang sampai di pantai Barat Afrika dan mereka menemukan emas di Afrika. Pada tahun 1487 Bartholomeus Diaz mencapai ujung Afrika Selatan yang disebut Tanjung Harapan. Penjelajahan ini lalu diteruskan oleh Vasco da Gama (1497-1499) sampai di Goa(India). Dari india para penjelajah kembali ke Lisabon/Lisboa dengan membawa barang dagangan yang sangat berharga.
b. Spanyol
Apabila portugis menjelajah ke Selatan lalu ke timur , Bangsa Spanyol berlayar ke arah barat. Dasar penjelajahan kedua bangsa tersebut adalah kesepakatan/perjanjian Thordesillas tahun 1492 setelah spanyol dan portugis sepakat meminta restu Paus untuk menyebarkan ajaran agama Katolik ke seluruh dunia
Isi perjanjian Thordesilla menetapkan : Portugis berlayar ke Timur dan Spanyol ke barat masing-masing dari kepulauan Tanjung Verdee yang terletak di sebelah barat Afrika.
Para penjelajah samudra yang berasal dari Spanyol antara lain adalah : Columbus dan Magehaens . Columbus melakukan empat kali pelayaran ke Amerika antara tahun 1492-1502 dan menemukan kepulauan Karibia. Sedangkan untuk pelayaran Magelhaens ia berlayar dari Spanyol ke arah barat daya melintasi Samodra Atlantik sampai di ujung selatan Amerika yang disebut selat Magelhaens kemuadian menyeberangi samodra Pasifik, dan mendarat di Philipina tahun 1521. Magelhaends terbunuh. Pelayaran dilanjutkan oleh Sebastian del Cano yang tiba dimaluku pada tahun 1522. Pelayaran magelhaens berpengaruh bagi dunia ilmu pengetahuan yaitu :
o Bukti bahwa bumi itu bulat
o Samodra Pasifik semakin luas
o Bumi ini lebih besar dibandingkan dengan keadaan yang selama ini dipercaya orang
Untuk menghindari permusuhan antara kedua Negara tersebut ., maka diperbaharuilah perjanjian Thordesillas menjadi perjanjian Saragosa pada tahun 1521
Isi perjanjian Saragosa adalah :
a. Daerah kekuasaan dan pelayaran Portugis adalah dari Brazilia ke Timur sampai Halmahera
b. Spanyol berkuasa atas mexico ke barat terus sampai Philipina.
c. Belanda
Pada tahun 1580 Portugis diduduki oleh spanyol sementara itu Belanda terlibat perang kemerdekaan melawan Spanyol tahun 1568-1648 maka oleh spanyol para padagang belanda tidak di izinkan membeli rempah-rempah yang berpusat di Lisabon. Para pedagang Belanda kemudian berusaha mencarikan sendiri pusat rempah-rempah di dunia timur. Para petualang Belanda beruntung karena mereka memperoleh informasi perjalanan bangsa Portugis ke Asia dan Indonesia Dari Jan Huygen Van Linschoten , seorang penjelajah belanda yang ikut pelayaran Portugis sampai di Indonesia.
Pada tahun 1596 , Cornelis de Houtman dengan empat buah kapal berawak kapal 249 orang mendarat di Banten. Kehadiran Belanda di Nusantara di mengawali penjajahan di Indonesia ditandai dengan terbentuknya VOC(Verenigde Oost Indishe Compagnie) tahun 1602.
d. Inggris
Oleh pemerintahan Belanda , VOC diberi oktroi (hak-hak istimewa ) sebagai berikut :
1. Dianggap sebagai wakil pemerintah BElanda di Asia
2. Monopoli perdagangan
3. Mencetak uang mengedarkan uang sendiri
4. Mengadakan perjanjian
5. Menaklukan perang dengan Negara lain
6. Menjalankan kekuasaan kehakiman
7. Pemungutan pajak
8. Memiliki angkatan perang sendiri
9. Mengadakan pemerintahan sendiri
Untuk melaksanakan kekuasaan di Indonesia di angkatlah jabatan Gubernur jenderal VOC antara lain :
a. Pieter Both , merupakan Gubernur Jenderal VOC pertama yang memerintah tahun 1610-1619 di Ambon
b. Jan Pieterzoon Coen , merupakan Gubernur Jenderal kedua yang memindahkan pusat VOC dari Ambon ke Jayakarta .
Cara belanda memperoleh monopoli perdagangan di Indonesia antara lain yaitu :
a.Melakukan pelayaran hongi untuk memberantas penyelundupan. Tindakan yang dilakukan VOC adalah merampas setiap kapal penduduk yang menjual langsung rempah-rempah kepada pedagang asing , seperti Inggris , Perancis , dan Denmark.
b.Melakukan Ekstirpasi , yaitu penebangan tanaman milik rakyat . tujuannya adalah mempertahankan agar harga rempah-rempah tidak merosot bila hasil panen berlebihan .
c.Perjanjian dengan raja-raja setempat terutama yang kalang perang wajib menyerahkan hasil bumi yang dibutuhkan VOC dengan harga yang ditetapkan VOC . penyerahan wajib itu disebut “Verplichte Leverantien”.
d.Rakyat wajib menyerahkan hasil bumi sebagai pajak yang disebut dengan istilah Contingenten Dalam melaksanakan pemerintahan VOC banyak mempergunakan tenaga Bupati , sedangkan bangsa Cina dipercaya untuk pemungutan pajak dengan cara menyewakan desa untuk beberapa tahun lamanya.
Pada pertengahan Abad ke 18 VOC mengalami kemunduran karena beberapa sebab sehingga dibubarkan
a.Banyak pegawai VOC yang curang dan korupsi
b.Banyak pengeluaran untuk biaya perang contoh perang melawaan Hasanuddin di Gowa
c. Banyaknya gaji yang harus di bayar karena kekuasaan yang luas membuuhkan pegawai
yang sangat banyak
d.Pembayaran Devident bagi pemegang saham turut memberatkan setelah pemasuan
VOC berkurang
e Bertambahnya saingan dagang di Asia terutama Inggris dan Perancis
f.Perubahan politik di Belanda dengan berdirinya Republik Bataaf 1795 yang demokratis dan liberal mengajurkan perdagangan bebas Dengan alasan tersebut , VOC dibubarkan pada tanggal 31 Desember 1799 dengan hutang 136,7 juta gulden .
3. TERBENTUKNYA PEMERINTAHAN KOLONIAL HINDIA BELANDA .
Situasi di Eropa membawa perubahan pemerintahan di Belanda. Pada tahun 1975 tentara Perancis menyerbu Belanda sehhingga pangeran Willem V melarikan diri ke Inggris. Kerajaan Belanda sekanjutnya di pimpin oleh Louis Napoleon , adik Napoleon Bonaparte , kaisar Perancis. Louis Napoleon kemudian mengankat gubernur Jenderal untuk memerintah daerah colonial Hindia Belanda bersama Herman Willem Daendels.
a. Masa pemerintahan H.W daendels di Indonesia (1808-1811)
Pada masa Daendels berkuasa , Perancis bermusuhan dengan Inggris dalam perang koalisi d Eropa. Maka tugas utama Daendels di Hindia Belanda adalah mempertahankan pulau Jawa dari serangan pasukan Inggris. Untuk melaksanakan tugas tersebut , langkah-langkah yang ditempuh adalah sebagai berikut :
1. BIDANG PERTAHANAN
a.Menambah jumlah prajurit menjdi 18.000 yang sebagian besar dari suku-suku bangsa Indonesia
b.Membangun benteng di beberapa kota dan pusat pertahannya di Kalijati Bandung
c.Membangun jalan raya dari Anyer sampai penarukan kurang lebih 1000 KM yang di selesaikan dalam waktu 1 tahun dengan kerja paksa/rodi di setiap 7 KM di bnagun pos jaga.
d. Membangun armada laut dan pelabuhan armada dengan pusat di Surabaya
2. BIDANG KEUANGAN
a. Mengeluarkan mata uang kertas
b. Menjual tanah produktif milik rakyat kepada swasta sehingga muncul tanah swasta (partikelir) yang banyak dimiliki orang Cina , Arab dan Belanda
c. Meningkatkan pemasukan uang dengan cara-cara sebelumnya yaitu memborongkan pungutan pajak , Contingenten dan penanaman kopi.
3. BIDANG PEMERINTAHAN
a. Membentuk secretariat Negara untuk membereskan administrasi Negara
b. Kedudukan bupati sebagai penguasa tradisional diubah menjadi pegawai pemerintahan dan digaji
c. Memindahkan pusat pemerintahan dari Sunda Kelapa ke Welterren “(sekarang Gedung Mahkamah Agung di Jakarta)”
d. Pulau jawa dibagi menjadi 9 wilayah
e. Membangun kantor-kantor pengadilan
Sisi negative pemerintahan Daendels adalah membiarkan terus praktek perbudakan serta hubungan dengan raja-raja di jawa yang buruk , sehingga menimbulkan perlawanan.
b. Masa pemerintahan Thomas stamfort Raffles di Indonesia 1811-1816
Pada tahun 1811 pimpinan Inggris di India yaitu Lord Muito memerinytahkan Thomas raffles yang berkedudukan di Penang untuk menguasai pulau Jawa. Dengan mengerahkan 60 kapal , Inggris berhasil meduduki Batavia pada tanggal 26 Agustus 1811 dan pada tanggal 18 september 1811 Belanda menyerah melalui kapitulasi tuntang .
Isi kapitulasi tuntang adalah :
1. Pulau jawa dan sekitarnya di kuasai Inggris
2. Semua tentara belanda menjadi tawanan Inggris
3. Orang Belanda daoat dijadikan pegawai Inggris
Raffles diangkat sebagai Letnan Gubernur dengan tugas mengatur pemerintahan dari peningkatan perdagangan dan keamanan.
A. Bidang pemerintahan
o Membagi pulau jawa menjadi 18 Keresidenan
o Mengangkat bupati menjadi pegawai negeri yang digaji
o Mempraktekkan system yuri dalam pengadilan seprti di Inggris
o Melarang adanya perbudakan
o Membangun pusat pemerintahan di Istana Bogor
B. Bidang perekonomian dan keuangan
o Melaksanakan system sewa tanah (Land Rente) , tindakan ini didasarkan pada pendapatan bahwa pemerintah Inggris adalah yang berkuasa atas semua tanah , sehingga penduduk yang menepati tanah wajib membayar pajak
o Meneruskan usaha yang pernah dilakukan belanda misalnya penjualan tanah kepada swasta , serta penanaman kopi
o Melakukan penanaman bebas , melibatkan rakyat ikut serta dalam perdagangan.
o Memonopoli garam agar tidak dipermainkan dalam perdagangan karena sangat penting bagi rakyat
o Menghapus segala penyerahan wajib dan kerja rodi
Mengapa pemerintahan Raffles hanya bertahan sampai tahun 1816 ? Keadaan di negeri jajahan sangatlah bergantung pada kondisi di Eropa. Pada tahun 1814 Napoleon Boneparte kalah melawan raja-raja di Eropa dalam perang koalisi. Untuk memulihkan keadaan di eropa maka di adakan kongres Wina 1814 sedangkan antara Inggris dan Belanda ditindaklanjuti.
Convention of London 1814 berisi :
o Belanda menerima kembali jajahnnya yang diserahkan kepada Inggris dalam Kapitulasi Tuntang
o Inggris memperoleh tanjung Harapan dan srilangka dari Belanda
Pada tahun 1824 Inggris dan Belanda kembali berunding melalui Treaty of London tahun 1824 isinya antara lain menegaskan :
o Belanda memberikan malaka kepada Inggris dan sebaliknya Inngris memberikan Bengkulu kepada belanda.
o Belanda dapat berkuasa di sebelah selatan garis parallel Singapura sedangkan Inggris disebelah utaranya.
4. BERLAKUNYA SYSTEM TANAM PAKSA DAN USAHA SWASTA
Ketentuan-ketentuan pokok dalam tanam paksa adalah :
o Penduduk diharuskan menyediakan sebagian tanahnya untuk tanaman yang laku dijual ke Eropa
o Tanah yang di pergunakan tidak melebihi 1/5 tanah yang dimiliki penduduk desa
o Waktu untuk memelihara tanman tidak melebihi waktu yang dipergunakan untuk memelihara tanaman padi
o Bagian tanah yang ditanami tersebut bebas pajak
o Bila hasil bumi melebihi nilai pajak yang harus dibayar rakyat maka kelebihan hasil bumi tersebut diberikan kepada rakyat
o Jika gagal panen yang tidak disebabkan oleh kesalahan petani maka kerugian ditanggung pemerintah
o Penduduk yang bukan petani wajib bekerja dikebun , pabrik atau pengangkutan untuk kepentingan belanda.
Penyimpangan terhadap aturan tanam paksa menimbulkan reaksi , berbagai pihak menuntut dihapuskan. Reaksi terhadap penyimpangan tanam paksa antara lain datang dari :
A. Golongan humanis yang berjuang untuk kemanusiaan yaitu :
o Baron Van Houvel , seorang pendeta yang mengungkapkan kesengsaraan rakyat akibat tanam paksa baik di majalah , forum pertemuan maupun di DPR Belanda
o Eduard Douwes Dekker dengan nama samara Multatuli
B. Golongan penguasa swasta Belanda yang menghendaki adanya kebebasan berusaha di Indonesia melalui sidang parlemen di Belanda.
SYSTEM USAHA SWASTA
Dengan kemenangan golongan liberal di parlemen Belanda maka mulai ditetapkan system ekonomi liberal yang ditandai dengan masuknya nodal asing ke Indonesia . masa itu disebut Politik Pintu Terbuka atau politik ekonomi liberal colonial dilandasi oleh beberapa undang-undang antara lain:
ü Comptabiliteitswet tahun 1867 yang menyatakan bahwa anggaran belnja hindia-belanda harus ditetapkan dengan undang-undang , jadi dengan persetujuan parlemen belanda.
ü Suikerwet 1870 (UU gula) berisi ketetapan bahwa tanaman tebu sebagai tanaman monopoli pemerintah berangsur-angsur akan dihilangkan sehingga di pulau jawa dapat diusahakan oleh pengusaha swasta.
ü Agrarichwet 1870 (UU Agraria) berisi antara lain :
o Tanah di Indonesia di bedakan menjadi 2 bagian yaitu tanah rakyat dan tanah pemerintah
o Tanah rakyat dibedakan atas tanah milik yang sifatnya bebas dan tanah desa yang tidak bebas. Tanah rakyat tidak boleh dijual kepada bangsa asing , hanya boleh disewakan.
o Tanah pemerintah dapat dijual untuk tanah milik(eigendom) atau disewakan selama 75 tahun.
Adapun tujuan dari UU Agraria adalah melindungi petani agar tidak kehilangan tanahnya serta membuka peluang orang asing untuk menyewa tanah dari rakyat Indonesia.
5. AKIBAT PERLUASAN KOLONIALISME DAN IMPERALISME DI INDONESIA
Masuknya kekuasaan bangsa asing di Indonesia , telah menyebabkan perubahan tatanan politik , social , ekonomi , dan budaya bagi bangsa Indonesia sebagai berikut :
a. POLITIK .
Baik Daendels maupun Raffles telah meletakkan dasar pemerintahan modern. Para bupati dijadikan pegewai negeri an diberi gaji , padahal menurut adat kedudukan bupati adalah turun temurun dan mendapat upeti dari rakyat..
Belanda dan Inggris juga melakukan intervensi terhadap persoalan kerajaan , misalnya soal pergantian tahta kerajaan sehingga imperialis mendominasi politik di Indonesia. Akibatnya peranan elite kerajaan berkurang dalam bidang politik , bahkan kekuasaan pribumi mulai runtuh.
b. SOSIAL EKONOMI .
Ekspolitasi ekonomi yang dilakukan bangsa barat membawa berbagai dampak bagi bangsa Indonesia. Munculnya monopoli dagang VOC menyebabkan mundurnya perdagangan nusantara di panggung perdagangan internasional . peranan syahbandar di gantikan oleh para pejabat Belanda.
Dengan dilaksanakannya politik pintu terbuka , maka :
o Pengusaha pribumi yang modalnya kecil kalah bersaing sehingga gulung tikar.
o Perkebunan di Jawa berkembang sedangkan di Sumatra kesulitan tenaga kerja sehingga dilakukan program transmigrasi
o Untuk mendukung program penanaman modal Barat di Indonesia pemerintah Belanda membangun : Irigasi , waduk , jalan raya , jalan kereta api. Untuk pembangunan tersebut digunakan tenaga secara paksa dengan system rodi
o Dengan memperkenalkan system sewa tanah , terjadi pergeseran dari sitem ekonomi barang ke system ekonomi uang yang juga menyebar di kalangan petani.
o Daerah Indonesia terisolasi di laut sehingga kehidupan berkembang ke pedalaman.
c. BUDAYA.
o Tindakan pemerintah Belanda untuk mneghapus kedudukan menurut alat penguasa pribumi dan menjadikan mereka pegawai pemerintah, meruntuhkan kewibawaan tradisional penguasa pribumi.
o Upacara dan tatacara yang berlkau di istana kerajaan juga disederhanakan dengan demikian ikatan tradisi dalam kehidupan pribumi menjadi lemah
o Dengan merosotnya peranan politik maka para elit politik baik raja maupun bangsawan mengalihkan perhatiannya ke bidang senibudaya.
Kegiatan Belajar 2 : PERLAWANAN DI BERBAGAI DAERAH DI INDONESIA DALAM MENENTANG DOMINASI ASING PADA ABAD 19.
1. PERLAWANAN RAKYAT MALUKU TAHUN 1817
Tindakan sewenang-wenang yang dilakukan VOC di Maluku kembali di lanjutkan oleh pemerintah colonial belanda setelah berkuasa kembali pada tahun 1816 dengan berakhirnya pemerintah Inggris di Indonesia tahun 1811-1816. Berbagai tindakan yang dilakukan oleh pemerintah Kolonial Belanda yang dapat menyebabkan timbulnya perlawanan rakyat Maluku.
o Penduduk wajib kerja paksa untuk kepentingan Belanda misalnya di perkebunan-perkebunan dan membuat garam
o Penyerahan wajib berupa ikan asin , dendeng dan kopi
o Banyak guru dan pegawai pemerintah diberhentikan dan sekolah hanya dibuka dikota-kota besar saja
o Jumlah pendeta dikurangi sehingga kegiatan menjalankan ibadah menjadi terhalang
o Secara khusus yang menyebabkan kemarahan rakyat adlaah penolakan Residen Van Den Berg terhadap tuntunan rakyat untuk membayar harga perahu yang dipisah sesuai dengan harga sebenarnya.
2. PERANG PADRI TAHUN 1821-1827
Istilah Padri berasal dari kata “Padre” yang berarti Utama. Pada mulanya perang Padri merupakan perang perang saudara antara para ulama berhadapan dengan kaum adat. Setelah belanda ikut campur yang semula membantu kaum adat berubahlah perang itu menjadi perang colonial.
a.Pertentangan antara kaum padre dan kaum adat dapat dikemukakan sebab-sebabnya sebagai berikut :
Kaum adat adalah kelompok masyarakat yang walaupun telah memeluk agama islam namun masih teguh memegang adat dan kebiasaan-kebiasaan lama yang bertentangan dengan ajaran islam.
Menurut hukum islam maka pembagian warisan itu berdasarkan garis patrilineal (garis keturunan ayah) . sedangkan kebiasaan lama yang buruk dan bertentangan dengan agama adalah judi , menyabung ayam , serta minum minuman keras. Salah seorang pemimpin kaum adat adalah Datuk Sati.
Kaum PAdri adalah kelompok masyarakat Islam di Sumatra barat yang telah menunaikan ibadah haji di Mekkah. Terpengaruh oleh gerakan Wahabi mereka berusaha hidup sesuai dengan ajaran Al’quran dan HAdist , berusaha melakukan pembersihan terhadap tindakan-tindakan masyarakat yang menyimpang dari ajaran tersebut.
Dengan perbedaan yang cukup mendasar tersebut , terjadilah perebutan pengaruh antara kaum adat dan kaum padre di tengah-tengah masyarakat.
b. Jalannya perang padri
I. Tahun 1821-1825
Pada bulan April tahun 1821 terjadi pertempuran antara kaum Padri melawan Belanda dan kaum Adat di Sulit Air dekat danau Singkarak. Belanda mengirimkan tentaranya dari Batavia di bawah pimpinan Letkol Raaf dan berhasil menduduki Batusangkar dekat Pangaruyung lalu mendirikan benteng yang bernama Fort Van Der Capellen. Pada tahun 1824 dan 1825 terjadi perjanjian perdamaian antara Belanda dengan Kaum Padri di Padang yang pada pokonya tidak akan saling menyerang.
II. Tahun 1825-1830
Pada periode ini belanda juga sedang menghadapi perang Diponogoro sehingga perjanjian perdamaian di atas sangat menguntungkan belanda. Untuk menghadapi Kaum PAdri , Belanda membangun benteng disebut Fort De Kock di Bukittinggi.
III. Tahun 1831-1837
Belanda bertekad mengakhiri perang padri setelah dapat memadamkan Perang Diponegoro. Tindakan yang dilakukan belanda adalah mendatangkan pasukan pimpinan oleh Letnan Kolonel Elout kemudian Mayor Micheals dengan tugas pokok menundukkan Kaum Padri yang berpusat di Ketiangan dekat Tiku. Pada tanggal 25 Oktober 1833 , Belanda menawarkan siasat perdamaian dengan mengeluarkan Plakat Panjang yang isinya sebagai berikut :
o Belanda ingin menghentikan perang
o Tidak akan mencampuri urusan dalam negeri minangkabau
o Masalah kopi,lada dan garam akan ditertibkan
Imam bonjol tetap waspada dengan siasat belanda itu. Setelah tahun 1834 terjadi lagi serangan sasaran utama serangan Belanda adalah benteng Bonjol yang dapat direbutnya pada tanggal 16 Agustus 1837. Belanda mengajak Imam Bonjol berunding namun kemudian ditangkap. Ia dibawa ke Batavia lalu dipindahkan ke Minahasa sampai wafatnya tahun 1864 dalam usia 92 tahun. Perlawanan di lanjutkan oleh Tuanku tambusi yang dapat dikalahkan belanda tahun 1838.
3. PERANG DIPONEGORO TAHUN 1825-1830
A. LATAR BELAKANG PERLAWANAN
Nama asli pangeran Diponegoro adalah Raden Mas ontowiryo, putra Sultan Hamengku Buwono III. Karena pengaruh Belanda sudah sedemikian besarnya di istana maka Diponegoro lebih senang tinggal di rumah buyutnya di Desa Tegalrejo.
Secara umum , sebab-sebab perlawanan Diponegoro dan para pengikutnya adalah sebagai berikut :
§ Adat kebiasaan keraton tidak dihiraukan para pembesar Belanda duduk sejajar dengan Sultan
§ Masuknya pengaruh budaya barat meresahkan para ulama serta golongan bangsawan. Misalnya pesta dansa sampai larut malam minum minuman keras.
§ Para bangsawan mereka dirugikan karena pada tahun 1823 Belanda menghentikan system hak sewa tanah para bangsawan oleh pengusaha swasta. Akibatnya para bangsawan harus mengembalikan uang sewa yang telah diterimanya.
§ Banyaknya macam pajak yang membebani rakyat misalnya pajak tanah , pajak rumah , pajak ternak dll.
B. JALAN PERANG
Diponegoro memusatkan pertahanannya di Bukit selarong , sementara itu keluarganya diungsikan ke daerah Deksa. Perlawanan di ponegoro diikuti oleh para petani , para ulama , maupun bangsawan. Pengikut pangeran diponegoro antara lain : Kyai Mojo dari Surakarta , Kyai Hasan Beasri dari Kedu . pertempuran meluas sampai di Banyumas, Pekalongan , Semarang ,Rembang , Madiun dan Pacita.
Bagaimana siasat Belanda untuk mematahkan Perlawanan Diponegoro ? Menghadapi perang Gerilya yang dilakukan pasukan Diponegoro, Belanda menggunakan taktik Benteng Stelsel . Apa Tujuan Belanda ?
Benteng Stelsel adalah taktik yang dilakukan dengan cara mendirikan benteng sebagai pusat pertahanan di daerah yang didudukinya untuk mempersempit ruang gerak perlawanan DIPONEGORO. Selain itu Jendral De Kock menetapkan Magelang sebagai pusat kekuatan militernya. Siasat ini cukup berhasil , beberapa pengikut diponegoro tertangkap dan menyerah. Kyai Mojo berunding dengan Belanda pada tanggal 31 Oktober 1828.
Tindakan Belanda berikutnya adalah membujuk para pengikut diponegoro untuk menyerah dan berhasil antara lain terhadap MAngkubumi. Sentot Ali Basa Prawirodirjo menyerah dan menandatangani perjanjian Imogiri bulan Oktober 1829.
ü Bagaimana upaya Belanda untuk menundukkan Diponegoro ?
Mula-mula Belanda mengumumkan pemberian hadiah sebesar 20.000 ringgit kepada siapa saja yang dapat menyerahkan diponegoro dalam keadaan hidup atau mati. Hal ini tidak berhasil , maka ditempuh cara berikutnya melalui perundingan. Pertemuan pertama tanggal 16 Februari 1830 di Desa Romo Kamal oleh Kolonel Cleerens. Perundingan berikutnya tanggal 28 MAret 1830 di kediaman Residen Kedu. Perundingan gagal bahkan diponegoro kemudian ditangkap dan ditahan di Batavia. Selanjutnya tanggal 8 Januari 1855 di bawa ke Makassar. Dengan tertangkapnya Diponegoro berakhirlah perang Diponegoro.
4. PERANG BALI TAHUN 1846-1849
Apakah factor yang menyebabkan timbulnya perang Bali antara TAhun 1846-1849? Masalah utama adalah adanya hak tawan karang yang dimiliki raja-raja terdampar di perairan wilayah kerajaan tersebut. Antara belanda dengan pihak kerajaan buleleng yaitu Raja I Gusti Ngurah Made Karang Asem beserta patih I gusti Ketut Jelantik telah ada perjanjian pada tahun 1845 isinya pihak kerajaan akan membantu Belanda jika kapalnya terdampar di daerah Buleleng namun perjanjian itu tidak bisa berjalan dengan semestinya. Pada tahun 1844 terjadi perampasan terhadap kapal-kapal milik Belanda di pantai Prancah(Buleleng bagia Barat) dan sangsit (Buleleng bagian Timur). Belanda menuntut agar kerajaan Buleleng melepaskan hak tawan karangnya sesuai perjanjian tahun 1843 itu namun ditolak. Kejadian tersebut dijadikan alasan oleh Belanda untuk menyerang Buleleng.
Bagaimana Jalannya perang Bali ?
Pantai Buleleng diblokade dan istana raja ditembaki dengan meriam dari pantai. Satu persatu daerah diduduki dan istana dikepung oleh Belanda. Raja Buleleng berpura-pura menyerah kemuadian perlawanan dilanjutkan oleh Patih I Gusti Ketut Jelantik.
Perang buleleng disebut juga perang Jagaraga karena pusat pertahannnya adalah Benteng di Desa jagaraga. Perang ini disebut pula perang Puputan . MENGAPA ?
Karena perang dijiwai oleh semangat PUPUTAN yaitu perang habis-habisan. Bagi masyarakat Bali , Puputan dilakukan dengan Prinsip :
o Nyawa seorang Ksatria berada diujung senjata kematian di medan pertempuran merupakan kehormatan
o Dalam mempertahankan kehormatan bangsa dan Negara maupun keluarga tidak dikenal istilah menyerah kepada musuh.
o Menurut ajaran agama hindu , orang yang mati dalam peperangan rohnya akan masuk Surga.
Benteng Jagaraga berada di atas bukit , berbentuk “Supit Urang” yang dikelilingi dengan parit dan ranjau untuk menghambat gerak musuh. Pada tanggal 7 Maret 1848 kapal perang Belanda yang didatangkan dari Batavia dengan 2265 serdadu mendarat di Sangsit. Pasukan Belanda dipimpin oleh Mayor Jendral van de Wijck menyerang Sangsit lalu menyerbu benteng Jagaraga. Serangan Belanda dapat digagalkan.
Setelah gagal , bagaimana upaya Belanda untuk menundukkan Bali ?
Pada tahun 1849 Belanda mendatangkan pasukan yang lebih banyak berjumlah 15000 orang lebih terdiri dari pasukan infanteri , kavaleri , artileri , dan zeni dipimpin oleh Jendral mayor A.V Michiels dan van Swieten. Benteng Jagaraga dihujani meriam dengan gencar. Tak ada seorang pun lascar Bulelengbyang mundur , mereka semuanya gugur pada tanggal 19 april 1849 termasuk istri patih I Gusti Ketut Jelantik yang bernama Jero Jempiring. Dengan jatuhnya benteng Jagaraga maka Belanda dapat menguasai Bali Utara.
Selain Puputan Buleleng , perlawanan rakyat Bali juga terjadi melalui Puputan Badung , klungkung , dan daerah lain. Walaupun akhirnya pada tahun 1909 seluruh Bali jatuh ke tangan Belanda.
5. PERANG ACEH TAHUN 1873-1904
Sampai abad 19 Aceh merupakan daerah yang berdaulat dan dihormati oleh dua imperialis di Indonesia dan sekitarnya yaitu Inggris dan Belanda. Berdasarkan Traktat/perjanjian London 1824 maka Aceh dijadikan daerah penyangga antara kekuasaan Inggris di Malaka dengan Bengkulu yang diserahkan Inggris kepada Belanda.
Keadaan tersebut tidak dapat bertahan lama karena adanya kepentingan yang berniat menduduki Aceh sehingga timbullah perlawanan rakyat Aceh.
a. Sebab-sebab perang Aceh
o Belanda merasa berhak atas daerah Sumatra Timur yang diperoleh dari Sultan Siak sebagai upha membantu Sultan dalam perang saudara melalui Traktat Siak tahun 1858, sementara Aceh berpendapat daerah tersebut merupakan wilayahnya.
o Sejak Teruzan Zues dibuk atahun 1869 perairan Aceh menjadi sangat penting sebagai jalur pelayaran dari Eropa ke asia
o Keluarnya Traktat Sumatra tahun 1871 yang menyatakan bahwa Inggris tidak akan menghalangi usaha Belanda untuk meluaskan daerah keuasaannya sampai di Aceh dalam rangka Pax nethenandia.
Bagaimana reaksi Aceh menghadapi Traktat Sumatra yang mengancam kedaulatannya? Aceh berusaha untuk mencari bantuan dengan mengirim utusan ke Turki. Selain itu juga dijalin hubungan ke perwakilan Negara Amerika Serikat dan Italia di singapura. Tindakan aceh ini mencemaskan Belanda lalu menuntut Aceh agar mengakui kedaulatan belanda. Aceh menolak tuntutan tersebut sehingga Belanda melakukan penyerangan.
b. Jalan Perang
o Pada Bulan april tahun 1873 pasukan Belanda dipimpin oleh Mayor Jendral JHR kohler menyerang Aceh namun gagal bahkan Jendral Kohler tewas dalam pertempuran memperebutkan masjid raya.
o Pada bukan Desember 1973 pasukan Belanda dipimpin oleh Letnan Jendral van Swieten dapat menduduki istana serta memproklamirkan bahwa kerajaan Aceh sudah takluk. Nama Banda Aceh kemudian diganti menjadi kota raja. Apakah Aceh benar-benar sudah takluk kepada Belanda ? ternyata tidak demikian. Raja Aceh yaitu Sultan Mahmudsyah wafat karena tidak sakit. Putranya yang bernama Muhammad Dawotsyah menjalankan pemerintahan di Pagar ye. Rakyat Aceh tetap melanjutkan perlawanan dipimpin oleh Panglima polim.
o Fase berikutnya sejak tahun 1884 Belanda mempertahankan kekuasaan hanya di daerah yang didudukinya saja . disitu dibentuk pemerintahan sipil. System ini disebut Konsentrasi stelsel.
o Pada tahun 1893 Teuku Umar melakukan siasat menyerah kepada belanda dan memperoleh kepercayaan memimpin 250 orang pasukan bersenjata lengkap lalu diberi gelar Teuku Umar Johan Pahlawan. Apakah tindakan Teuku Umar merupakan pengkhianatan bagi bangsanya ? Ternyata siasat itu hanya untuk mendapatkan senjata yang cukup guna menghadapi Belanda berikutnya.
o Belanda cukup sulit menghadapi perlawanan rakyat Aceh. Bagaimana tindakan Belanda selanjutnya ? Guna mengetahui system social serta rahasia keuletan rakyat Aceh maka dikirimlah Dr.Snouck Hurgronye seorang ahli dalam agama Islam untuk menyelidiki hal tersebut.
o Hasil penyelidikannya dibukukan dengan judul “De Atjehers” menurut Hurgronye ada dua cara untuk menundukkan Aceh yaitu melakukan pendekatan kepada para bangsawan dan mengangkat putra-putra mereka menjadi pamong praja pada pemerintahan Belanda. Kaum ulama harus dihadapi dengan kekuaatan senjata sampai menyerah.
o Sejak 1896 Belanda bertekad menyelesailkan perang dengan mengirim pasukan marsose(polisi militer) dengan panglima Letnan Colonel Van Geuts. Dalam pertempuran di Meulaboh pada tanggal 11 Februari 1899, Teuku Umar gugur. Perlawanan masih berlanjut sampai akhirnya bulan Januari 1903 Sultan Dawutsyah menyerah. September 1903 Panglima polim juga menyerah . Mengapa Sultan aceh menyerah kepada Belanda ? Ternyata hal itu karena kelicikan Belanda yaitu mengultimatum Sultan untuk menyerah setelah menangkap istri dan anak-anaknya. Belanda masih melanjutkan pembersihan terhadap daerah yang terakhir bergolak yaitu Gayo Alas dipimpin oleh Letkon Van Daalen tahun 1904, rakyat yang gugur 2922 orang.
6. PERANG TAPANULI TAHUN 1878-1907
Di wilayah Tapanuli terdapat beberapa kerajaan suku Batak salah satunya berpusat di Bakkara. Raja terakhir di Bakkara adalah Sisingamangaraja XII. Apa sebab terjadi perang Tapanuli ?
Sebab-sebab terjadinya perang tapanuli adalah :
o Raja Sisingamangaraja tidak senang daerah kekuasaannya dikuasai Belanda yaitu Tapanuli Selatan
o ,Untuk mewujudkan Pax Netherlandica, Belanda berniat menguasai tapanuli Utara pada saat yang smaa Belanda juga melancarkan peperangan di Aceh
o Perang dimulai ketika Belanda menempatkan pasukannya di Taratung, untuk melindungi penyebaran agama Kristen yang dilakukan oleh Nommensen yang berkembangsaan jerman. Sisingamangaraja XII menyerang kedudukan Belanda di Taratung.Selama 7 tahun terjadi peperangan di Tapanuli Utara yaitu didaerah Bahal Batu , Saborong-borong , Nalige Laguboti dan Lumban julu. Bagaimana tindakan Belanda menghadapi perlawanan rakyat Tapanuli ?
o Pada tahun 1894 pasukan Belanda dikerahkan untuk merebut bakkara sebagai pusat kekuasaan Sisingamangaraja XII. Akibat peperangan tersebut Sisingamangaraja pindah dari Dairi Pakpak.
7. STRUKTUR PERLAWANAN BANGSA INDONESIA DALAM MENENTANG DOMINASI ASING
Kesimpulan dari beberapa permasalahan di bawah ini :
ü Dari segi pemimpin pada umumnya adlaah elite tradisional baik bangsawan maupun kalangan agama
ü Pemimpin perlawanan ada tokoh sentral dan kelompok
ü Pengikut perang
Carilah rinciannnya masing-masing di 7 daerah perlawanan di Indonesia
Penyelesaian :
1 Kaum Bangsawan : Pattimura (Maluku) , Jelantik (bali) , Teuku Umar(Aceh) , Diponegoro (Jawa) , Pangeran Antasari(Banjar) , Sisingamangaraja XII (Tapanuli)
2 Kaum Agama : Kyai Mojo (Jawa) , Imam Bonjol (Padri) , Teuku Cik Di Tiro (Aceh)
B, Tokoh Sentral : Maluku , Bali , Tapanuli
Tokoh Kelompok : Diponegoro , Banjar , Aceh , Padri
C, Pengikut perang :
Anggota keluarga bangsawan dan raja serta rakyat pada umumnya petani.
2. Dari sedi persenjataan
A, Tradisional – Carilah contoh senjata tradisional masing-masing daerah perlawanan
B, Senjata api – dari mana asalnya ?
Penyelesaian :
Secara umum contoh senjata tradisional adlah tumbuh pedang dan panah serta senjata khas daerah misalnya :
A, Jawa (Keris) , Aceh (Rencong) , Banjar (Mandau) , Padri (Kalewan) .
B, Senjata api : dari hasil pembelian atau rampasan
3. Proses perlawanan
A, bentuk perlawanan adalah ….
B, taktik perlawanan adalah …..
Penyelesaian :
a) Bentuk pertahanan : Sistem benteng a.l Jagaraga di Bali
b) taktik perlawanan : Perang Gerilya , Perang Puputan , Serangan mendadak
4. Strategi Belanda untuk memadamkan perlawanan yaitu :
Penyelesaian :
Strategi Belanda :
1. Devide et impera
2. Tawaran yang menyerah mendapat kedudukan
3. Penyusupan dan penyelidikan : contoh Dr. Snouck Hurgronye
4. Benteng Stelsel dan konsentrasi stelsel
5. Menangkap keluarga pemimpin perang agar mudah menyerah contoh : keluarga Sultan Aceh , Anak dan Istri Sisingamangaraja
6. Penaklukan
7. Secara licik di ajak berunding lalu di tangkap
5. Kesimpulan umum sebab-sebab kekalahan bangsa Indonesia dalam menentang dominasi asing adalah ,,,
Penyelesaian :
Perlawanan bangsa Indonesia mudah dipatahkan karena :
1. Sporadis : terpencar tanpa adanya suatu koordinasi , masih bersifat kedaerahan
2. Tergantung pemimpin , jika pemimpin tewas atau bersifat kedaerahan dalam hal penyerangan maka peperangan akan terhenti
3. Pesenjataan kalah maju karena mengandalkan senjata tradisional
4. Kurang teroganisir dengan baik .
Kegiatan belajar 3 : PROSES KEBANGKITAN NASIONAL INDONESIA
1. LAHIRNYA NASIONALISME INDONESIA
Pengertian nasionalisme menurut beberapa para tokoh :
ü Joseph Ernest Renan , NASIONALISME adalah sekelompok individu yang ingin bersatu dengan individu-individu lain dengan dorongan kemauan dan kebutuan psikis. Sebagai contoh adalah bangsa Swiss yang terdiri dari berbagai bangsa dan budaya dapat menjadi satu bangsa dan memiliki Negara
ü Otto Bauer , NASIONALISME adalah kesatuan perasaan dan perangai yang timbul karena persamaan nasib , contohnya nasionalisme Negara-negara Asia
ü Hans Kohn , NASIONALISME adalah kesetian yang tertinggi yang diberikan individu kepada Negara dan bangsa
ü Louis Snyder , NASIONALISME adalah hasil dari factor-faktor politis, ekonomi , social , dan intelektual pada suatu taraf tertentu dalam sejarah. Sebagi contoh adalah timbulnya nasionalisme di Jepang.
Jadi dapat disimpulkan bahwa NASIONALISME adalah suatu gerakan kebangsaan yang timbul pada bangsa Indonesia untuk menjadi sebuah bangsa yang merdeka dan berdaulat .
NASIONALISME awalnya berkembang di Eropa. Mengapa di Eropa ? Pada akhir abad 18 di Eropa mulai berlaku suatu paham bahwa setiap bangsa harus membentuk suatu Negara sendiri dan bahwa Negara itu harus meliputi seluruh bangsa masing-masing. Gerakan NASIONALISME dan cita-cita kebangsaan yang berkembang di Eropa pada hakikatnya memiliki sifat cinta kebangsaan. NASIONALISME yang berkembang di Eropa kemudian menjalar ke seluruh dunia. Memasuki abad 20 NASIONALISME mulai berkembang di Negara-negara Asia dan Afrika termasuk Indonesia. NASIONALISME di Asia dan Afrika bukan hanya suatu perjuanagn kemerdekaan untuk melepaskan diri dari belenggu penjajahan , tetapi memiliki tujuan yang lebih mendalam, sehingga NASIONALISME itu memeliki beberapa aspek seperti :
o Aspek politik , NASIONALISME bersifat menumbangkan dominasi politik imperialism dan bertujuan menghapus pemerintah colonial
o Aspek social ekonomi , NASIONALISME bersifat menghilangkan kesenjangan social yang di ciptakan oleh pemerintah colonial dan bertujuan menghentikan eksploitasi ekonomi
o Aspek budaya , NASIONALISME bersifat menghilangkan pengaruh kebudayaan asing yang buruk dan bertujuan menghidupkan kebudayaan yang mencerminkan harga diri bangsa serta dengan bangsa yang lain.
Ada dua factor yang mempengaruhi munculnya NASIONALISME di Indonesia yaitu apa yang dsebut dengan factor internal dan factor eksternal.
A, Faktor internal
· Perlakuan diskriminatif dari colonial dan imperialis barat menimbulkan kesengsaraan dan oenderitaan terhadap rakyat Indonesia yang akhirnya menimbulkan perasaan senasib. Contohnya tanam paksa , monopoli , diskriminasi dsd.
· Adanya kenangan kejayaan masa lalu
· Timbulnya kaum cerdik pandai akibat adanya politik Etnis Van Deventer. Golongan terpelajar itu menyadari akan nasib bangsanya sehingga terbentuk kepribadian , pola pikir , dan etos juang yang tinggi untuk membebaskan diri dari penjajahan yang disadari tidak hanya dicapai melalui perjuangan fisik tetapi juga melalui kancah politik. Dan lahirnya kelompok terpelajar Indonesia tersebut menurut Sartono Kartodiarjo disebut NOMINES NOVI , yaitu orang-orang yang tersebut karena factor pendidikan dan memiliki sikap , pandangan dan orientasi tentang lingkungan masyarakatnya. Melalui kelompok ini paham demokrasi , nasionalisme , komunisme , dan liberlasime di inodnesia.
· Lahirnya kelompok pelajar islam. Mereka menjadi agen perubahan/agen pengubah cara pandang masyarakatnya, bahwa nasib bangsa Indonesia tidak dapat diperbaiki melalui belas kasih penjajah seperti melalui politik etis.
· Kesadaran bangsa Indonesia akan harga dirinya sebagai suatu bangsa yang ingin hidup bebas , merdeka seperti bangsa-bangsa yang lain. Hal tersebut menambah semangat juang untuk memperoleh kemerdekaan dan menimbulkan adanya semangat persamaan derajat.
B, factor Eksternal
· Munculnya fase kesadaran pentingnya semangat nasional dan perasaan senasib
· Peristiwa PD1 menyadarkan para terpelajar mengenai penentuan nasib sendiri
· Munculnya dorongan untuk melawan imperialism barat karena adanya konflik ideology antara kapitalisme dengan sosialisme
· Lahirnya NASIONALISME di Asia dan Afrika member aspirasi kaum terpelajar di Indonesia bahwa imperilaisme harus dilawan melalui organisasi modern.
· Kemenangan Jepang atas Rusia tahun 1904-1965 telah menyadarkan bangsa Asia khususnya Indonesia akan kekuatan dan kemampuannya sebagai Bangsa Asia yang telah mampu mengalahkan bangsa Eropa yang selalu menganggap bangsa yang Super.
Organisasi-organisasi tersebut sebagai organisasi pergerakan nasional. Mengapa disebut sebagai organisasi pergerakan nasional ? Karena organisasi-organisasi itu memiliki bebrapa cirri yaitu :
· Keanggotaannya tidak berdasarkan atas suku tertentu
· Sebagian besar pemimpin organisasi pergerakan nasional itu berasal dari kalangan terdidik yang memperoleh pendidikan Barat serta kelompok intelektual yang sudah bergaul dengan berbagai bahasa baik melalui sekolah di negeri Belanda maupun yang telah menunaikan ibadah haji
· Organisasi-organisasi tersebut mempunyai tujuan yang jelas bagi kepentingan seluruh bangsa di bidang pendidikan , social , ekonomi budaya dan politik
· Oraganisasi-organisasi tersebut memiliki paham kebangsaan atau NASIONALISME.
2. PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN IDEOLOGI SERTA ORAGANISASI PERGERAKAN NASIONAL INDONESIA
NASIONALISME di Indonesia mengalami perkembangan yang sangat pesat adalah berdirinya Budi Utomo. Budi Utomo menjadi pelopor berdirinya organisas-organisasi di Indonesia.
a. BUDI UTOMO ( 20 MEI 1908)
Politik etis awal abad ke-20 membawa dampak munculnya “priyayi jawa baru” atau priyayi rendahan, mereka memiliki pandangan bahwa pendidikan adalah kunci kemajuan. Dilator belakangi situasi ekonomi yang buruk di Pulau jawa karena eksploitasi penjajah Belanda, menyebabkan banyak anak priyayi rendaahn yang pandai tapi tidak dapat meneruskan sekolah karena tidak ada biaya. Sang priyayi baru “Dr Wahidin SudiroHusodo “ berusaha mencari dana untuk member bantuan kepada anak-anak yang tidak dapat sekolah. Propagandanya disambut antara lain slaah seorang mahasiswa kedokteran sekolah Dokter Jawa , School Taf Opleding Van Indishe Arsten(STOVIA) yaitu Sutomo.
Tujuan budi utomo adalah melakukan pengajaran bagi orang jawa dan berusaha untuk membangkitkan kembali budaya jawa.
Ada yang berpendapat bahwa kelahiran Budi Utomo merupakan Renaissance atau kebangkitan budaya Jawa. Kaum priyayi menolak kehadiran Budi Utomi dianggap mengganggu kestabilan kedudukan social mereka. Mereka merasa terancam posisinya oleh gerakan anak muda tersebut.
Untuk mencegah cita-cita Budi Utomo tersebut mereka mendirikan regent Bond Setia Mulya di Semarang , tapi ada pula kaum priyayi yang progresif seperti Bupati karang anyar yang bernama Tirto Kusumo yang mendukung Budi Utomo.
Untuk konsilidasi organisasi pada tanggal 3-5 Oktober 1908 Budi utomo menyelengggarakan kongres yang pertama di Yogyakarta yang mengahsilkan keputusan :
o Memajukan pendidikan dan pengajaran
o Mempertinggi cita-cita kemanusiaan
o Menggali kembali kebudayaan bangsa dan ilmu pengetahuan
Dalam perkembangan selanjutnya anggota BU kebanyakn terdiri dari kaum priyayi dan pegawai negeri, apa akibatnya ? Tujuan organisasi lebih diarahkan untuk kepentingan mereka dan mengabaikan kepentingan rakyat banyak. Ketua umum BUyang juga sebagai Bupati lebih memperhatikan reaksi pemerintah colonial daripada reaksi anggota atau rakyat banyak..
b. SAREKAT ISLAM ( 1911)
Organisasi SI pada awalnya merupakan perkumpulan pedagang-pedagang islam . organisasi ini dirintis oleh R.M Titrodisuryo pada tahun 1909 dengan tujuan untuk melindungi hak-hak pedagang pribumi muslim dari monopoli dagang yang dilakukan untuk pedagang-pedagang besar Tionghoa.
Kemudian pada tahun 1911 di Kota Solo oleh Haji Samanhudi didirikan organisasi dengan nama Sarekat dagang Islam . Tujuan perkumpulan ini adalah untuk menghimpun para pedagang Islam agar dapat bersaing dengan para pedagang asing seperti pedagang Tionghoa , India dan Arab. SDI merupakan organisasi ekonomi yang berdasarkan pada agama islam dan perekonomian rakyat sebagai dasar penggeraknya. Di bawah pimpinan H. Samanhudi perkumpulan ini berkembang pesat hingga menjadi perkumpulan yang berpengaruh dan akhirnya pada tahun 1912 oleh pimpinannya yang baru yaitu HAJI OMAR SAID COKROAMINOTO namanya sudah diubah menjadi SAREKAT ISLAM. Apa alasan perubahan nama tersebut ?
Hal ini dilakukan agar organisasi ini tidak hanya bergerak dalam bidang ekonomi , tapi juga dalam bidang lain seperti bidang pilitik , tapi dalam kegiatannya SI menaruh perhatian besar terhadap unsur-unsur politik dan mennetang ketidakadilan serta penindasan yang dilakukan oleh pemerintah colonial. Artinya SI memiliki jumlah anggota yang banyak sehingga menimbulkan kekhawatiran pemerintah Belanda.
Tujuan SI mencapai kemajuan rakyat yang nyata dengan jalan persaudaraan , persahabatan dan tolong menolong diantara muslim. Tujuan utama SI 1913 adalah mengembangkan perekonomian. Keanggotaan SI terbuka untuk semua lapisan.
Si akhirnya mengalami perkembangan yang pesat dibandingkan BU da mulai disusupi aliran REVOLUSIONER SOSIALIS , mengapa begitu ? Karena SI tidak membatasi keanggotaannya hanya untuk masyarakat JAWA dan MADURA saja.
SI sebagai organisasi besar akhirnya terpecah setelah disusupi oleh orang-orang yang telah dipengaruhi oleh paham sosialis. Paham Sosialis ini disebabkan oleh Sneevlet yang mendirikan organisasi ISDV(Indische Sosialistische Democratische Vereeniging)/ mereka menyebarluaskan ajaran sosialis dan terang-terangan menentang kebijakan-kebijkan pemimpin SI. Hal ini menyebabkan SI pecah menjadi SI putih yang di pimpin oleh HOS COKROAMINOTO, dan Si Merah yang dipimpin oleh SEMAUN . SI merah berlandaskan atas SOSIALISME KOMUNISME. Pecahnya SI terjadi setalah SEMAUN dan DARSONO dikeluarkan dari organisasi.
c. INSISCHE PARTIJ(1912)
Partai ini merupakan partai pertama yang menanamkan rasa kebangsaan dan pribumi ERNEST EUGENE FRANCOIS (EEF) DOUWES DEKKER mengambil prakarsa mendirikan partai politik untuk golongan INDO dan bercita-cita memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Ia mengajak Suwardi Suryaningrat dan Cipto Mangunkusumo untuk mendirikan IP pada tanggal 25 Desember 1912 di Bandung . Organisasi ini pada penghapusan kolonialisme yang mengeksploitasi rakyat dan hindia Belanda. IP merupakan organisasi politik pertama di Indonesia. Perkembangan yang snagat cepat dan pernyataan-penyataan yang mengkritik Belanda menyebabkan tokoh-tokoh IP mulai diawasi dan dicurigai oleh Belanda sehingga pemerintah menolak ketika pengirisnya mengajukan permohonan untuk memperoleh badan hukum .
Pada tahun 1913 IP dinayatakan sebagai partai terlarang. Douwes Dejjer tetap berjuang dijalurkan politik, Suwardi Suryaningrat lebih dikenal sebagai Ki Hajar Dewantoro bergerak di lapangan pendidikan dan Tjipto Mangunkusumo tetap dengan perjuangan radikalnya .
d. MUHAMMADIYAH(1912)
MUHAMMADIYAH didirikan pada tanggal 18-11-1912 oleh K.H ahmad Dahlan , seorang muslim yang berpikiran modern. Tujuan yang ingin dicapai adalah memajukan pengajaran modern berdasarkan islam yang benar dan memberikan pengertian ilmu agama dan cara hidup yang benar menurut peraturan agama . untuk mencapai tujuan tersebut MUHAMMADIYAH mendirikan sekolah-sekolah sebagai pusat pendidikan dan membantu sekolah-sekolah islam yang memerlukan bantuan.
Dalam bidang social , MUHAMMADIYAH banyak mendirikan rumah sakit , rumah yatim piatu dan meningkatkan dakwah bagi masyarakat islam.
Dengan kegiatan tersebut MUHAMMADIYAH turut mendukung perjuangan memperoleh kemerdekaan. Peranannya dalam menumbuhkan kesadaran bangsa tentang pentingnya kemajuan dan kemerdekaan sangat besar.
e. PERHIMPUANAN INDONESIA (1925)
Berdirinya PI berawal dari didirikannya INDISCHE VERENIGING tahun 1908 di Belanda. Organisasi ini bersifat moderat ( selalu menghindarkan perilaku atau pengungkapan yang ekstrem) sebagai perkumpulan social mahasiswa Indonesia di Belanda untuk memperbincangkan masalah dan persoalan tanah air. Pada awalnya PI merupakan organisasi social , memasuki tahun 1913 , denagn dibuangnya tokoh IP ke Belanda maka dibuatlah pokok pemikiran pergerakan yaitu HINDIS untuk Hindia yang menjadi nafas baru. Iwa kusumasumantri diangkat ketua menyatakan 3 azaz pokok INDISCHE VERENIGING yaitu :
o Indonesia menentukan nasibnya sendiri
o Kemampuan dan kekuatan sendiri
o Persatuan dalam menghadapi belanda
Tahun 1925 INDISCHE VERENIGING berubah menajdi PI dengan tujuannya Indonesia merdeka. Banyak kegiatan yang dilakukan oleh aktivis PI di Belanda maupun di luar negri, diantaranya ikut serta dalam kongres Liaga demokrasi Perdamaian Internasional tahun 1926 di paris, dalam kongres itu Muhammad Hatta dengan tegas menyatakan tuntutan akan kemerdekaan Indonesia. Tindakan-tindakan PI dapat dikatakan radikal , apakah radikal itu ? RAdikal adalah suatu paham atau aliran yang menginginkan perubahan atau pembaruan secara keras sampai ke akarnya. Tahun 1925 PI semakin tegas memasuki kancah politik. , yang juga di dorong kebangkitan nasionalisme di Asia – Afrika.
f. PARTAI NASIONAL INDONESIA
Bermula dari mahasiswa Algemenee Studies club di Bandung tahun 1926 , Ir. Soekarno dkk seperti Mr. Suaryo , Ali Sastroamijoyo dan Mr. sartono bermaksud menggalang perjuangan melalui organisasi yang bertujuan untuk kemerdekaan Indonesia.
Sesudah PKI dinyatakan sebagai partai terlarang oleh pemerintah Hindia Belanda akibat pemberontakannya tahun 1926-1927 , maka dirasakan perlunya wadah untuk menyalurkan hasrat dan aspirasi rakyat yang tidak mungkin lahi ditampung oleh organisasi -organisasi politik yang ada pada waktu itu. Sejalan dengan hal itu muncul organisasi kebangsaan dengan corak politik nasionalis murni yaitu PNI yang didirikan tanggal 4 Juli 1927.
Dalam azasnya PNI berkeyakinan , bahwa syarat yang mat penting untuk perbaikan kembali semua susuann pergaulan hidup Indonesia itu ialah kemerdekaan nasional. Oleh karena itu , maka semua kekuatan haruslah ditujukan kea rah kemerdekaan nasional. Dengan kemerdekaan nasional rakyat akan dapat memperbaiki rumah tangganya dengan tanpa gangguan. Kehadiran PNI benar-benar jadi tantangan pemerintah Hindia-Belanda karena organisasi ini benar-benar menunjukkan perlawanannya. Dari azas maupun tujuannya , terlihat bahwa PNI merupakan organisasi politik yang ekstrim dan radikal yang tentu saja berlawanan dengan keinginan pemerintah Belanda.
KONGRES PEMUDA II
Dalam kongres tercapai suatu kesepakatan adanya satu nusa , satu bangsa dan satu bahsa yang merupakan cermin persatuan dan kesatuan yang dikenal dengan Sumpah Pemuda.
Pada waktu kongres pemuda II berlangsung , dimunculkan suasana merah putih dengan iringan lagu Indonesia raya karya WR. Supratman. Sumpah Pemuda ini merupakan momentum yang sangat penting karena sejak saat itu telah timbul suatu perasaan kebangsaan dan perjuangan untuk memperoleh kemerdekaan semakin nyata.
Kongres Pemuda II menghasilkan Sumpah PEmuda yang mendorong organisasi pergerakan nasional yang bersifat politik untuk bersatu melawan pemerintah Hindia Belanda.
Gagalnya petisi Sutarjo merupakan tantangan bagi para tokoh pergerakan nasional. Untuk mengatasi kekecewaan tersebut di atas maka para tokoh pergerakan nasional mendirikan organisasi baru , yaitu Gabungan politik Indonesia (GAPI) pada tanggal 21 Mei 1939. Gapi merupakan gabungan dari PArindra , Gerindo , Persatuan Minahasa , Partai Islam Indonesia , PArtai Katolik Indonesia, PAsundan , dan Partai Serikat Islam Indonesia.
Langkah yang ditempuh GAPI adalah mengadakan kongres rakyat Indonesia. Adapun tujuan dari kongres ini adalah : INDONESIA BERPARLEMEN. GAPI menuntut agar rakyat Indonesia dibeikan hak-hak dalam urusan pemerintahannya sendiri. Tuntutan GAPi ditanggapi oleh pemerintahan Belanda dengan Komisi Visman. Komisi ini bertujuan untuk menyelidiki keinginan Bangsa Indonesia.
3. PEMBENTUKAN IDENTITAS NASIONAL INDONESIA .
1. ISTILAH “INDONESIA”
A. Kronologi penggunaan istilah “INDONESIA”
Penggunaan kata atau istilah “Indonesia” menjadi sangat penting di dalam pergerakan perjuangan bangsa Indonesia menghadapi kaum imperialis atau pemerintah colonial Belanda dalam upaya mencapai kemerdekaan bangsa dan Negara Indonesia . Kata Indonesia telah dijadikan identitas nasional yang dapat mempersatukan seluruh pergerakan bangsa di dalam menentang kekuasaan pemerintah Kolonial BElanda di wilayah Indonesia. Kata “Indonesia “ juga sudah menjadi perekat dan lambing perjuangan bangsa Indonesia.
Perjuangan dan pergerakan bnagsa Indonesia , tidak lagi terbatas pada daerhanya masing-masing, tetapi untuk menegakkan Indonesia. Dengan demikian kata “indonesia” menjadi snagat penting bagi bangsa Indonesia , karena telah dapat mempersatukan seluruh perjuangan dan pergerakan dari bangsa Jawa , Bangsa Sumatra , Bangsa Kalimantan , Bangsa Sulawesi , dan lain sebagainya , tetapi semua itu merupakan gerakan dan perjuangan seluruh bangsa Indonesia. Akhirnya ditemukan beberapa tokoh yang pernah mempergunakan istilah “Indonesia” di dalam tulisan – tulisannya . Tokoh-tokoh itu diantaranya :
a. J.R logan : seorang pegawai pemerintah Inggris di Penang. Logan menyebutkan istilah :INDONESIA” di dalam suatu tulisan pada majalah yang dipimpinnya. Ia mempergunakan istilah “INDONESIA” untuk mnyebutkan kepulauan dan penduduk Nusantara. Ia menulis istilah itu pada tahun 1850 , artikel yang ditulis oleh Logan tentang Indonesia, karena Indonesia memiliki potensi yang besar bagi Inggris , yaitu penduduknya yang cukup banyak dan dapat dijadikan sasaran di dalam perdagangan hasil-hasil industrinya.
b. Earl G. Windsor : pada tahun 1850 di dalam media milik J.R logan , ia menyebutkan kata “Indonesia” bagi penduduk Nusantara. Dalam tulisannya , Earl Windsor menyatakan bahwa penduduk di kepulauan Nusantara memiliki potensi yang snagat besar di dalam perdagangan hasil industrinya , karena pada masa itu jumlah penduduk Indonesia merupakan yang terbesar di Asia Tenggara.
MODUL
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
PERMASALAHAN EKONOMI DALAM
KAITANNYA DENGAN KEBUTUHAN MANUSIA,
KELANGKAAN DAN SISTEM EKONOMI
KELAS X SEMESTER 1
A. KEBUTUHAN MANUSIA
Kebutuhan adalah keinginan manusia terhadap suatu barang dan jasa dalam usahanya untuk mempertahankan kehidupannya dimana pemuasannya dapat bersifat jasmani dan rohani . Keinginan merupakan suatu hal yang ingin kita miliki , namun apabila kita tidak berhasil mendapatkannya maka kelangsungan hidup kita sebagai manusia tidak akan terancam.
Kebutuhan manusia itu tidak terbatas , baik jumlah maupun macamnya. Hal ini disebabkan oleh beberapa factor berikut ini yaitu :
1. Karena kodrat manusia
Sudah menjadi kodrat bahwa manusia mempunyai sifat yang selalu merasa kekurangan saja ada semakin meningkatnya sarana yang di miliki semakin banyak pula kebutuhan yang di rasakan belum terpenuhi.
2. Factor alam dan lingkungan
Struktur alam tempat manusia itu berada mendorong manusia itu untuk bertindak atau berbuat menyesuaikan diri dengan alam lingkungannya.
3. Factor lingkungan masyarakat
Lingkungan masyarakat merupakan factor dominan. Sebagai penyebab tidak terbatasnya kebutuhan manusia itu.
4. Factor perdagangan internasional
Akibat dari pesatnya perdagangan luar negeri atau internasional , maka semakin banyaknya barang-barang luar negeri yang masuk ke negeri kita sendiri , yang menyebabkan kebutuhan dalam negeri baik kebutuhan Negara maupun kebutuhan masyarakatnya meningkat dengan pesat.
5. Factor demonstrasi effect
Sebagai akibat dari lancarnay perdagangan internasional , bukan hanya barang saja yang masuk ke dalam negeri namun kebudayaannya pun ikut berperan ke dalamnya. Yang biasa di sebut dengan Demonstrasi effect yaitu sifat atau kebiasaan meniru tingkah laku orang lain atau yang di lihatnya. Misalnya mode pakaian , rambut dan lain-lain.
B. MACAM – MACAM KEBUTUHAN
Macam-macam kebutuhan dapat di bedakan sebagai berikut :
ü Kebutuhan menurut intesitas kegunaan
1. Kebutuhan primer , merupakan kebutuhan yang harus di penuhi oleh manusia yang menginginkan hidup layak. Kata primer berasal dari bahasa latin “primus” yang berarti pertama . jadi kebutuhan primer adalah kebutuhan yang pertama atau utama. Misalnya seperti makanan , minuman , pakaian , kesehatan , pendidikan dan perumahan.
2. Kebutuhan sekunder , kata sekunder berasal dari bahasa latin “Secundus” yang artinya keua. Kebutuhan ini berbeda antara orang satu dengan yang lainnya. Misalnya mobil bagi orang yang penghasilannya tinggi merupakan kebutuhan sekunder , namun bagi orang yang penghasilannya rendah , itu merupakan barang yang sangat mewah.
3. Kebutuhan tersier , terseier berasal dari bahasa latin “lertius” yang artinya ketiga. Jadi tingkat pemenuhannya setelah kebutuhan utama dan kedua.
4. Kebutuhan kwarter , merupakan kebutuhan yang hanya bisa di penuhi oleh orang-orang tertentu saja. Contoh perabotan mewah , lukisan mahal , maupun koleksi alat-alat rumah atngga yang mahal.
ü Kebutuhan menurut waktu pemenuhan
1. Kebutuhan sekarang , merupakan kebutuhan yang harus di penuhi sekarang juga dan tidak dapat di tunda . misalnya obat bagi orang yang sakit, makanan bagi anak-anak yang kelaparan .
2. Kebutuhan masa yang akan datang , merupakan kebutuhan yang pemenuhannya di lakukan di kemudian hari dan dapat di tunda karena tidak mendesak. Contohnya menabung .
ü Kebutuhan menurut sifatnya
1. Kebutuhan jasmani , kebutuhan yang berhubungan dengan jasmani atau fisik , yaitu menjaga penampilan dan kesehatan. Misalnya denagn berolah raga , mengkonsumsi makanan dan minuman yang sehat , beristirahat yang cukup dan lain-lain.
2. Kebutuhan rohani , merupakan kebutuhan yang berhubungan dengan kesehatan jiwa. Antara lain beribadah menurut agama yang di anutnya , bersosialisasi , rekreasi dan hiburan , menikmati dan melakukan aktivitas seni dan sebagainya.
ü Kebutuhan menurut subjeknya
1. Kebutuhan individual , merupakan kebutuhan perseorangan atau individu. Kebutuhan ini berbeda antara orang yang satu dengan yang lainnya. Misalnya seorang sekretaris membutuhkan alat tulis , computer , telepon dan lain-lain. Sedangkan seorang tukang kayu membutuhkan gergaji , paku , palu dan lain sebagainya.
2. Kebutuhan kolektif atau kelompok, kebutuhan ini di manfaatkan untuk kepentingan bersama. Misalnya jalan , jembatan , rumah sakit , tempat rekreasi dan sebagainya.
ü Kebutuhan menurut social budaya
1. Kebutuhan social , merupakan kebutuhan yang timbul karena menusia harus hidup bersama dengan manusia lainnya. Misalnya : berpakaian dinas , kendaraan bermotor dan bersepatu
2. Kebutuhan psikologis , merupakan kebutuhan yang berhubungan dengan sifat rohani manusia, misalnya kebutuhan akan rasa aman , di hargai sesame manusia dan kebutuhan akan ketentraman hati.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEINGINAN MANUSIA DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN.
Keinginan manusia dalam memenuhi kebutuhan berbeda-beda sesuai dengan factor yang mempengaruhinya. Factor yang mempengaruhi manusia dalam memenuhi kebutuhannya adalah sebagai berikut :
o Lingkungan alam, contoh orang yang tinggal di daerah pegunungan akan memakai pakaian yang tebal
o Mode. Bentuk rumah pakaian dan perhiasan di sewakan dengan mode yang sedang menjadi kegemaran masyarakat sekarang ini
o Peradaban.
Pada masa awal kemerdekaan , orang tidak membutuhkan telepon seluler , akan tetapi semacam itu sekarang merupakan suatu kebutuhan.
o Adat istiadat
Adat istiadat suatu daerah berbeda dengan daerah lain. Misalnya upacara perkawinan orang jawa dengan orang bali berlainan
o Mata pencaharian. Masyarakat petani ingin memenuhi kebutuhan yang berkaitan dengan mata pencahariannya. Misalnya bajak , cangkul , bibit dan sarana irigasi
o Pandapatan. Misalnya si “B” karena pendapatannya meningkat , ia ingin membeli mobil . ia ingin memnuhi kebutuhan atas barang yang semula tidak terbeli olehnya.
o Kebiasaan konsumen. Contoh , orang yang di daerah Maluku dan irian jaya mempunyai kebiasaan mengkonsumsi sabu.
BARANG/BENDA SEBAGAI ALAT PEMENUHAN KEBUTUHAN MANUSIA
1. Jenis-jenis dan kegunaan benda pemuas kebutuhan manusia.
Barang/benda adalah segala sesuatu yang menjadi sarana , baik secara langsung maupun tidak langsung dapat memenuhi kebutuhan hidup manusia.
Jasa adalah segala sesuatu yang dapat di pergunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia yang tidak berwujud.
Alat atau jenis pemenuhan kebutuhan manusia yang berupa barang dapat dibedakan menjadi sebagai berikut :
A. Dilihat dari cara memperolehnya
1. Barang ekonomis
ü Barang ekonomis dapat di bedakan menjadi 2 yaitu :
ü · Barang ekonomis yang berwujud , misalnya makanan , pakaian , dan perumahan.
ü · Barang ekonomis tidak berwujud , misalnya jasa guru , dokter , dan satpam
2. Barang non ekonomis / barang bebas ,
merupakan barang yang tersedia dalam jumlah berlimpah , sehingga tidak ada persoalan atas tidak memerlukan pengorbanan untuk memperolehnya. Misalnya sinar matahari , udara dan angin.
B. Dilihat dari cara pemakaiannya
1. Barang substitusi (oengganti) , benda/barang yang dapat menggantikan barang/benda lain di dalam penggunaannya . misalnya beras diganti dengan jagung
2. Barang komplemeter ( pelengkap) , barang/benda yang baru mempunyai nilai guna apabila dalam pemakaiannya digabungkan/dipakai bersama. Misalnya jarum dengan benang
C. Dilihat dari segi sifatnya
1. Barang bergerak , merupakan barang-barang yang karena sifatnya atau karena penentuan oleh UU di nyatakan sebagai barang bergerak seperti kendaraan , binatang ( karena sifatnya) dan hak-hak terhadap surat berharga (karena UU).
2. Barang tak bergerak , merupakan barang-barang yang karena sifatnya , tujuannya atau penetapan UU di nyatakan sebagai barang todak bergerak. Misalnya bangunan (karena sifatnya ) dan hak hipotok (karena UU).
D. Dilihat dari segi penggunaan
1. Barang konsumsi , merupakan barang yang dapat langsung di gunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Barang konsumsi dapat di bedakan menjadi 2 yaitu :
ü Barang konsumsi tidak tahan lama , contoh : makanan
ü Barang konsumsi tahan lama , misalnya pakaian dapat di gunakan lebih dari satu kali
2. Barang produksi , merupakan barang yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia secara tidak langsung. Barang produksi dibedakan menjadi 2 yaitu :
ü Barang produksi tidak tahan lama , misalnya : bahan mentah dan bahan baku
ü Barang produksi tahan lama , misalnya cangkul , mesin-mesin, peralatan pabrik dan gedung
E. Dari segi pembuatannya
1. Barang mentah , merupakan barang yang belum bisa digunakan tanpa ada pengolahan terlebih dahulu. Misalnya bijih besi , dan getah karet
2. Barang setengah jadi , merupakan barang yang bisa digunakan sebagai barang konsumsi akhir maupun sebagai bahan baku produksi. Misalnya benang dan kertas
3. Barang jadi , merupakan barang yang siap digunakan secara langsung. Misalnya : pakaian dan sepatu
F. Dari segi kemakmuran rakyat
1. Barang superior
Semakin tinggi tingkat kemakmuran rakyat, semakin besar pula permintaan teradap suatu barang seperti TV , Video , mobil mewah dan sebagainya
2. Barang interior ,
Semakin tinggi tingkat kemakmuran rakyat semakin kecil permintaan suatu barang . misalnya gaplek , jagung.
KEGUNAAN/UTILITY
Kegunaan atas utility yang di timbulkan atau di tambah dalam usaha proses produksi , dapat di bedakan sebagai berikut :
1. Elementary utility
Usaha untuk mengadakan barang dengan menciptakan kegunaan dasar. Misalnya : minyak tanah yang masih terpendam di dalam tanah tidak banyak gunanya bagi kita , untuk meningkatkan kegunaannya maka harus dib or terlebih dahulu
2. Form utility
Suatu benda tertentu hanya dapat memuaskan kebutuhan manusia , jika benda tersebut mempunyai bentuk tertentu atau ubah bentuknya sesuai dengan keinginan
Misalnya : bijih emas , akan lebih berguna bagi manusia jika bentuknya di ubah menjadi pisau , cangkul dan lain-lain
3. Utility of time
Suatu barang akan lebih bermanfaat jika digunakan pada waktu tertentu.
Misalnya : jas hujan baru kan berguna jika pada musim hujan
4. Utiliy of place
Suatu barang akan berguna , jika barang itu harus berada di tempat dimana di butuhkan tentu hal ini dibutuhkan sarana transfortasi
5. Utility of possession atau service utility
Barang itu harus sewaktu-waktu dapat di pergunakan oleh yang memerlukan usaha ini menyediakan kegunaan jasa / diselenggarakan oleh pedagang dan produksi jasa-jasa.
Misalnya : rumah untuk pondokan atau kost , yang bukan rumah milik sendiri , dapat disewa untuk jangka waktu tertentu dengan mengadakan kontrak sewa membayar uang sewanya
6. Ownership utility
Yaitu suatu barang akan lebih besar kegunaannya apabila sudah kita beli atau disewa.
MASALAH KELANGKAAN
Pengertian kelangkaan
Barang yang dibutuhkan untuk hidup atau sumber-sumber daya yang diperlukan untuk menghasilkan jumlahnya terbatas atau langka. Dalam ilmu ekonomi kelangkaan sumber daya dapat dirumuskan dengan dua cara sebagai berikut :
Terbatas , bahwa sumber daya tidak cukup dibandingkan dengan banyaknya kebutuhan manusia.
Terbatas dalam artian manusia harus melakukan pengorbanan untuk memperolehnya.
Manusia senantiasa berusaha mengatasi kelangkaan dengan alat yang ada dan kemampuannya untuk memenuhi kebutuhan. Ada 2 cara yang di tempuh yaitu :
ü Menggali sumber daya alam yang ada
ü Memproduksi barang baru dengan alat produksi yang ada
Faktor-faktor penyebab kelangkaan adalah :
Kebutuhan manusia terus meningkat
Persediaan SDA terbatas
Kemampuan manusia mengolah SDA sanagt terbatas
SDA yang baru belum di temukan
Karena perkembangan IPTEK tidak sesuai dengan perkembangan kebutuhan yang semakin meningkat mengikuti perkembangan peradaban manusia itu sendiri
Untuk memproduksi suatu barang kerap kali diperlukan suau proses yang lama dan berbelit-belit. Apabila semua unsure yang ikut serta berperan dalam proses produksi itu di klasifikasikan ada empat kelompok dasar yang disebut dengan “factor Produksi atau sumber daya” yaitu :
Tenaga kerja
Sumber-sumber daya
Barang-barang modal
Pengusaha/skill
Keterbatasan sumber daya ini dapat dirinci sebagai berikut :
1. Kekurangan dana ,
Pembangunan nasional merupakan dana yang besar untuk investasi , rendahnya income perkapita dengan Indonesia menyebabkan masih rendahnya tabungan masyarakat , sehingga dana untuk investasi masih akan tergantung pada tabungan pemerintah dan bantuan luar negeri
2. Kekurangan skill
Akibat dari system pendidikan di masa penjajahan dulu , setelah mencapai kemerdekaan Indonesia sangan kekurangan tenaga ahli. Untuk mengatasi hal tersebut , jelas di butuhkan waktu yang lama dan biaya yang besar.
3. Struktur ekonomi yang tidak seimbang
Hal yang terutama adalah perbandingan antara sector pertanian , sector industri , dan sector jasa yang masih menunjukkan dominasi sector primer dibandingkan dengan industry baru sedikit sekali.
BIAYA PELUANG
Pengertian Biaya Peluang
Biaya adalah sesuatu yang kita keluarkan atau kita korbankan untuk memperoleh sesuatu. Biaya bisa merupakan pengeluaran berbentuk uang atau hal lain yang berkaitan langsung dengan uang. Biaya yang berhubungan dengan uang disebut biaya langsung.
Dalam ilmu ekonomi dikenal dua macam biaya yaitu :
1. Biaya sehari-hari , merupakan biaya yang dikeluarkan secara rutin untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia yang sangat penting. Biaya sehari-hari mempunyai cirri-ciri sebagai berikut :
o Merupakan prioritas pengeluaran
o Harus di keluarkan untuk memenuhi kebutuhan yang idak bisa ditunda
o Apabila perlu mengorbankan kepentingan lain
2. Biaya peluang , merupakan pengorbanannyang dilakukan seseorang karena mengambil sebuah pilihan. Mempunyai cirri-ciri sebagai berikut :
o Perhitungan biaya peluang tidak selalu berhubungan dengan uang
o Memiliki banyak kemungkinan penggunaan
o Pengambilan kebutuhan biaya peluang tergantung pada tujuan dan situasi inidividu
SISTEM EKONOMI
Salah satu persoalan pokok yang harus dijawab setiap bangsa adalah bagaimana tata ekonomi yang paling sesuai ? Tata ekonomi menunjukkan bagaimana suatu masyarakat mengorganisir kehidupan ekonominya. System ekonomi berarti keseluruhan cara untuk mengkoordinasikan prilaku masyarakat , yaitu para konsumen , pemerintah dalam dan luar negeri menjalankan kegiatan ekonomi yaitu produksi , distribusi , konsumsi , investasi sedemikian rupa sehingga menjadi satu kesatuan teratur dan dinamis untuk mencapai tujuan tertentu.
Tujuan system ekonomi adalah untuk meningkatkan kemakmuran dan kesejahtraan masyarakat dalam suatu Negara , meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan untuk menjaga stabilitas ekonomi dengan kesempatan kerja penuh tanpa adanya pengangguran.
MACAM-MACAM SISTEM EKONOMI DAN CARANAY DALAM MEMECAHKAN MASALAH EKONOMI
Sebagai upaya untuk mengatasi masalah pokok ekonomi disini diperkenalkan 5 sistem ekonomi yaitu :
System ekonomi tradisional
System ekonomi komando / terpusat
System ekonomi pasar
System ekonomi campuran
System ekonomi Indonesia
1. SISTEM EKONOMI TRADISIONAL ,
merupakan system ekonomi yang di pergunakan untuk melakukan kegiatan-kegiatan ekonomi , seperti kegiatan produksi , konsumsi , dan distribusi masih di dasarkan pada pola-pola piker yang bersifat tradisional sesuai dengan kebiasaan yang telah diwariskan oleh nenek moyang secara terus-menerus dan turun-temurun.
Ciri-ciri ekonomi tradisional :
1. Terbatasnya skill dan kemampuan
2. Belum adanya pembagian pekerjaan yang terorganisir
3. Tukar-menukar masih menggunakan system barter
4. Hasil produksinya untuk memnuhi kebutuhan hidup sendiri
5. Alam merupakan sumber kemakmuran
Kelebihan dari system ekonomi tradisional :
1. Tidak terjadi persaingan yang ketat
2. Kondisi masyarakat sangat aman , karena belum di bebani target-target tertentu pada anggota masyrakatnya
3. ekanan jiwa sangat minim terjadi
Kekurangannya adalah :
1. Mereka bekerja hanya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya
2. Tidak bertujuan mencari keuntungan
3. Tingkat biaya hidupnya tinggi , mereka kurang mempersoalkan efesiensi dan mengoptimalkan pemakaian factor-faktor produksi
4. Menganggap tabu terjadinya perubahan
2. SYSTEM EKONOMI TERPUSAT
merupakan system ekonomi dimana pemerintah memiliki kendali yang ketat dalam menentukan kepemilikan bisnis , laba , dan alikasi sumber daya untuk mencapai tujuan yang telah di tentukan pemerintah.
Ciri-ciri system ekonomi terpusat :
1. Pemerintah berkuasa terhadap produksi , konsumsi ,dan distribusi
2. Barang modal dan factor produksi milik pemerintahan
3. Tidak mengenal hak milik pribadi
4. Tidak ada individu / kelompok yang dapat berusaha dengan bebas
Kelebihan dari system ekonomi terpusat adalah :
1. Pemerintah mudah mengendalikan inflasi , pengangguran dan masalh ekonomi lainnya
2. Pasar barang dalam negeri berjalan lancar
3. Pemerintah bisa terlibat dalam pembentukan harga
4. Relative mudah melakukan distribusi pendapatan
Kelemahannya adalah :
1. Mematikan inisiatif individu
2. Masyarakat tidak memiliki kebebasan untuk memiliki sumber daya ekonomi dan kekayaan.
3. SISTEM EKONOMI PASAR , merupakan suatu system yang segala sesuatunya ditentukan oleh pasar.
Cirri-ciri yang dimiliki oleh system ekonomi pasar adalah :
1. Setiap orang bebas memiliki barang modal
2. Setiap orang bebas menggunakan barang atau jasa yang dimiliki
3. Aktivitas ekonomi dilakukan oleh swasta dan bertujuan mendapatkan laba
4. Pemerintah tidak melakukan investasi
5. Persaingan dilakukan secara bebas
Kebaikan dari system ini adalah :
1. Inisiatif dan kreatifitas masyarakat dapat berkembang
2. Individu bebas memiliki sumber daya produksi
3. Muncul barang-barang yang bermutu tinggi
4. Efisiensi dan efektifitas tinggi
Kelemahannya adalah :
1. Sulit melakukan pemerataan pendapatan
2. Orang kaya semakin kaya , orang miskin semakin miskin
3. Terjadi monopoli perusahaan
4. Sering terjadi gejolak perekonomian
5.
6. SISTEM EKONOMI CAMPURAN
merupakan suatu system dimana pemerintah dan swasta mempunyai peranan yang berimbang dalam kegiatan ekonomi.
Ciri-ciri dari system ekonomi campuran :
1. Kegiatan produksi vital untuk memenuhi kebutuhan rakyat banyak dikuasai oleh Negara
2. Factor-faktor produksi dimiliki bersama antara pemerintah dan pihak swasta.
3. Hak milik individu di akui sepenuhnya
Kegiatan ekonomi yang tidak vital menyentuh rakyat banyak di serahkan kepada pihak swasta
Tujuan pokok adanay campur tangan pemerintah ialah untuk menghindari akibat-akibat negative dari system ekonomi bebas. Campur tangan dalam perekonomian terdiri dari 3 bentuk yaitu :
o Mengeluarkan peraturan-peraturan untuk mengatur dan mengawasi kegiatan ekonomi agar berjalan normal dan wajar
o Melakukan kegiatan ekonomi sebagai perilaku bisnis , misalnya keikutsertaan modal dalam BUMN
o Melaksanakan kebijaksanaan fiscal melalui pajak dan kebijakan moneter dengan mengatur dan mengawasi sector keuangan.
4. EKONOMI INDONESIA
merupakan system ekonomi kerakyatan yang bertumpu pada mekanisme pasar yang berkeadilan dengan prinsip persaingan sehat.
Tujuan system ekonomi rakyat adalah menjamin kesempatan yang sama dalam berusaha dan bekerja , perlindungan hak konsumen serta perlakuan yang adil bagi seluruh masyarakat.
Landasan sitem ekonomi kerakyatan :
1. Landasan idiil : Pancasila
2. Landasan constitutional : UUD 1945 pasal 33 ayat 1 , 2 dan 3
Cirri-ciri system ekonomi rakyat :
Peranan pemerintah penting , akan tetapi tidak dominan , mengandung maksud bahwa usaha Negara atau pemerintah
System ekonomi didasarkan atas kekeluargaan
Produksi di kerjakan oleh semua , untuk semua , dan di bawah pimpinan atau pengawas anggota masyarakat
Negara menguasai bumi ,air dan kekayaan alam yang terkandung dalam bumi.
bagian 2
MEMAHAMI KEHIDUPAN SOSIAL MANUSIA
A. MANUSIA SEBAGAI MAHLUK INDIVIDU
Definisi manusia sebagai mahluk individu sangat mengarah pada karakterisktik khas yang di miliki manusia sebagai mahluk hidup yang membedakan dirinya dengan mahluk yang lain . karakter khas yang miliki setiap individu yakni meliputi fisik , kepribadian , yaitu sifat yang khas yang di miliki seseorang .
Sebagai mahluk individu , manusia mempunyai keinginan, kebutuhan , kebiasaan , cita-cita yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Kontak social yang bersifat positif mengarah pada suatu kerja sama , sedangkan yang bersifat negative mengarah pada suatu pertentangan bahkan sama sekali tidak menghasilkan interaksi social.
Interaksi social yang terjadi di antara manusia dapat berupa kerja sama , persaingan , akomodasi dan juga berbentuk pertentangan atau pertikaian.
B. MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK SOSIAL
Manusia sebagai mahluk individu , manusia juga disebut sebagai mahluk social yang berarti manusia memiliki kebutuhan dan kemampuan serta kebiasaan untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan manusia lain , atau dengan kata lain manusia tak kan bisa hidup tanpa bantuan orang lain dengan demikian kita senantiasa saling bekerja sama demi kelangsungan hidup ini. Kemudian interaksi ini berbentuk kelompok di sebut juga dengan ZOON POLITICON.
Istilah terserbut pertama kali di kemukakan oleh Aristoteles yang artinya manusia sebagai binatang politik. Sifat berkelompok pada manusia di dasari pada kepemilikan kemampuan untuk berkomunikasi , mengungkapkan rasa dan kemampuan untuk saling bekerja sama. Selain itu juga adanya kepemilikan nilai pada manusia untuk hidup bersama dalam kelompok.
Menurut Smelser , factor determinan dari perilaku kolektif manusia adalah :
Kesesuaian structural yaitu stuktur social masyarakat dapat menjadi factor penunjang atau penghambat munculnya perilaku berkelompok manusia , dalam kenyataannya masyarakat tradisional yang sederhana lebih sulit melahirkan perilaku berkelompok di bandingkan dengan masyarakat modern.
Ketegangan structural yaitu pencabutan hak dan kekhawatiran akan hilangnya sesuatu sebagai penyebab timbulnya perilaku berkelompok manusia , perasaan adanya ketidakadilan mendorong banyak orang untuk melakukan tindakan ekstrim , kelas social bawah , kelompok minoritas tertekan , kelompok yang hasil jerih payahnya terancam , serta kelompok social atas yang khawatir akan kehilangan hak-hak istimewanya merupakan manusia yang secara sruktural berkemungkinan melahirkan perilaku kolektif.
Kemunculan dan penyebaran suatu pandangan atau ajaran bisa menjadi pemicu munculnya perilaku kolektif manusia.
C. INTERAKSI SOSIAL
Interkasi social merupakan hubungan-hubungan social yang dinamis yang menyangkut hubungan antara orang-perorangan , antara kelompok-kelompok manusia , maupun antara perorangan dengan kelompok.
Dari pengertian tersebut , dapat di bedakan pola-pola interaksi social dalam kehidupan sehari-hari , yaitu dalam wujud sebagai berikut :
1. Interaksi social antar individu
2. Interaksi social antara individu dan kelompok
3. Interaksi social antar kelompok manusia
Dari pola-pola interaksi tersebut dapat di simpulkan bahwa interaksi social mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
1. Jumlah pelakunya lebih dari satu orang
2. Adanya komunikasi antar pelaku dengan menggunakan symbol-simbol
3. Adanya dimensi waktu yang meliputi masa lalu , masa kini dan masa yang akan datang
4. Adanya tujuan yang akan di capai dari hasil hasil interaksi social tersebut.
FAKTOR-FAKTOR PENDORONG INTERAKSI SOSIAL
Menurut Soejono Soekanto , minimal ada empat factor pendorong terjadinya interaksi social dalam masyarakat yaitu Imitasi , Sugesti , Identifikasi , Simpati.
IMITASI
Imitasi adalah proses peniruan tingkah laku orang lain untuk di terapkan pada diri seseorang yang meniru proses tersebut.
SUGESTI
Sugesti adalah suatu pendapat , saran , pandangan atau sikap yang di erikan seseorang kepada orang lain dan di terima tanpa di sertai daya kritik.
IDENTIFIKASI
Identifikasi merupakan suatu kecendrungan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan pihak lain.
SIMPATI
Simpati adalah proses dimana seseorang merasa tertarik pada pihak lain.
SYARAT-SYARAT TERJADINYA INTERAKSI SOSIAL
- KONTAK SOSIAL
Kata kontak berasal dari bahasa latin yaitu con atau cum yang berarti “bersama-sama” , dan kata tango yang berrati “menyentuh”. Dengan demikian kata kontak social berarti bersama-sama menyentuh.
Kontak social di bedakan menjadi 3 bentuk :
ü Antar orang perorang
ü Antara individu dan suatu kelompok manusia
ü Antara satu kelompok manusia dengan kelompok manusia yang lain
Dalam kehidupan sehari-hari , kontak social dapat di lakukan dengan berbagai cara , diantaranya ialah :
Kontak social yang di lakukan berdasarkan cara-cara komunikasinya . terdiri atas :
a. Kontak langsung , yaitu pihak komunikator menyampaikan pesannya secara langsung kepada orang lain , baik melalui tatap muka maupun melalui alat bantu komunikasi
b. Kontak tidak langsung , yaitu pihak komunikator menyampaikan pesannya kepada pihak lain melalui pihak ketiga.
Kontak social berdasarkan terjadinya proses komunikasi , di bedakan menjadi dua yakni :
Kontak primer, Kontak ini terjadi apabila seseorang mengadakan hubungan secara langsung dan bertatap muka , seperti berjabat tangan , saling senyum dan saling menyapa .
Kontak sekunder, Merupakan kontak social yang memerlukan suatu perantara.
- KOMUNIKASI
Komunikasi adalah suatu tafsiran seseorang terhadap perilaku orang yang berwujud pembicaraan , gerak-gerik badaniah , sikap maupun perasaan-perasaan tertentu yang ingin di sampaikan oleh orang yang bersangkutan dan kemudian orang tersebut memberikan reaksi terhadap perasaan yang ingin di sampaikannya.
- SOSIALISASI
Pengertian sosialisasi menurut beberapa ahli antara lain sebagai berikut :
1. Bruce I. Cohen
Sosialisasi adalah proses dimana manusia mempelajari tata cara kehidupan dalam masyarakatnya , untuk memperoleh kepribadian dan membangun kapasitas untuk berfungsi , baik sebagai individu maupun sebagai anggota kelompok .
2. Charlotte Buchler
Sosialisasi merupakan proses yang membantu yang dilakukan melalui belajar dan menyesuaikan diri , bagaimana cara hidup dan cara berfikir kelompoknya.
3. Karel I. Veeger
Sosialisasi merupakan proses pada seseorang yang sedang belajar menjadi anggota masyarakat.
4. Soerjono Soekanto
Sosialisasi merupakan proses dimana anggota masyarakat yang baru mempelajari norma-norma dan nilai-nilai masyarakat . dimana dia menjadi anggotanya.
Dapat di simpulkan dari beberapa pengertian sosialisasi para ahli , sosialisasi adala suatu proses ketika anggota masyarakat yang baru mempelajari nilai-nilai dan norma-norma masyarakat , dimana ia menjadi anggota kelompoknya sehingga seorang individu mendapatkan pembentukan sikap untuk berprilaku sesuai dengan perilaku yang di harapkan oleh kelompoknya.
- PERAN NILAI DAN NORMA SOSIAL DALAM PROSES SOSIALISASI
Nilai dan norma social mempunyai kedudukan penting dalam masyarakat. Oleh karena itu , nilai dan norma harus di junjung tinggi , di bina dan di pertahankan sehingga keberadaannya tidak di remehkan dan terancam punah.Untuk mempertahankan itu , setiap individu dalam masyarakat harus memahani nilai dan norma social tersebut kemudian melaksanakan dan mematuhinya sehingga keteraturan di dalam masyarakat akan terwujud.
- FUNGSI NILAI DAN NORMA SOSIAL
FUNGSI NILAI SOSIAL
Nilai social memiliki fungsi , yaitu sebagai berikut :
1. Sebagai pelindung
Dalam hal ini hanya nilai-nilai pokok yang daya pelindungnya sangat besar merupakan nilai social yang berfungsi sebagai pelindung.
2. Sebagai petunjuk arah dan pemersatu yaitu :
Memberikan seperangkat alat untuk menetapkan harga social dari suatu kelompok
Mengarahkan masyarakat dalam berpikir dan bertingkah laku
Merupakan penentu terakhir bagi manusia dalam memenuhi peranan sosialnya.
Sebagai alat solidaritas di kalangan anggota kelompok atau masyarakat
Sebagai alat pengontrol perilaku masyarakat
3. Sebagai motivator
Nilai social berfungsi mendorong dan menuntun warga untuk berbuat baik , karena nilai social yang luhur telah memunculkan harapan baik dalam diri manusia
.- FUNGSI NORMA SOSIAL
Norma social memiliki fungsi , yaitu sebagi berikut :
1. Sebagai factor perilaku yang memungkinkan seseorang untuk menentukan lebih dulu bagaimana tindakannya akan di nilai oleh orang lain.
2. Sebagai aturan yang mendorong seseorang atau kelompok untuk mencapai nilai-nilai social
3. Sebagai unsur pengendali dalam hidup masyarakat
Dalam kehidupan sehari-hari terdaoat lima macam norma pokok sebagai berikut :
1. Norma agama , yaitu norma yang berhubungan dengan agama.
2. Norma kelaziman , yaitu aturan yang berhubungan dengan kebiasaan masyarakat yang umumnya di lakukan .
3. Norma kesusilaan , yaitu berupa perintah yang datang dari hati .
4. Norma kesopanan , yaitu norma yang di anggap sebagai tuntunan pergaulan sehari-hari dan merupakan aturan hidup dari pergaulan sehari-hati dan merupakan aturan hidup dari pergaulan sekelompok masyarakat.
5. Norma hukum , yaitu hukum resmi yang berlaku dalam masyarakat pada suatu Negara yang di buat oleh pemerintahan.
TAHAP-TAHAP DALAM PROSES SOSIALISASI
Proses sosialisasi terjadi melalui empat tahap , yaitu sebagai berikut :
a. Persiapan
Pada tahap ini anak mulai belajar mengambil peranan orang-orang di sekelilingnya , terutama orang yang paling dekat dalam keluarganya, seperti ayah , ibu , kakak , nenek dan saudara-saudaranya. Tahap ini merupakan tahap yang paling baik bagi orang tua untuk menanamkan norma-norma agama dalam mengisi jiwa anak yang masih balita.
b. Meniru ( play stage )
Pada tahap kedua , anak tidak hanya menegtahui peranan yang harus ia jalani , tetapi juga mengetahui peranan yang harus di jalankan orang lain .
c. Siap bertindak ( game stage )
Pada tahap ini , anak di anggap mampu mengambil peranan yang di jalankan orang lain dalam masyarakat luas. Sebagai contoh , seorang siswa yang juga anggota OSIS mampu memahami peranan yang di jalankan oleh pengurus OSIS.
d. Menerima norma ( Generalized other )
Pada tahap keempat ini , seorang anak telah siap menjalankan peranan sebagai manusia seutuhnya. Ia mulai memiliki kesadaran akan tanggung jawabnya.
Ada tiga proses penting dari sosialosasi dalam membentuk suatu perilaku yaitu sebagai berikut :
a. Dalam proses sosialosasi itu sseorang mendapatkan bayangan dirinya . bayangan diiri ini timbul setelah memperhatikan pandangan, penilaian dan perilaku orang lain terhadap dirinya.
b. Proses sosialosasi juga membentuk kedirian yang ideal. Orang yang bersangkutan mengetahui dengan pasti apa yang harus di lakukan agar dapat memperoleh pujian dan rasa cinta dari orang lain.
c. Proses sosialosasi pada akhirnya membnetuk kedirian manusia itu dengan jalan membangun suatu ego. Ego secara umum dapat di katakan sebagai fungsi pengontrol yang integrative dalam kedirian seseorang. Ego dapat dikatakan dengan hati nurani.
JENIS SOSIALISASI
Sosialosasi merupakan suatu proses yang berlangsung sepanjang hayat. Robert M.Z. Lawang menggolongkan proses sosialisasi menjadi dua macam, yaitu :
a. Sosialisasi Primer
Sosialisasi primer merupakan proses sosialisasi yang terjadi pada tahap awal dalam lingkungan keluarga yang di alami seorang individu sejak kecil saat ia mulai berkenalan dengan masyarakat.
b. Sosialisasi sekunder
Sosialisasi sekunder adalah Sosialisasi tahap kedua yang terjadi di luar lingkungan keluarga , dimana individu yang sudah di Sosialisasikan di perkenalkan ke dalam sector baru.
TIPE-TIPE SOSIALISASI
a. Sosialisasi formal
Sosialisasi ini berlangsung melalui lembaga-lembaga yang berwenang menurut ketentuan yang berlaku dalam Negara seperti pendidikan di sekolah dan pendidikan militer.
b. Sosialisasi informal
Sosialisasi ini berlangsung melalui interaksi secara informal atau bersifat kekeluargaan , seperti antara teman , sahabat , dan kelompok social lain yang ada di masyarakat.
MEDIA ( AGEN ) SOSIALISASI
a. Keluarga
Keluarga merupakan lingkungan yang pertama bagi seseorang dalam mengalami proses Sosialisasi . Dalam keluarga , sejak kecil seseorang di ajarkan dasar-dasar pola pergaulan yang baik. anak pun menjadi tau dan memahami bagaimana ia harus berperilaku di tengah-tengah masyarakat.
b. Sekolah
Proses Sosialisasi di sekolah di mulai ketika anak berusia 5-6 tahun. Dalam hal ini, sekolah mengajarkan pengetahuan dan keterampilan untuk mempengaruhi perkembangan intelektual dan mengajarkan tata tertib pada anak.
c. Media massa
Media masaa merupakan media komunikasi yang dapat mengjangkau sejumlah besar orang. Media masaa juga merupakan media sosialisasi yang berpengaruh terhadap perilaku masyarakatnya, tang terdiri atas media cetak dan media elektronik. Media massa juga mempengaruhi perkembangan kepribadian seseorang, terutama dengan pesatnya perkembangan teknologi.
d. Teman sepermainan
Teman sepermainan merupakan teman yang biasanya memiliki unsure yang sebaya denganmu , mungkin mereka teman sekolah atau tetangga dekat rumah.
TUJUAN POKOK SOSIALISASI
Dengan Sosialisasi setiap individu diharapkan dapat :
Menyesuaikan perilaku yang di harapkan dan di anggap baik masyarakat
Mengenal dirinya dan mengembangkan segala kemampuan dengan lingkungan sosialnya
Mampu menjadi anggota masyarakat yang baik sehingga berguna bagi dirinya dan masyarakat
Memperoleh konsep tentang dirinya
Menanamkan kepada seseorang nilai-nilai kepercyaan poko yang ada di masyarakat
Membantu seseorang mengendalikan fungsi-fungsi organic
KEPRIBADIAN
Pengertian kepribadian menurut para ahli sangat beragam , tergantung dari sisi para ahli memandang. Istilah kepribadian , ada yang memaknai sebagai keterampilan atau kecakapan social yang baik. Kepribadian individu di nilai berdasarkan kemampuan memperoleh reaksi-reaksi positif dari berbagai orang dalam berbagai keadaan .
Kepribadian juga di artikan sebagai sifat hakiki seseorang yang tercermin pada sikap dan perilakunya yang membedakan dirinya dengan orang lain.
Sumadi Suryabrata mendefinisikan kepribadian sebagai suatu kebulatan yang terdiir aspek-aspek jasmaniah dan rohaniah , bersifat dinamik dalam hubungannya dengan lingkungan , khas , berbeda dengan orang-orang lain , dan berkembang di pengaruhi oleh factor-faktor yang berasal dari dalam dan luar diri.
Allport member pengertian kepribadian dengan menyebutkan sebagai definisi bio-sosial dan definisi bio-fisik , secara utuh.
Dengan demikian dapat disimpulkan, kepribadian merupakan sesuatu yang member tata-tertib dan keharmonisan terhadap segala macam tingkah laku berbeda-beda yang di lakukan oleh individu.
Dasar pokok perilaku manusia adalah fakto-faktor biologis dan fsikologis. Factor biologis dapat mempengaruhi kepribadian secara langsung , misalnya seorang yang mempunyai badan yang lemah cenderung mempunyai sifat rendah diri yang tinggi. Begitu juga sebaliknya.
Beberapa factor biologis yang mempengaruhi kepribadian manusia adalah system saraf, watak , seksual , proses pendewasaan , dan juga kelainan biologis .
Sedangkan factor psikologis yang dapat mempengaruhi kepribadian manusia adalh unsure temperamen , kemampuan belajar , perasaan , keterampilan , keinginan dan lain sebagainya.
UNSUR-UNSUR KEPRIBADIAN
Pembentukan kepribadian merupakan suatu proses dalam hidup bermasyarakat . kepribadian terdiri atas tiga unsure pembentuknya, yaitu sebagai berikut :
a. Pengetahuan
Merupakan unsure-unsur yang mengisi akal dan alam jiwa seorang manusia yang sadar dan secara nyata terkandung di dalam otaknya. Unsure pengetahuan seorang individu yang sadar meliputi seluruh penggambaran , persepsi , pengamatan , konsep dan fantasi.
b. Perasaan
Adalah suatu keadaan dalam kesadaran manusia yang di nilai sebagai keadaan positif atau negative akibat pengaruh dari pengetahuannya.
c. Dorongan naluri
FAKTOR-FAKTOR YANG MENJADI DASAR KEPRIBADIAN
Dengan proses sosialisasi , individu berkembambang menjadi suatu pribadi . pribadi tersebut merupakan kesatuan integral dari sifat-sifat individu yang berkembang melalui proses sosialisasi.
Menurut F.G robins ada lima factor yang menjadi dasar terbentuk kepribadian ,
a. Sifat dasar
Merupakan keseluruhan poensi-potensi yang di warisi oleh seseorang ayah maupun ibu , sifat dasar tersebut di peroleh pada saat konsepsi .
b. Lingkungan prenatal
Merupakan lingkungan dalam kandungan ibu. Pada periode ini , individu mendapatkan pengaruh-pengaruh tidak langsung dari ibu.
c. Perbedaan perorangan atau perbedaan individu
Perbedaan ini meliputi perbedaan-perbedaan cirri fisik , seperti warna mata , warna kulit , warna rambut , bentuk badan , ciri-ciri peroranagn dan social.
d. Lingkungan
Merupakan segala kondisi di sekeliling individu yang mempengaruhi proses sosialisasi. Lingkungan dapat di bedakan menjadi tiga , yaitu sebagai berikut :
1. Lingkungan alam
Lingkungan alam merupakan keadaan flora dan fauna serta iklim di sekitar individu.
2. Lingkungan kebudayaan
Merupakan cara hidup masyarakat tempat individu itu hidup. Kebudayaan itu mempunyai aspek material , dan aspek nonmaterial.
3. Manusia lain dan masyarakat
Pengaruh manusia lain dan masyarakat dapat mendorong atau justru membatasi proses sosialisasi.
e. Motivasi
Merupakan kekuatan dari dalam individu yang mendorong indvidu tersebut untuk berbuat sesuatu. Dorongan adalah ketidakseimbangan dalam diri individu.
FAKTOR PEMBENTUK KEPRIBADIAN
Empat factor penting yang menentukan kepribadian , yaitu sebagai berikut :
1. Warisan biologis
Sifat-sifat biologis manusia yang bersifat warisan memberikan andil besar pada tahap pertama perkembangan kepribadian sesorang.
2. Lingkungan alam
Factor ini turut pula menentukan corak kepribadian seseorang , hal ini dikarenakan lingkungan menetukan tingkat kebutuhan yang harus di capai untuk memenuhi kebutuhan pokok dan mempertahankan hidup ,
3. Lingkungan kebudayaan
Lingkungan kebudayaan seseorang turut juga mempengaruhi pola pembentukan kepribadian seseorang . untuk dapat hidup dan bergaul dengan baik dalam satu kebudayaan tertentu, semua masyarakat mengembangkan tipe kepribadian tertentu yang selaras dengan kebudayaan mereka.
4. Lingkungan social
Perkembangan kepribadian manusia sebagian besar merupakan produk yang di peroleh dalam suatu kelompok. Nilai , norma dan kepercayaan yang ada dalam suatu kelompok juga membantu terbentuknya kepribadian.
BENTUK-BENTUK INTERAKSI SOSIAL
Berikut ini adalah pola hubungan interaksi social yang bersifat assosiatif.
a. Kerja sama
Adalah bergabungnya orang-perorangan atau sekelompok manusia untuk mencapai tujuan bersama. Menurut Charles H.Cooley , kerja sama akan terjadi jika orang menyadari bahwa mereka mempunyai cukup pengetahuan dan pengendalian terhadap diri sendiri untuk memenuhi kepentingannya yang sama melalui kerja sama , kesadaran akan adanya kepentingan-kepentingan yang sama dan adanya organisasi.
Berdasarkan pelaksanaan, bentuk kerja sama dapat dibedakan menjadi lima yaitu sebagai berikut :
1. Bargaining , merupakan bentuk pelaksanaan perjanjian mengenai pertukaran barang dan jasa antara dua organisasi atau lebih. Contoh , bargaining antara Indonesia , Jepang , dan korea selatan dalam pertukaran komoditas bahan baku industry dengan hasil-hasil produksi dua Negara tersebut.
2. Kooptasi , merupakan suatu proses penerimaan unsure-unsur baru dalam kepemimpinan atau pelaksanaan politik dalam suatu organisasi sebagai salah satu cara untuk menghindari terjadinya kegoncangan dalam stabilitas organisasi yang bersangkutan.
3. Koalisi , merupakan kombinasi antara dua organisasi yang mempunyai tujuan yang sama. Keadaan yang tidak stabil dapat di hasilkan koalisi untuk sementara waktu. Hal ini di sebabkan karena dua buah organisasi atau lebih kemungkinan mempunyai struktur yang tidak sama antara satu dan yang lainnya.
4. Joint venture , meruapakan kerja sama dalam pengusahaan proyek-proyek tertentu dengan system bagi hasil.
5. Kerukunan , mencakup gotong royong dan tolong menolong. Gootng royong merupakan bentuk kerja sama tradisional pada masyarakat Indonesia pada umumnya.
b. Akomodasi
Menurut Kinball Young dan Raymond W.Mack , istilah akomodasi di gunakan dalam dua pengertian , yaitu sebagai berikut :
1. Menunjuk pada suatu keadaan , yaitu suatu usaha menciptakan keseimbanagn dalam interaksi antara individu maupun antara kelompok manusia yang berkaitan dengan pelaksanaan norma social dan nilai social yang berlaku di dalam masyarakat.
2. Menunjuk pada suatu proses , yaitu suatu usaha manusia untuk meredakan suatu pertentanagn agar tercapai kestabilan kembali.
Akomodasi mempunyai tujuan yang berbeda-beda sesuai dengan situasi yang di hadapinya yaitu :
1. Untuk mengurangi pertentangan antara orang-perorangan atau sekelompok manusia sebagai akibat perbedaan paham
2. Mencegah meledaknya suatu pertentangan untuk sementara waktu
3. Untuk menciptakan kerja sama di antara kelompok social yang hidupnay terpisah akibat perbedaan factor kebudayaan dan social psikologis
4. Mengusahakan pelebaran di antara kelompok-kelompok yang terpisah.
Sebagai suatu proses , akomodasi mempunyai beberapa bentuk , yaitu sebagai berikut :
1. Coercion , merupakan bentuk akomodasi yang prosesnya di laksanakan karena adanya paksaan.
2. Kompromi , dalam kompromi masing-masing pihak yang terlibat saling mengurangi tuntutannya , agar tercapai suatu penyelesaian bersama , terhadap perselisihan yang ada.
3. Arbitrase , merupakn cara untuk mencapai kompromi dengan jalan meminta bantuan pihak ketiga yang di pilih oleh kedua belah pihak atau oleh badan yang kedudukannya lebih tinggi daripada pihak-pihak yang bertikai.
4. Mediasi , merupakan suatu cara menyelesaikan konflik menyerupai aebritase dengan jalan , meminta bantuan pihak ketiga yang netral dan bertindak sebagai penasihat tanpa mempunyai wewenang untuk memberikan keputusan,
5. Konsiliasi , merupakan suatu usaha mempertemukan keinginan – keinginan pihak yang bertikai untuk mencapai persetujuan bersama.
6. Toleransi , merupakan suatu bentuk akomodasi tanpa adanya persetujuan formal dalam wujud saling menghargai , saling menghormati , dan tidak saling curiga.
7. Stalemate , bentuk akomodasi dimana masing-masing pihak yang terlibat konflik karena kekuatannya seimbang , kemudian terhenti pada suatu titik tertentu untuk tidak melakukan pertentangan.
8. Ajudikasi , merupakan suatu bentuk penyelesaian konflik melalui pengadilan.
c. Asimilasi
Merupakan suatu proses social yang di tandai dengan adanya usaha untuk mengurangi perbedaan yang terdapat di anatara individu atau kelompok dan usaha untuk mempertinggi kesatuan tidak , sikap , serta proses-proses mental dengan memperhatikan kepentingan dan tujuan bersama.
Proses asimilasi dapat terhambat karena factor-faktor sebagai berikut :
1. Terisolirnya kehidupan suatu golongan tertentu , misalnya golongan minoritas
2. Kurangnya pengetahuan mengenai kebudayaan yang sedang dihadapi
3. Perasaan takut terhadap kekuatan suatu kebudayaan yang sedang di hadapi. Perasaan ini timbul karena sering timbul prasangka-prasangka terhadap kebudayaan lain.
4. Munculnya sikap etnosentris, yaitu perasaan bahwa kebudayaan kelompoknyansendiri di anggap lebih unggul daripada kebudayaan golongan lain.
5. Perbedaan warna kulit dan ciri-ciri fisik yang mencolok sifatnya.
6. Adanya perasaan yang tertanam kuat bahwa seseorang terikat pada kelompok dan kebudayaan kelompoknya sendiri
7. Apabila golongan minoritas mengalami gangguan dari golongan yang berkuasa yang menyebabkan timbulnya kebencian dari golongan minoritas terhadap golongan mayoritas walaupun sebelumnya proses asimilasi antara mereka sudah terjalin.
d. Akulturasi .
Mmenurut Koentjaraningrat akulturasi terjadi apabila suatu kelompok manusia dengan kebudayaan tertentu di hadapkan dengan unsure-unsur kebudayaan asing , sehingga unsure-unsur kebudayaan asing itu lambat laun di terima dan di olah ke dalam kebudayaan sendiri tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan itu.
BENTUK – BENTUK INTERAKSI SOSIAL YANG MENGHAMBAT TERCIPTANYA LEMBAGA , KELOMPOK , DAN ORGANISASI KELOMPOK .
a. Persaingan ( kompetisi ) , merupakan suatu proses social yang di tandai dengan adanya persaingan antar individu maupun kelompok dalam mencari keuntungan melalui bidang-bidang kehidupan dengan cara menarik perhatian atau mempertajam prasangka tanpa menggunakan ancaman dan kekerasan.
Persaingan di hasilkan dalam beberapa bentuk , yaitu sebagai berikut :
1. Persaingan di bidang ekonomi , biasanya timbul ketika jumlah persediaan yang terbatas tdak seimbang dengan jumlah konsumen yang besar.
2. Persaingan untuk memperoleh kedudukan dan peranan , persaingan ini timbul karena adanya keinginan-keinginan dari tiap-tiap orang untuk mempunyai kedudukan dan peranan yang lebih tinggi dari kedudukan dan peranan yang di milikinya sekarang
3. Persaingan kebudayaan , keagamaan , pendidikan dan lembaga kemasyarakatan.
4. Persaingan ras yang terjadi karena perbedaan warna kulit , bentuk tubuh dan corak rambut.
Persaingan pun mempunyai beberapa fungsi yaitu :
Menyalurkan keinginan individu dan kelompok yang bersifat kompetitif,
Merupakan alat untuk mengadakan seleksi berdasarkan nkeahlian dan kemampuan seseorang untk mendudukannya pada kedudukan dan peranan tertentu
Sebagai alat untuk menyaring golongan fungisional sehingga tercipta pembagian kerja yang efektif ,
Menyalurkan keinginan , kepentingan individu atau kelompok serta nilai-nilai dengan baik
Dengan demikian , persaingan akan menghasilkan :
Perubahan kepribadian seseorang , persaingan dapat memperluas pandanagn pengertian dan pengertahuannya.
Terciptanya solidaritas kelompok , persaingan yang jujur akan menciptakan solidaritas dalam kelompok , dimana masing-masing individu akan menyesuaikan diri dengan individu lainnya dalam satu kelompok diri sehingga tercapai keserasian.
Terjadinya disorganisasi , persainagn seringkali menyebabkan perubahan-perubahan dalam masyarakat.
b. Kontravensi , merupakan suatu bentuk proses social yang berada di antara persaingan dan persaingan dan pertikaian serta di tandai dengan adnya gejala-gejala ketidakpastian mengenai diri seseorang .
Kontravensi adalah suatu sikap mental yang tersembunyi terhadap orang lain atau terhadap unsure-unsur kebudayaan golongan tertentu.
Kontravensi dibagi dalam tiga tipe , yaitu sebagai berikut :
Kontravensi antar masyarakat
Antagonis keagamaan
Kontravensi inetelektual antara yang berlatar belakang pendidikan tinggi dan pendidikan rendah .
c. Pertentangan , merupakan suatu proses social yang di lakukan oleh seorang individu ,maupun kelompok yang beruasaha mencapai tujuan tertentu dengan cara menantang pihak lawan melalui ancaman maupun kekerasan.
Factor-faktor yang menyebabkan terjadinya pertentangan adalah sebagai berikut :
Adanya perbedaan pendirian dan perasaan di antara individu
Adanya perbedaan latar belakang kebudayaan yang berpengaruh pada perkembangan kepribadian seseorang
Perbedaan kepentingan antarindividu maupun kelompok di bidang ekonomi , social , dan politik.
Akibat perubahan social yang berlangsung dengan cepat yang akan mengubah nilai masyarakat yang ada dalam masyarakat
Pertentangan terdiri dari beberapa bentuk yaitu ,
Pertentangan pribadi
Pertentangan rasial , misalnya antara kulit hitam dan kulit putih
Pertentanagn politik , misalnya antara dua Negara yang berdaulat
Pertentangan antarkelas social , misalnya antara pengusaha dan buruh
Pertentangan yang bersifat internasional
Akibat-akibat dari terjadinya pertentangan adalah sebagai berikut :
Bertambahnya solidaritas kelompok
Terjadinya perubahan kepribadian seseorang
Hancurnya harta benda dan jatuhnya korban manusia , terutama jika pertentangan berbuntut pada peperangan
Goyah dan retaknya persatuan kelompok .
Bentuk interaksi social berdasarkan di lingkungan sekitar adalah :
1. Interaksi primer, merupakan interaksi yang dilakukan secara langsung dengan bertatp muka seperti berjabat tangan , dan saling menyapa.
2. Interaksi sekunder , merupakan interaksi social yang di laksanakan dengan bantuan perantara.
Interaksi social di bedakan menjadi 2 yaitu :
a. Sekunder langsung , adalah hubungan yang di lakukan dengan menggunakan bantuan alat-alat komunikasi langsung seperti telepon ,radio dan televise
b. Sekunder tak langsung , yaitu interaksi social yang memerlukan bantuan pihak ketiga , seperti bantuan teman untuk di perkenalkan dengan seseorang .
semester 2
BAB I
PRINSIP DAN MOTIF EKONOMI
1. Prinsip Ekonomi
Prinsip ekonomi adalah berusaha dengan alat-alat atau dana tertentu untuk memperoleh hasil atau tujuan sebesar-besarnya, atau dengan biaya atau pengorbanan yang sekecil-kecilnya untuk memperoleh hasil yang tertentu. Jadi sebenarnya kurang tepat jika dikatakan bahwa prinsip ekonomi adalah berusaha mencapai hasil atau tujuan sebesar-besarnya dengan biaya atau pengorbanan yang sekecil-kecilnya. Dengan demikian prinsip ekonomi menunjukkan :
a. Suatu bertindakyang berusaha mencapai hasil optimal (sebesar mungkin) dibandingkan dengan biaya atau pengorbanan yang dikeluarkan
b. Suatu cara bertindak yang berusaha mencapai hasil tertentu dengan mengeluarkan biaya atau pengorbanan yang sedikit mungkin
Prinsip ekonomi selalu berkaitan dengan efesien. Kata efesien menunjukkan perbandingan yang seoptimal mungkin antara pengorbanan dan hasil (dengan titik berat pada segi pengorbanan). Jadi, cara kerja yang efesien menunjukkan, bahwa suatu hasil dicapai dengan biaya atau pengorbanan yang paling sesuai tanpa pemborosan. Manusia harus selalu bertindak rasional, artinya manusia berusaha memperoleh kepuasan maksimum dengan pengorbanan minimum.
2. Motif Ekonomi
Motif ekonomi adalah alas an yang mendorong manusia melakukan tindakan ekonomi. Untuk mencukupi kebutuhan hidup, manusia berusaha mencari nafkah. Jadi mencukupi kebutuhan hidup termasuk motif ekonomi sedangkan berusaha mencari nafkah merupakan tindakan ekonomi.
Beberapa motif yang mendasari manusia melakukan tindakan ekonomi adalah sebagai berikut :
a. Motif Memperoleh Kekuasaan
Motif memperoleh kekuasaan ditunjukkan untuk dapat memperoleh kekuasaan dalam masyarakat. Misalnya pengusaha-pengusaha yang relative sudah makmur masih terus bekerja keras mengembangkan perusahaannya dengan cara kerja yang efesien atau ekonomis.
b. Motif Memperoleh Penghargaan
Orang yang terpandang di dalam masyarakat. Harus memiliki kekayaan melebihi kekayaan orang lain. Misalnya berupa tanah, emas dan mobil.
Dari segi ekonomi, cara yang demikian kadang-kadang tidak efesien. Fungsi social kekayaan tersebut kurang bermanfaat bagi banyak orang.
c. Motif Mencari Laba
Motif mencari laba adalah dorongan untuk mencari laba atau keuntungan yang didorong oleh inovasi atau penemuan-penemuan.
d. Motif Sosial
Motif social adalah keinginan untuk menolong sesama manusia. Misalnya member bantuan kepada orang yang terkena musibah.
BAB II
KEGIATAN EKONOMI DAN PELAKU EKONOMI
A. Kegiatan Ekonomi
Berbagai jenis kegiatan dilakukan oleh manusia dan setiap orang mempunyai serta melakukan kegiatan ekonomi yang berbeda-beda satu dengan yang lainnya.
Kegiatan ekonomi yang dilakukan dalam kehidupan ekonomi dapat dibedakan menjadi tiga diantaranya :
1. Kegiatan Konsumsi
Konsumsi adalah suatu tindakan dalam menguraian atau bertahap. Terdapat dua segi ekonomi yang dihadapi oleh setiap konsumen dalam mengkonsumsi barang dan jasa, yaitu penghasilan yang selalu kurang dan pengeluaran yang selalu bertambah. Oleh karena itu tantangan yang harus dihadapi adalah bagaimana kita mengelola ekonomi rumah tangga atau melakukan konsumsi menjaga keseimbangan antara penghasilan dan pengeluaran.
Mampu mengatur konsumsi berarti :
1. Mampu mengatur pengeluaran sesuai dengan keadaan keuangan yang ada dan rencana yang telah disusun.
2. Mampu mengadakan pilihan atau seleksi atau kebutuhan-kebutuhannya, sesuai dengan interaksinya.
3. Mampu mengadakan tabungan (saving) untuk merealisasikan keinginan serta kebutuhan-kebutuhan yang telah direncanakan.
4. Mampu mengatur keuangan sedemikian rupa sehingga tidak berutang atau membeli barang kredit.
5. Mampu mengadakan target, menyusun program kerja dan anggaran.
Sehingga langkah-langkah yang perlu diperlukan dalam mengatur konsumsi adalah :
1. Membuat catatan semua pengeluaran
2. Menyusun anggaran belanja keluarga
3. Kebijaksanaan dalam pengeluaran uang
4. Mengusahakan tambahan penghasilan
2. Kegiatan Produksi
Produksi adalah segala kegiatan atau setiap usaha yang secara langsung ataupun tidak langsung menghasilkan barang dan jasa yang berguna untuk memenuhi kebutuhan manusia.
Proses produksi dapat digolongkan menjadi dua yaitu :
a. Barang konsumsi, yaitu barang atau jasa yang secara langsung ditujukan untuk dapat memenuhi kebutuhan manusia.
Misalnya : pakaian, makanan, pemeriksaan dokter.
b. Barang produksi yaitu barang atau jasa yang dipergunakan untuk menghasilkan barang lain.
Misalnya : mesin
Fungsi Produksi dan Proses Produksi
* Fungsi Produksi
Produksi merupakan suatu proses yang artinya sebagai suatu cara yang dipergunakan di dalam penglolaan bahan baku atau mentah untuk dijadikan barang jadi. Sebelum kegiatan produksi dilaksanakan, diperlukan suatu perencanaan (planning) yang matang, misalnya :
- Produk apa yang akan dibuat
- Berapa banyaknya
- Bahan baku apa yang dinilai
- Siapa yang mengerjakan
- Untuk siapa produk itu dibuat
Semua rencana tersebut akan berjalan secara efektif jika diikuti dengan pengawasan yang baik. Sehingga fungsi produksi dapat dirinci sebagai berikut :
- Sebagai suatu proses
- Merupakan jasa-jasa
- Suatu perencanaan
- Merupakan pengawasan
* Proses Produksi
Proses produksi itu dapat dibedakan menjadi dua yaitu :
a. Proses Produksi Terus Menerus
Produk yang dihasilkan terus-menerus
b. Proses Produksi Terputus-putus
3. Kegiatan Distribusi
Kegiatan distribusi berfungsi sebagai penyalur barang dan jasa dari produsen ke konsumen. Distribusi adalah kegiatan ekonomi atau usaha untuk menyalurkan barang dan jasa dari produsen ke konsumen.
Pendistribusian barang dan jasa tersebut dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :
1. Langsung, artinya barang dan jasa yang dihasilkan oleh produsen disampaikan langsung kepada konsumen akhir tanpa melalui perantara.
Misalnya : produksi hasil pertanian.
2. Tidak Langsung, artinya penyaluran barang dan jasa dilakukan secara tidak langsung dengan mempergunakan lembaga-lembaga penyalur.
Misalnya : pedagang besar, pedagang menengah.
3. Semi Langsung, artinya barang-barang yang dihasilkan oleh produsen disalurkan kepada konsumen melalui saluran milik produsen sendiri.
Misalnya : penyaluran sepatu batta
Fungsi distribusi :
1. Menyalurkan barang dari produsen ke konsumen
2. Memecahkan persediaan perbedaan tempat
3. Mengadakan seleksi dan kombinasi barang menurut jumlah dan jenisnya.
Perantara-perantara dalam Distribusi
Lembaga-lembaga perantara dalam proses pemasaran dapat dikelompokkan menjadi golongan-golongan berikut :
1. Pedagang, yaitu pihak yang menjual dan membeli barang untuk dijual kembali atas namanya sendiri, inisiatif dan resiko sendiri.
a. Pedagang besar (Grosir)
Yaitu membeli secara besar-besaran dari produsen dan menjual kembali pada pedagang eceran atau membeli dari pedagang-pedagang kecil dan menjual dalam partai besar kepada pabrik/perusahaan.
b. Pedagang eceran (Retailer)
Yaitu pedagang besar dan menjual kepada konsumen atau membeli hasil bumi atau hasil-hasil kerajinan rakyat dari produsen kecil untuk dijual kepada pedagang besar.
2. Perantara-perantara
a. Agen, adalah perantara perdagangan yang atas nama suatu perusahaan tertentu menjualkan hasil produksi perusahaan tersebut di daerah tertentu.
b. Makelar, adalah perantara yang disumpah, dengan atas nama orang lain mencairkan barang bagi pembeli atau menjualkan barang bagi penjual. Ia dapat berusaha di bidang jual beli barang, surat-surat berharga, sewa rumah, dan sebagainya. Balas jasa makelar disebut proviso atau kurtasi.
c. Komisioner, adalah perantara dalam perdagangan seperti makelar, tetapi tidak perlu disumpah. Ia bekerja atas namanya sendiri dan ikut bertanggung jawab atas tindakan yang dilakukan dalam mengadakan perjanjian jual beli. Untuk jasanya ia mendapatkan komisi.
3. Eksportir dan Importir
a. Eksportir adalah pedagang yang menjual barang-barangnya ke luar negeri.
b. Importer adalah orang yang membeli barang-barang hasil dari negeri lain atau mendatangkan barang dari luar negeri.
4. Lembaga-lembaga Pembantu
Dalam kelompok ini adalah bank, transportasi, pergudangan, lembaga-lembaga perikanan.
Saluran-saluran Distribusi
Penyalur hasil produksi dari produsen kepada konsumen dapat melalui berbagai jalar atau saluran distribusi.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memilih “saluran Distribusi” yang paling tepat adalah :
1. Sifat barang tersebut (tahan lama atau tidak tahan lama)
2. Tersebar terputusnya tempat kediaman para pembeli atau langganan
3. Besar kecilnya perusahaan
4. Kemampuan keuangan para produsen
5. Kebutuhan akan servis
Peran dan Pola Interaksi Ekonomi
Seperti yang sudah dijelaskan, bahwa kegiatan ekonomi seperti produksi, distribusi dan konsumsi dimana semula kegiatan ekonomi itu dilakukan oleh berbagai pihak, pelaku atau subyek ekonomi. Para pelaku kegiatan ekonomi tersebut dapat dibedakan menjadi 4 kelompok besar yaitu :
1. Para konsumen (Rumah Tangga konsumen/RTK)
2. Para produsen (Rumah Tangga Produsen/RTP)
3. Pemerintah
4. Masyarakatkan Luar Negeri
* Rumah Tangga Konsumen (RTK)
Rumah tangga kosumen adalah individu atau kelompok masyarakat yang memakai atau mengkonsumsi barang dan jasa sekaligus orang yang memiliki factor-faktor produksi.
Peranan rumah tangga konsumen dalam kegiatan ekonomi sebagai berikut :
1. Menyediakan factor-faktor produksi bagi perusahaan berupa uang, tanah, tenaga kerja, modal dan keahlian.
2. Menerima imbalan jasa dari penggunaan factor-faktor produksi yang dimilikinya.
3. Melakukan kegiatan konsumsu, yaitu membeli dan menggunakan barang dan jasa hasil produksi.
4. Membayar pajak kepada pemerintah atau Negara.
* Rumah Tangga Produsen (RTP)
Rumah tangga produsen adalah perusahaan-perusahaan, baik swasta, pemerintah, maupun asing yang memproduksi atau menghasilkan barang dan jasa dengan menggunakan factor-faktor produksi yang diterima dari rumah tangga konsumen.
Peranan Rumah Tangga produsen dalam kegiatan ekonomi
1. Membayar imbalan jasa atas penggunaan factor produksi kepada rumah tangga konsumen berupa pembayaran upah, atau gaji, sewa, bunga, dan keuntungan atau laba.
2. Mengelola factor-faktor produksi dan melakukan kegiatan produksi barang dan jasa.
3. Menjual barang dan mendistribusikan barang hasil produksi
4. Menerima pendapatan atau penjualan barang dan jasa
5. Membayar pajak kepada Negara
* Rumah Tangga Pemerintahan (RTG)
Pemerintah berperan sebagai pelaku, pengatur dan pengawas kegiatan ekonomi sebagai pelaku ekonomi, pemerintah membangun jalan raya, membangun waduk, menjalankan BUMN, serta membangun sekolah, dan rumah sakit. Sebagai pengatur dan pengawas pemerintahan mengeluarkan undang-undang atau peraturan, mengeluarkan perijinan, dan menarik pajak dan retribusi.
Peranan Rumah Tangga Pemerintah dalam kegiatan ekonomi adalah sebagai berikut :
1. Memberi barang dan jasa untuk keperluan pemerintah yang dikenal dengan sebutan belanja barang dan jasa.
2. Menerima pajak dari wajib pajak, baik perorangan maupun badan usaha.
3. Melakukan produksi barang dan jasa melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
4. Menjaga stabilitas ekonomi nasional melalui kebijakan-kebijakan ekonomi dalam bidang fiscal dan moneter.
5. Membuat undang-undang bersama DPR yang berhubungan dengan perekonomian nasional. Misalnya Undang-undang Perbankan, Undang-undang Perpajakan, dan Undang-undang anti monopoli.
* Rumah Tangga Luar Negeri (RTLN)
Setiap Negara akan selalu bergantung kepada Negara lain karena suatu Negara tidak akan bisa memenuhi kebutuhannya sendiri melainkan akan selalu memerlukan bantuan Negara lain sehingga dalam kegiatan ekonomi suatu Negara bisa dipastikan akan melibatkan kegiatan ekonomi Negara lain.
Peranan Rumah Tangga Luar Negeri adalah sebagai berikut :
a. Sebagai Konsumen
Rumah tangga luar negeri akan membeli barang dan jasa dari Negara lain.
Contoh : Indonesia memproduksi barang dan jasa kemudian mengekspor ke luar negeri, maka rumah tangga luar negeri akan membeli barang atau jasa tersebut dan Indonesia akan mendapat devisa.
b. Sebagai Produsen
Rumah tangga luar negeri memproduksi barang dan jasa, kemudian negeri Indonesia membeli atau mengimpor barang dan jasa tersebut, karena Indonesia belum mampu memproduksi atau jika memproduksi tidak efisien. Pembayaran menggunakan devisa yang diperoleh sebelumnya karena Negara Indonesia mengekspor barang dan jasa.
c. Sebagai Investor
Pada Negara yang sedang berkembang umumnya mengalami kendala dalam pelaksanaan pembangunan perekenomian, terutama pada segi permodalan. Untuk mengatasi hambatan tersebut dengan jalan membuka kesempatan luar negeri atau Negara yang memiliki modal untuk menanamkan modal di dalam negeri.
Hubungan antara pelaku ekonomi dinyatakan dalam arus barang dan arus uang yang bertemu di pasar. Hubungan-hubungan tersebut sebagai berikut :
1. Hubungan Rumah Tangga Konsumen dengan Rumah Tangga Produsen
Rumah tangga produsen menghasilkan sejumlah barang dan jasa yang dijual melalui pasar. Para konsumen membutuhkan barang dan jasa dengan membelinya dari produsen. Akibat dari transaksi-transaksi mereka, maka terjadilah suatu arus barang dan jasa (hasil produksi rumah tangga produsen) dari produsen ke konsumen melalui pasar.
Untuk melayani permintaan masyarakat akan barang dan jasa, para produsen memerlukan factor-faktor produksi yaitu tenaga kerja, tanah, modal dan wirausahawan. Untuk itu kepada pemilik factor produksi diberikan balas jasa berupa uang atau gaji, sewa, bunga modal dan laba.
2. Hubungan Pemerintahan dengan Rumah Tangga Konsumen dan Rumah Tangga Produsen
Hasil produksi pemerintahan terdiri atas jasa-jasa untuk kepentingan umum, seperti Hankam, pendidikan umum, kesehatan dan lain-lain. Untuk melaksanakan tugas-tugasnya, pemerintahan memerlukan factor-faktor produksi berupa tenaga kerja dan lainnya, serta bermacam-macam barang dan jasa yang harus dibeli dan dibayar. Pengeluaran pemerintahan meliputi belanja pegawai dan belanja barang. Contoh gaji pegawai negeri, mobil dinas, rumah dinas, peralatan kantor, dan perlengkapan perang TNI. Penerimaan pemerinta terutama berasal dari pajak yang dipungut baik dari rumah tangga konsumen maupun rumah tangga produsen seperti pajak penghasilan, pajak pertambangan nilai, pajak bumi dan bangunan dan lain-lain.
3. Hubungan Ekonomi dengan Masyarakat Luar Negeri
Suatu arus barang dan jasa dari dalam negeri ke luar negeri (ekspor). Ekspor dibayar dengan uang atau valuta asing (devisa) menurut kurs tertentu, sehingga ada suatu arus uang masuk dari luar negeri ke dalam negeri.
Di lain pihak kita pun membeli barang dan jasa dari Negara-negara lain. Jadi ada suatu barang dan jasa masuk dari luar negeri (impor). Impor ini juga harus dibyar, sehingga impor barang dan jasa diimbangi dengan suatu arus uang ke luar negeri sebagai pembayarannya.
Ekspor dan impor barang dan jasa di catat pada daftar yang disebut neraca pembayaran.
BAB III
PERILAKU KONSUMEN DAN PERILAKU PRODUSEN
a. Manfaat dan Nilai Suatu Barang
1. Guna atau Manfaat Barang
Suatu barang diperlukan manusia jika barang tersebut berguna untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Jika tidak diperlukan, maka suatu barang tidak mempunyai nilai guna bagi seseorang.
Macam-macam kegunaan atau manfaat barang :
a. Kegunaan bentuk (Utility Plece)
Suatu barang akan lebih berguna jika diubah dari bentuk asalnya.
Misalnya : kayu menjadi perabotan rumah tangga dan benang menjadi kain.
b. Kegunaan Tempat (Utility of Plece)
Suatu barang akan lebih berguna jika berada pada tempat yang tepat.
Misalnya : selimut tebal digunakan di tempat berhawa sejuk.
c. Kegunaan kepemilikan (Owenership Utility)
Suatu barang akan lebih berguna jika telah dimiliki atau disewa oleh orang uang membutuhkan.
Misalnya : kamar hotel akan berguna jika disewa oleh orang yang membutuhkan.
d. Kegunaan waktu (Utility of Time)
Suatu barang akan bermanfaat jika digunakan pada waktu tertentu yang tepat.
Misalnya : jas hujan digunakan pada saat hujan.
e. Kegunaan pelayanan (Service Utility)
Suatu barang akan bermanfaat jika dapat memberikan jasa.
Misalnya : televise akan berguna jika ada siaran.
f. Kegunaan Dasar (Emementary Utility)
Kegunaan dasar adalah peningkatan dari bahan dasar menjadi bahan jadi yang mempunyai nilai guna yang lebih tinggi daripada barang asalnya.
Misalnya : kapas sebagai bahan dasar pembuatan benang sebagai bahan dasar pembuatan kain.
2. Nilai Barang
Suatu barang menjadi berarti jika mempunyai guna dan nilai guna bagi manusia. Berguna mempunyai arti bahwa barang tersebut dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Suatu barang dan jasa dikatakan bernilai, karena mempunyai kemampuan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Nilai barang dan jasa dapat dibedakan menjadi 2 yaitu :
a. Nilai Pakai
b. Nilai Tukar
b. Teori Konsumsi
1. Hubungan antara jumlah dan kegunaan suatu barang
Jumlah barang yang dimiliki dan kegunaannya sangat mempengaruhi tingkat kepuasan konsumen terhadap barang tersebut.
2. Hukum Gossen I
Jika manusia pada saat tertentu hanya mengkonsumsi satu jenis barang saja maka tingkat kepuasan yang diperoleh akan bertambah terus tetapi tidak secara proporsional, lama kelamaan cenderung menurun bahkan tidak proporsional berarti bertambahnya utility yang diperoleh tidak seimbang dengan pertambahan unit yang dikonsumsi.
3. Hukum Gossen II
Hukum Gossen I membatasi jumlah objek konsumsi terdiri atas 1 jenis barang. Pada kenyataanya konsumen memerlukan bermacam-macam jenis barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Hukum Gossen II merumuskan : seorang konsumen akan membagi-bagi pengeluaran uangnya untuk membeli berbagai macam barang sedemikian rupa hingga kebutuhannya akan terpenuhi secara seimbang.
Hukum Gossen II tersebut merupakan pemuasan kebutuhan secara horizontal. Pemuasan kebutuhan secara horizontal, yaitu pemuasan kebutuhan tidak bertumpu pada satu jenis barang saja, melainkan berusaha untuk memenuhi kebutuhan akan barang lainnya.
c. Fungsi Produksi
Manusia mengkombinasikan penggunaan factor produksi agar dapat menghasilkan barang dan jasa. Fungsi produksi adalah hubungan antara jumlah barang yang dihasilkan (output) dengan factor-faktor produksi yang digunakan (input).
Factor produksi dibedakan menjadi 4 macam, yaitu sumber daya alam, sumber daya manusia, sumber daya modal, wirausahawan. Factor produksi dapat dibedakan menjadi 2 kelompok sebagai berikut :
a. Factor produksi Tetap
Factor produksi tetap adalah factor produksi yang jumlah penggunaanya tidak tergantung jumlah barang yang dihasilkan. Factor produksi ini harus tetap ada walaupun tidak terjadi proses produksi.
b. Factor produksi Tidak Tetap
Factor produksi variable adalah factor produksi yang jumlah penggunaannya tergantung jumlah barang yang dihasilkan.
d. Teori Produksi
penggunaan factor produksi tetap yang sama, penambahan factor produksi variable yang selalu dilakukan dalam suatu usaha tidak selalu merupakan proses produksi yang efisien, yang akan memberikan peningkatan hasil yang sebanding. Hal tersebut dikarenakan factor produksi tetap mempunyai keterbatasan penggunaan. Teori yang menjelaskan fenomena ini dikemukakan oleh ekonomi David Ricardo yang lazim disebut dengan Hukum Tambahan Hasil yang Semakin Berkurang sebagai berikut : kalau ada satu input yang tetap, dikombinasikan dengan satu unit maka output akan bertambah juga, mula-mula dengan tingkat pertambahan yang lebih proporsional, tetapi mulai saat tertentu tamabahan hasil akan menjadi kurang proporsional.
BAB IV
PERMINTAAN DAN PENAWARAN
A. PERMINTAAN
1. Pengertian Permintaan
Permintaan adalah berbagai jenis dan jumlah barang dan jasa yang diminta pembeli pada berbagai kemungkinan harga dalam periode tertentu di pasar.
2. Hukum Permintaan
Harga berbanding terbalik dengan permintaan yang artinya : semakin rendah harga barang semakin banyak barang yang diminta oleh konsumen. Semakin mahal harga barang, semakin sedikit permintaan barang dari konsumen. Dalam keadaan Cateri Paribus. Artiya hukum permintaan dapat berlaku apabila factor-faktor yang mempengaruhi permintaan tidak mengalami perubahan.
3. Factor yang mempengaruhi permintaan
a. Perubahan Harga barang
b. Intensitas kebutuhan
c. Tingkat pendapatan
d. Selera konsumen
e. Jumlah penduduk
f. Perkiraan mengenai harga masa depan
g. Perubahan harga barang lain yang berkaitan erat
4. Macam-macam permintaan
a. Dilihat dari daya beli konsumen, permintaan dikelompokan sebagai berikut :
1. Permintaan Efektif merupakan permintaan konsumen terhadap suatu barang atau jasa yang disertai daya beli atau kemampuan bayar.
2. Permintaan Potensial atau absolute merupakan permintaan konsumen terhadap suatu barang dan jasa yang tidak disertai dengan daya beli atau hanya mendasarkan pada kebutuhan saja.
b. Dilihat dari pendapatan riil atau nyata konsumen, permintaan dikelompokan menjadi :
a) Permintaan konsumen yaitu permintaan yang dilakukan oleh seluruh anggota masyarakat terhadap barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
b) Permintaan pengusaha yaitu berawal dari pengusaha berusaha memproduksi barang dan jasa yang dibutuhkan konsumen. Dalam memproduksi barang dan jasa tersebut, pengusaha memerlukan factor-faktor produksi seperti bahan baku, bahan penolong, mesin peralatan, dan biaya proses produksi yang harus dibeli.
c) Permintaan pemerintah bertitik tolak dari pemerintah mengeluarkan belanja untuk kelancaran roda pemerintah sehingga menimbulkan permintaan pemerintah terhadap barang dan jasa.
d) Permintaan luar negeri terbentuk dari permintaan yang dating dari konsumen, pengusaha dan pemerintah Negara lain sehingga mempengaruhi juga permintaan dalam negeri.
c. Dilihat dari jumlah permintaanya, permintaan dikelompokan menjadi :
a) Permintaan perseorangan merupakan permintaan dari seseorang untuk memenuhi kebutuhan hidup, bersifat beda antar orang yang satu dengan orang yang lain, tergantung dari pendapatan dan pendidikan.
b) Permintaan pasar atau kolektif merupakan permintaan yang dimiliki masyarakat sebagai keseluruhan dalam waktu yang sama.
5. Daftar permintaan dan kurva permintaan
Sesuai dengan hukum permintaan, hubungan antara permintaan suatu barang dengan berbagai kemungkinan tingkat harga dapat digambarkan dalam bentuk kurva.
a. Fungsi permintaan
Fungsi permintaan merupakan bentuk matematis untuk menggambar kurva permintaan merupakan hubungan antara variable harga (sesuatu yang mempengaruhi perubahan harga) dengan variable jumlah barang atau jasa (sesuatu yang mempengaruhi perubahan jumlah barang dan jasa yang diminta). Secara sistematis, fungsi permintaan tersebut dapat ditulis dalam bentuk :
Q = -aP + b
b. Daftar permintaan
Dimisalkan fungsi permintaan suatu barang adalah Q = -2P+10.000
Dapat dibuat dengan daftar permintaan sebagai berikut :
Q =-2P+10.000
Apabila P =500 jumlah barang dan jasa yang diminta adalah :
Q = -2P+10.000
= -2 (500) + 10.000
= -1.000 + 10.000
= 9000
c. Kurva permintaan
Kurva permintaan berupa diagram hasil persetase permintaan tersebut.
B. PENAWARAN
a. Pengertian penawaran
Penawaran adalah jumlah barang dan jasa yang tersedia untuk di jual pada berbagai tingkat harga dan situasi.
b. Hukum penawaran
Hukum penawaran menyatakan harga berbanding lurus dengan penawaran semakin tinggi harga suatu barang, semakin banyak jumlah barang yang ditawarkan oleh perusahaan, dan sebaliknya.
c. Factor-faktor yang mempengaruhi penawaran :
1. Biaya produksi
2. Teknologi
3. Kebutuhan uang
4. Harga masa depan
5. Tujuan tertentu
6. Pajak dan subsidi
7. Jumlah perusahaan dalam industri
8. Perubahan harga barang lain
9. Perubahan harga itu sendiri
10. Keadaan cuaca
d. Daftar penawaran dan kurva penawaran
Sesuai dengan hukum penawaran, hubungan antara penawaran suatu barang dengan berbagai tingkat harga dapat digambarkan dalam bentuk kurva. Sebelum menampilkan kurva penawaran, kita awali dahulu dengan fungsi penawaran.
1. Fungsi penawaran
Fungsi penawaran ini merupakan bentuk sistematis untuk menyusun daftar penawaran pada berbagai kemungkinan tingkat harga. Bentuk umum fungsi penawaran sebagai berikut.
Q = aP – P
2. Daftar penawaran
Dari fungsi penawaran di atas, kita dapat menyusun daftar penawaran suatu barang atau jasa pada berbagai kemungkinan tingkat harga. Fungsi penawaran suatu barang atau jasa adalah Q = 2P-6.
Daftar penawaran pada fungsi penawaran Q =2p-6
Apabila P(harga) = 3, Q adalah :
Q = 2P-6
= 6-6
= 0
Artinya, saat harga =3 tidak ada penawaran sama sekali. Begitu seterusnya hingga ketika P=9, Q=12.
3. Kurva penawaran
Kurva penawaran dapat digambarkan berupa bentuk kurva penawaran yang berbentuk diagram batang yang berfungsi untuk mengetahui tingkatan dari penawaran tersebut.
BAB V
HARGA KESEIMBANGAN DAN ELASTISITAS
A. KESEIMBANGAN PASAR
1. Pengertian harga keseimbangan
Harga keseimbangan merupakan harga yang terjadi sebagai akibat interaksi permintaan dan penawaran terjadi di pasar, mka harga keseimbangan disebut harga pasar. Suatu harga akan terjadi keseimbangan harga apabila harga yang terjadi cenderung untuk tetap tidak berubah.
Harga keseimbangan tercapai jika jumlah barang yang diminta sama dengan jumlah barang yang ditawarkan pada waktu tertentu dan harga tertentu. Dengan demikian terjadinya harga keseimbangan ini terjadi pada titik potong antara kurva permintaan dengan kurva penawaran.
2. Proses terbentuknya keseimbangan pasar
Pasar terbentuknya keseimbangan harga atau harga pasar merupakan proses tarik-menarik antara kekuatan permintaan dan penawaran atas barang tertentu.
a. Dengan persamaan fungsi permintaan dan penawaran
b. Menggunakan Bentuk grafik, kurva permintaan dan kurva penawaran
3. Pengaruh perubahan permintaan dan penawaran terhadap harga keseimbangan perubahan jumlah barang yang diminta merupakan perubahan jumlah barang yang akan dibeli atau diminta akibat dari perubahan harga. Perubahan permintaan barang adalah begeser atau berpindahnya kurva permintaan akibat perubahan pendapatan dan berubah selera konsumen.
Perubahan kurva penawaran merupakan bergesernya kurva penawaran, baik yang disebabkan kemajuan teknologi maupun penggunaan bahan-bahan untuk berproduksi (factor input).
Perubahan kurva sering disebut perubahan penawaran. Dengan kurva permintaan tetap dan kurva penawaran bergeser ke kanan, harga keseimbangan akan turun. Akan tetapi jika kurva penawaran bergeser ke kiri, harga keseimbangan akan meningkat.
B. ELASTISITAS PERMINTAAN
Elastisitas permintaan merupakan ukuran sejauh manan kepekaan atau tanggapan barang yang diminta, jika terjadi perubahan harga, baik harga barang tersebut maupun harga barang lain, dan perubahan pendapatan konsumen.
Berarti elastisitas permintaan menunjukkan perbandingan anatara perubahan relative jumlah barang dan jasa yang dibeli (dq) dengan perubahan relative harga. Hasil perbandingan ini disebut koefisien elastis permintaan. Secara sederhana koefisien elastisitas permintaan. Dapat dirumuska sebagai berikut :
Koefisien elastisitas permintaan = % perubahan permintaan / % perubahan harga
Elastisitas permintaan dalam Elastisitas Harga
Elastisitas harga atau price elasticity merupakan prosentase perubahan jumlah barang yang diminta yang disebabkan oleh perubahan harga barang tersebut sebanyak 1%.
Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa elastisitas harga menunjukkan reaksi atau tanggapan pembeli atau konsumen jika terdapat perubahan harga.
1. Elastis (ED > 1)
Permintaan barang yang elastis artinya setiap perubahan harga akan menyebabkan perubahan jumlah barang yang diminta dengan presetase yang relative lebih besar.
2. Inelastic (Ed < 1)
Permintaan barang yang bersifat inelastic artinya setiap perubahan harga akan menyebabkan perubahan jumlah barang yang diminta dengan persentase yang lebih kecil.
3. Elastisitas Tunggal (eD = 1)
Permintaan barang yang bersifat elastisitas tunggal (eD = 1) artinya setiap perubahan barang yang diminta sama dengan perubahan harga.
4. Elastisitas Tak Terhingga (eD = ~)
Permintaan barang yang memiliki sifat elastisitas tak terhingga, artinya pada harga tertentu dimungkinkan perubahan jumlah barang yang diminta secara tidak terbatas.
5. Inelastic Sempurna (eD = 0)
Permintaan barang yang memiliki sifat inelastic sempurna, artinya setiap terjadi perubahan harga, tidak mempengaruhi jumlah barang yang diminta.
ELASTISITAS PENAWARAN
Elastisitas penawaran adalah perbandingan antara seberapa besarperubahan jumlah barang yang ditawarkan sebagai akibat dari perubahan harga.
Elastisitas penawaran berfungsi untuk mengukur derajat kepekaan atau tanggapan terhadap jumlah barang yang ditawarkan jika harganya berubah.
Macam-macam elastisitas penawaran :
a. Elastis (es > 1)
Penawaran yang bersifat elastis, artinya setiap perubahan harga akan menyebabkan jumlah barang yang ditambahkan dengan persentase yang relative besar.
b. Inelastis (es < 1)
Penawaran yang bersifat inelastic, artinya setiap perubahan harga akan menyebabkan perubahan jumlah barang yang ditawarkan dengan persetase yang lebih kecil.
c. Elastis Tunggal (es = 1)
Penawaran barang yang bersifat tunggal, artinya setiap perubahan harga akan diikuti dengan perubahan jumlah barang yang ditawarkan dengan persentase yang sama.
d. Elastis Tak Terhingga (es = ~)
Penawaran yang bersifat elastisitas tak terhingga, artinya pada saat harga tertentu jumlah barang yang ditawarkan tidak terbatas.
e. Inelastic Sempurna (es = 0)
Penawaran dalam keadaan inelastis sempurna artinya terjadi perubahan harga tidak berpengaruh terhadap jumlah barang yang ditawarkan.
BAB VI
BENTUK-BENTUK PASAR
Pengertian Pasar
Banyak sedikit suatu permintaan atau penawaran itulah yang membentuk suatu permintaan atau penawaran yang membentuk suatu pasar.
Menurut ilmu ekonomi, pasar adalah bertemunya permintaan dan penawaran untuk suatu barang dan jasa diperjualbelikan.
Dari pengertian tersebut, pasar dapat dibedakan menjadi dua yaitu :
a. Pasar nyata atau konkret merupakan pasar dalam kehidupan sehari-hari. Pasar ini biasanya dengan tempat, waktu dan jenis barang yang diperdagangkan.
b. Pasar abstrak adalah tempat pertemuan antara penjual dan pembeli, namun di dalam pasar tidak terdapat barang yang diperjualbelikan. Penjual biasanya menawarkan barang melalui contoh yang telah ditentukan kualitasnya. Barang yang diperjualbelikan tidak berada ditempat bertemunya penjual dan pembeli. Di dalam pasar abstrak kadang penjual dan pembeli tidak bertemu secara langsung.
* Syarat-syarat terjadinya pasar :
- Terdapat penjual dan pembeli
- Tersedia barang dan jasa yang diperjualbelikan
- Terjadinya transaksi antara pembeli dan penjual melalui proses tawar menawar
- Tersedia media untuk berinteraksi antara penjual dan pembeli
* Dalam kegiatan pasar mempunyai tiga fungsi utama, sebagai berikut :
- Fungsi distribusi
Pasar memungkinkan produsen berhubungan dengan konsumen baik secara langsung maupun tidak langsung dengan menyamakan perantara/ distributor
- Fungsi pembentuk harga
Harga pasar akan terbentuk dengan adanya kesepakatan antara pembeli dan penjual.
- Fungsi promosi
Pasar dapat digunakan oleh produsen untuk memperkenalkan barang produksinya.
* Bentuk-bentuk pasar
A. Pasar persaingan sempurna
Pasar persaingan sempurna adalah bentuk pasar dimana terdapat banyak pembeli dan penjual ataupun pembeli tidak dapat mempengaruhi keadaan pasar. Pasar persaingan sempurna merupakan bentuk pasar yang paling ideal, karena dianggap system pasar ini adalah bentuk yang akan menjamin terbentuknya kegiatan produksi barang dan jasa yang sangat tinggi efesiensinya.
Ciri-ciri pasar persaingan sempurna
- Terdapat banyak penjual dan pembeli
Terdapat pasar persaingan sempurna, terdapat banyak penjual dan pembeli. Banyaknya penjual dan pembeli yang ada membuat pembeli dan penjual tidak mampu mempengaruhi harga pasar.
- Barang dan jasa diperjual belikan homogen
Barang dan jasa yang terdapat di pasar persaingan sempurna tidak dibedakan, baik sifat, kualitas maupun standarnya.
- Pembeli dan penjual bebas keluar atau masuk pasar
Dalam pasar persaingan sempurna, penjual dan pembeli bebas tanpa hambatan untuk keluar masuk pasar. Bagi penjual, mereka bebas memasuki pasar untuk bersaing. Akibatnya penjual yang menang atau kalah bersaing dapat memilih untuk bertahan atau keluar pasar.
- Pengetahuan pembeli dan penjual sempurna
Dalam pasar persaingan sempurna pembeli dan penjual mempunyai pengetahuan tentang keadaan pasar, baik pengetahuan tentang keadaan pasar, harga dan perubahan harga yang terjadi secara sempurna.
- Tidak ada campur tangan pemerintah
Campur tangan pemerintah tidak diperlukan dalam pasar persaingan sempurna. Karena penjual dan pembeli sudah memperoleh harga yang disepakati bersama.
* Kebaikan dan keburukan pasar persaingan sempurna
* Kebaikan
- Kepuasan konsumen maksimum karena bebas menentukan pilihan
- Keuntungan produsen juga maksimum karena ia bisa menjual barang sebanyak-banyaknya
- Produksi barang-barang yang diperlukan konsumen biayanya minimum
* Keburukan
- Perusahaan tidak mempunyai anggaran untuk mengadakan penelitian karena dalam jangka panjang hanya memperoleh keuntungan normal
- Tidak ada pilihan bagi konsumen untuk memilih barang karena semua barang dan sama sejenis
B. Pasar bukan persaingan sempurna
* Pasar monopoli
Pengertian pasar monopoli
Pasar monopoli adalah bentuk pasar yang hanya terdapat satu penjual saja. Dalam bentuk pasar ini hanya terdapat satu penjual sehingga praktis tidak ada pesaing sehingga penjual atau monopoli leluasa menguasai pasar.
Ciri-ciri pasar monopoli :
a. Hanya terdapat satu penjual
Dalam pasar monopoli, barang dan jasa yang dibutuhkan pembeli hanya disediakan oleh satu penjual.
b. Tidak ada barang pengganti yang dekat
Barang yang dihasilkan penjual monopoli tidak dapat digantikan oleh barang lain yang ada di pasar. Contoh: aliran listrik yang dihasilkan PLN.
c. Penjual bebas menentukan harga barang
Sebagai satu-satunya penjual di dalam pasar, monopolis bebas menentukan harga.
d. Adanya hambatan masuk pasar
Pasar monopoli memang memiliki hambatan yang sangat kuat bagi penjual lain untuk masuk pasar. Hambatan tersebut dapat berupa teknologi yang digunakan sangat canggih, modal yang sangat besar dan peraturan atau perundang-undangan yang berlaku.
e. Kurang memerlukan promosi atau iklan
Monopolis praktis tidak memiliki pesaing sehingga promosi atau iklan tidak berpengaruh terhadap penjual barang dan jasa yang diproduksinya.
* Kebaikan dan keburukan pasar monopoli
* Kebaikan
- Karena menerima keuntungan di atas normal, maka monopoli dapat memerlukan penelitian dengan pengembangan produknya.
- Monopoli biasanya bekerja pada skala produksi yang besar, karena unit yang diproduksi besar.
* Keburukan
- Pasar monopoli menciptakan ketidakadilan dalam distribusi pendapatan masyarakat. Sebab dalam jangka waktu panjang, monopoli akan menerima keuntungan di atas keuntungan normal, sedangkan perusahaan pasar lain hanya akan menerima keuntungan normal.
- Terdapat unsur eksploitas, baik terdapat konsumen maupun pemilik factor produksi. Konsumen membayar lebih tinggi di atas biaya produksi dari unit terakhir barangnya. Sedangkan pemilik factor produksi dibayar dengan harga lebih rendah dari harga barang.
- Dalam pasar monopoli ada kecenderungan terjadi pemborosan penggunaan factor produksi karena tidak berproduksi pada biaya rata-rata minimum.
* Pasar ologopoli
Pengertian pasar oligopoly
Pasar ologopoli adalah suatu bentuk pasar yang terdapat beberapa penjual, dimana salah satu beberapa penjual bertindak sebagai pemilik pangsa pasar yang tersebar.
Ciri-ciri pasar oligopoly :
- Ada beberapa penjual di pasar
Bentuk pasar oligopoly hanya terdiri sekelompok kecil perusahan. Biasanya terdapat juga beberapa perusahaan besar yang menguasai sebagian besar pangsa pasar dari seluruh produksi atau penjualan.
- Barang yang dijual berbeda corak
Barang yang dijual oleh oligopolies merupakan barang standar atau barang dengan mutu tertentu. Barang standar biasanya berupa bahan baku, seperti semen, baja, aluminium. Selain itu, pasar oligopoly terdiri dari perusahaan yang menghasilkan barang berbeda corak atas barang-barang akhir.
- Promosi iklan secara terus-menerus
Kegiatan promosi iklan harus terus menerus dilakukan pada pasar oligopoly yang menjual barang berbeda corak. Kegiatan ini ditujukan untuk menarik pembeli baru dan mempertahankan pembeli lama.
- Kekuasaan menentukan harga tidak stabil
Kekuasaan oligopoly untuk menentukan harga menjadi kuat bilamana tercipta kerja sama yang baik antar perusahaan. Tanpa kerja sma, kekuasaan menentukan harga menjadi sangat lemah.
- Adanya peluang bagi perusahaan baru yang memasuki pasar
Perusahaan yang besar dengan memiliki standar mutu yang baik sangat mungkin memasuki pasar oligopoly.
* Kebaikan dan keburukan pasar oligopoly
* Kebaikan
Dasar pasar oligopoly biasanya sering terjadi penemuan-penemuan/inovasi dan penerapan teknologi baru yang pesat. Hal ini disebabkan perusahaan-perusahaan oligopoly biasanya berskala besar dan mampu menyediakan dana untuk pengembangan dan penelitian.
* Keburukan
- Oligopolies sangat mungkin memperoleh keuntungan berlebih. Hal ini dapat menimbulkan kesenjangan social
- Kemungkinan terjadinya ketidak efesien produksi karena oligopolies tidak beroperasi pada biaya rata-rata minimum
- Kemungkinan juga terjadi ekspoitasi terhadap konsumen dan buruh.
* Pasar monopolistic
Pengertian pasar monopolistic
Pasar persaingan monopolistic merupakan suatu bentuk pasar yang terdapat banyak perusahaan yang menjual barang atau komoditi yang hamper serupa tapi tidak sama karena corak.
Ciri-ciri pasar persaingan monopolistic :
- Terdapat banyak penjual
Penjual di dalam pasar persaingan monopolistic tidaklah sebanyak di pasar persaingan sempurna
- Banyaknya bersifat berbeda corak
Ciri ini merupakan sifat yang sangat penting dalam membedakan pasar persaingan monopolistic dengan pasar persaingan sempurna. Secara fisik pasar persaingan sempurna mudah dibedakan dengan produksi perusahaan lainnya. Perbedaanya dalam pembungkusan, layanan jual, dan cara pembayaran.
- Mempunyai kekuasaan mempengaruhi harga
Perusahaan monopolistic dapat mempengaruhi harga, namun pengaruhnya relative kecil bila dibandingkan dengan pasar ologopoli dan monopoli. Kekuasaan yang memiliki pasar monopolistic bersumber dari sifat barang yang dihasilkannya.
- Mudah keluar masuk pasar
Perusahaan mudah masuk dan menjalankan usaha di dalam pasar persaingan monopolistic. Hambatannya tidak sulit seperti pasar persaingan oligopoly dan monopoli.
- Promosi iklan sangat aktif
Harga bukanlah penentu utama untuk menguasai pasar dalam persaingan monopolistic. Suatu barang dengan harga yang lebih mahal masih tetap memiliki daya tarik karena barang tersebut berbeda corak.
* Kebaikan dan keburukan pasar monopolistic
* Kebaikan
- Kosumen dapat menikmati berbagai mutu, desain, model dan corak dari berbagai barang yang dihasilkan produsen.
- Konsumen memiliki banyaj pilihan sesuai daya beli yang dimiliki
- Kreasi dan inovasi terus dikembangkan
* Keburukan
- Bagi perusahaan yang kecil, tingkat efesiensinya relative rendah
- Kurang efesiennya perusahaan kecil menyebabkan harga barang yang dibayar konsumen masih tinggi
Langganan:
Postingan (Atom)